Berita Dunia Islam Terdepan

Penum Polri: Situs Radikal dari Luar Negeri

0 2

JAKARTA (Arrahmah.com) – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) diminta agar tidak abai dengan masalah situs internet yang kini dinilai telah menjadi salah satu alat penyebarluasan paham radikalisme dan gerakan subversif oleh kelompok-kelompok teroris.

Hal itu dikatakan Kabid Penerangan Umum Mabes Polri Boy Rafli Amar dalam acara “Refleksi Akhir Tahun: Kedudukan dan Peran KPI sebagai Regulator Penyiaran”, saat menyampaikan pandangannya di Gedung BAPETEN, Jakarta, Kamis (30/12/2010).

Boy melihat, di dunia online saat ini ada semacam upaya gerakan sistematis penyebarluasan paham radikalisme oleh kelompok-kelompok teroris. Pihaknya berharap KPI juga bisa memperhatikan hal ini.

Ditanya apakah pernyataannya itu mengutip hasil penelitian lembaga Australian strategic Policy Institute (ASPI) Maret 2009 lalu yang dalam hasil risetnya menyebut sejumlah situs lokal menjadi media penyebarluasan paham radikalisme, Boy mengatakan, situs-situs jenis itu dominan dari luar negeri.

“Dominan media online dari luar negeri yang bisa diakses di dalam negara Indonesia,” kata Boy ditemui Hidayatullah.com selepas acara.

Ia mengatakan situs-situs dari luar negeri itu sarat memuat propaganda.

Mewakili institusinya, Boy mengatakan setuju dan mendukung penuh gerakan serta peran KPI selama ini dalam mengawal sistem penyiaran di Indonesia.

Di era demokrasi yang beriring dengan semarak globalisasi, kata Boy, efek siaran tentu punya pengaruh yang luar biasa. Namun sebebas apapun, lanjut dia, tetap harus disadari bahwa kebebasan tetap ada rambu-rambunya.

“Kami berharap, janganlah aktivitas penyiaran menyebabkan terjadinya disintegrasi bangsa. Seharusnya siaran yang ada sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” harap Boy.

Dia berharap agar konten penyiaran televisi dapat lebih memberi manfaat dan mengedukasi masyarakat.

Ia berpesan kepada praktisi konten penyiaran, juga pihak yang selama ini dinilainya telah menyebarkan paham radikalisme, untuk dapat menyaring informasi dan menyajikannya sesuai dengan budaya Indonesia.

“Artinya, sebarkanlah informasi yang bermanfaat bagi bangsa dan aktivitas kita,” tandasnya. (hid/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...