Berita Dunia Islam Terdepan

OMMA : 6 Mujahid Pemberani Guncang Pusat D.I.E di Jalalabad

0 1

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Enam mujahid pemberani Imarah Islam Afghanistan (IIA) menyerang pusat D.I.E, sebuah NGO di kota Jalalabad dimana sejumlah besar petinggi militer penjajah AS dan Inggris berkumpul untuk melakukan pertemuan, dengan senjata berat dan senjata otomatis, pelancar roket, granat dan mengenakan rompi berisi bahan peledak.

Serangan dilakukan pada Jumat (26/11/10) malam, ujar jurubicara Mujahidin.

Di sana, pertempuran sengit terus terjadi dan dengan gesit Mujahidin melancarkan serangan sesuai rencana sebelumnya dan berhasil membunuh 16 petinggi militer AS dan Inggris dengan dua pejabat perempuan dan 8 pengawal mereka, serta beberapa lainnya mengalami luka.

Seorang Mujahid pemberani yang bernama Abdullah atau lebih dikenal dengan Sher Mujahid telah dilaporkan syahid (Insha Allah) sementara yang lainnya masih terlibat dalam pertempuran di dalam gedung tersebut dan kemudian dilaporkan kelimanya juga menyusul Abdullah, syahid Insha Allah.

Dalam operasi militer lainnya, sedikitnya tujuh tentara penjajah AS tewas dan empat terluka pada Jumat (26/11) sekitar pukul 9.00 pagi dalam sebuah serangan yang dilancarkan Mujahidin IIA terhadap patroli mereka di distrik Sheikh Omair, provinsi Khost.  Laporan menambahkan sebuah ledakan juga terjadi di tempat yang sama di sore hari dan merusak satu tank NATO yang menewaskan tiga tentara penjajah AS dan melukai seorang tentara di tempat kejadian.

Mujahidin IIA menyerang basis militer musuh di Sarubi, Kabul, pada Jumat (26/11) sore sekitar pukul 17.00.  Menurut laporan, lima tentara boneka Afghan mengalami luka serius dan beberapa fasilitas di dalam basis mengalami kerusakan fatal.

Sedikitnya 3 tentara penjajah AS tewas dan dua lainnya terluka para di kota Gardiz, ibukota provinsi Paktia ketika Mujahidin melakukan serangan mendadak menargetkan patroli mereka.

Pada Jumat pagi, distrik Jan-e-Khyl mendapat serangan dari Mujahidin IIA, menurut laporan, operasi ini berlangsung selama 30 menit namun tidak diketahui korban tewas atau terluka di kubu musuh. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...