Berita Dunia Islam Terdepan

Tak Ada Akses Dapatkan Pangan, Enam Bersaudara Meninggal Usai Makan Tiwul

0 1

JAKARTA (Arrahmah.com) – Kasus meninggalnya enam bersaudara kakak beradik dalam satu keluarga akibat mengkonsumsi tiwul di Mayong Jepara Jawa Tengah, menurut Pengamat Sosial Imam Prasodjo, karena tidak adanya akses bagi keluarga miskin untuk mendapatkan pangan. ”Meskipun kita sudah swasembada beras tapi rakyat miskin tidak dapat mengaksesnya maka sama saja. Kasus seperti ini mungkin saja terjadi,” tutur dia saat dihubungi Republika, Rabu (5/1/2011). Hal ini berarti terjadi ketimpangan.

Selain tidak adanya akses keluarga miskin untuk mendapatkan pangan seperti beras miskin (raskin), permasalahan ini kemungkinan juga disebabkan karena masalah distribusi yang tidak merata.”Kemungkinan bahan pangan tertimbun di satu tempat dan tidak terdistribusi,” tutur Imam.

Dijelaskan juga jika distribusi sudah bagus tapi tidak ada akses juga bisa menyebabkan kasus-kasus seperti ini terjadi.”Di negara kaya di luar negeri pun jika distribusi tidak berjalan mungkin saja terjadi,” kata Imam.

Di sisi lain, terjadinya kasus ini menandakan tidak berjalannya mekanisme sosial di masyarakat.”Seharusnya masyarakat bisa melakukan sesuatu untuk membantu mereka,” tutur Imam. Dan RT atau RW bisa memantau warganya.

Terkait pernyataan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono bahwa angka kemiskinan menurun, Imam mengatakan, menurun bukan berarti hilang. Bahkan ia mengatakan, masih banyak rakyat miskin yang tercecer dan belum terdata. Agung mengatakan, angka kemiskinan hingga Maret 2010 mencapai 13,3 persen menurun dibanding tahun 2009 sebesar 14,1 persen. (rep/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...