Berita Dunia Islam Terdepan

Korban Terus Berjatuhan, Tentara Inggris Dilengkapi Pakaian Dalam Khusus Tuk Hindari Luka Berat

0 2

HELMAND (Arrahmah.com) – Potongan terbaru perlengkapan berteknologi tinggi telah dikeluarkan untuk seluruh pasukan Inggris yang disebar di Helmand kini telah memiliki nama.  Hal ini diketahui oleh pasukan yang telah mengujinya sebagai “combat codpiece”.

Tujuan dari dibuatnya pakaian tersebut adalah untuk menghindari cedera akibat ledakan di daerah panggul yang biasanya menimpa tentara salibis Inggris saat bom ranjau Mujahidin menghantam mereka.

Semua jenis telah disebar di Helmand, terdapat empat pasang celana anti-ledakan khusus.  Celana tersebut terlihat seperti celana bersepeda, namun terbuat dari bahan balistik khusus dibuat dari sutra dan sintetik, yang sangat ringan dan diklaim dapat menghentikan atau mengurangi dampak dari potongan-potongan kecil dari pecahan peluru dan kotoran saat kecepatan tinggi setelah ledakan.

Celana pelindung masuk ke dalam peringkat pertama sistem perlindungan dengan lapisan kedua atau “combat codpiece”.  Sekitar 45.000 pasang celana telah dikirim ke Afghanistan dengan 15.000 lainnya tengah dipersiapkan untuk disebar kemudian yang dibuat di Irlandia Utara.

Otoritas Inggris menghabiskan banyak biaya untuk teknologi ini.

“Kami terus meninjau apa yang dapat dilakukan untuk melindungi tentara kami-kami tidak akan pernah berhenti-dan akan terus mempelajari apa lagi yang bisa kami lakukan,” ujar Kolonel Peter Rafferty, pemimpin tim peralatan dan pendukung pertahanan, lansir BBC.

Ketika melakukan patroli, keluar dari basis militer mereka di Inggris, tentara salibis Inggris telah dilengkapi pelindung tubuh yang melindungi organ-organ utama seperti paru-paru, jantung, hati dan ginjal serta mengenakan helm untuk melindungi kepala dan kacamata khusus untuk melindungi mata dari ledakan apapun.  Namun jumlah korban luka di kalangan mereka terus meningkat, walaupun tidak dilaporkan jumlah resmi korban luka tentara Inggris akibat ledakan bom ranjau yang ditanam Mujahidin. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...