Berita Dunia Islam Terdepan

Sebuah Detonator Meningkatkan Ketakutan Jerman

0 3

BERLIN (Arrahmah.com) – Sebuah paket mencurigakan berisi detonator, baterai dan jam berdetik ditemukan di sebuah koper yang akan dikirimkan untuk Munich, ujar polisi Jerman.

Tas itu terdeteksi di bandara internasional utama di ibukota Namibia, windhoek.

Insiden ini menjadikan penerbangan menuju Munich tertunda selama beberapa jam.

Mulai hari Rabu (17/11/10), Jerman meningkatkan keamanannya disaat agen intelijen mengatakan bahwa serangan teror terencana akan menghantam Jerman.

Hal ini belum diketahui secara jelas apakah paket tersebut adalah bagian dari serangan yang dimaksud.

Namun Menteri Dalam Negeri Thomas de Maizière mengatakan paket itu mungkin telah terikat untuk Jerman.

“Ada banyak bukti bahwa bagasi tersebut dimaksudkan untuk diangkut pada penerbangan ke Munich, tapi kami akan tahu lebih banyak tentang rincian dalam beberapa hari mendatang,” katanya.

Meningkatkan keamanan

Kantor Federal Kriminal Jerman (BKA) mengirim ahli ke ibukota Namibia untuk memeriksa paket tersebut.

“Kami masih menyelidiki objek yang mencurigakan,” kata juru bicara polisi Namibia seperti yang dilaporkan BBC. “Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah teroris terkait dengan ini.  Kami hanya akan mengucapkan sesuatu ketika penyelidikan selesai.”

Pemeriksaan keamanan lebih lanjut dilakukan pada penumpang, bagasi dan pesawat itu sendiri sebelum penerbangan LTU (Air Berlin) diizinkan untuk berangkat.

Tidak ada bahan peledak yang ditemukan di tas.

“Juga tidak jelas apakah paket itu dimaksudkan untuk Jerman, karena tidak ada stiker tujuan pada koper,” lanjut juru bicara kepolisian.

Otoritas Jerman mengatakan selain bandara, stasiun kereta api dan fasilitas publik lainnya diperketat, mereka juga akan memperketat keamanan di wilayah perbatasan.

Pihak berwenang Jerman terlihat sangat takut akan ancaman yang mereka terima terutama setelah beberapa warga Jerman yang dikabarkan menghilang dari sebuah Masjid di Hamburg pada tahun lalu, muncul di kamp-kamp pelatihan di Pakistan dan Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...