Berita Dunia Islam Terdepan

Alhamdulillah, Abu Izuddin “Singa Islam” UK, Bebas Dari Penjara

0 4

LONDON (Arrahmah.com) – Alhamdulillah. Abu Izuddin, “Singa Islam” asal London, UK, akhirnya bebas dari penjara toghut Inggris, Kamis (28/10). Sekitar 50 orang ikhwan menyambut kebebasan beliau di gerbang penjara Nick Pentonville, London Utara. Singa Islam itu pun kembali ‘mengaum’.

Orator Ulung dan Pemberani

Abu Izuddin (35) dikenal di UK karena keberanian dan kepiawaiannya dalam berorasi. Beliau selalu hadir dalam setiap aktivitas dakwah amar ma’ruf nahi munkar di negeri mayoritas kafir (UK) tersebut.

Abu Izuddin mendekam 4 tahun lebih dipenjara Pentoville, London Utara dengan tuduhan penghujatan pada tahun 2006. Saat itu beliau dengan gagah berani mendebat John Reid (pejabat home sekretaris UK) di depan umum. Saat itu, John Reid sedang berbicara tentang terorisme dan seketika mendapat interupsi dari Abu Izuddin.

Abu Izuddin pada kesempatan itu menyampaikan betapa Inggris bersama AS dan sekutu-sekutunya ikut membantai kaum Muslimin di Irak dan Afghanistan. Abu Izuddin terus saja bicara meski dicegah oleh beberapa petugas keamanan. Beliau memang berani dalam menyampaikan al haq.

Orasi Selepas Menghirup Udara Segar  

Bebas dari penjara bukan berarti berhenti menyuarakan al haq. Buktinya, baru saja menghirup udara segar, Abu Izuddin langsung memberikan orasi kepada publik dengan naik ke dinding penjara Pentoville.

Dalam orasi pertama beliau setelah bebas dari penjara itu, beliau menyampaikan bahwa masyarakat Inggris harus sadar karena mereka ikut membiayai pembasmian kaum muslimin di Afghanistan. Orasi beliau langsung disambut pekik takbir para ikhwan yang hadir.

 “Saya tidak percaya siapa pun, bahkan non-Muslim, harus membeli poppy (bunga poppy) karena mereka tidak harus mendukung ini perang ilegal. Aku tahu hari ini tentang bunga poppy, tapi saya ingin berbicara kepada Anda tentang banyak kekejaman di Afghanistan. Pasukan yang melakukan pembunuhan ilegal di luar negeri. Rumah telah dihancurkan, mesjid telah dihancurkan. Muslim dibunuh dan disiksa oleh kekuatan. Saya akan menyarankan semua orang untuk melihat ke hati nurani mereka dan melihat apakah mendukung pendudukan negara merdeka yang melibatkan pembunuhan, pemboman dan memasuki rumah-rumah penduduk adalah sesuatu yang mereka bisa duduk dengan diam dan tenang di dalam hati mereka. Ini adalah perang yang illegal dan melibatkan pembunuhan orang-orang tidak berdosa.”

Abu Izuddin Berjanji Akan Terus Berdakwah

Abu Izuddin (dahulu bernamaTrevor Books) adalah seorang mualaf, dan kini dikenali sebagai salah satu dari Singa Tauhid Inggris, selain Syekh Abu Hamzah Al Misri dan Syekh Anjem Choudary.

Abu Izuddin adalah seorang mualaf asal Jamaica, bahkan berasal dari keluarga Kristen. Beliau mulai dikenal publik saat mendebat John Reid, saat pidato pertamanya untuk khalayak muslim dan membicarakan masalah terorisme. Saat itulah, Abu Izuddin ‘menyerang’ John Reid bak singa ganas yang mempertahankan al haq.

Orasi sepanjang 20 menit pasca pembebasannya membuktikan bahwa Abu Izuddin akan terus mengatakan al haq di negeri berpenduduk mayoritas kafir tersebut. Dalam kesempatan itu, Abu Izuddin juga meminta agar syariat Islam diterapkan di UK dan beliau juga bersumpah tidak akan berhenti mendakwahkan Islam di negeri tersebut.

Abu Izuddin juga menyatakan bahwa hak asasinya sebagai seorang manusia juga telah diabaikan oleh pengadilan UK.  Beliau menyatakan :

“Di negeri ini Anda tidak bersalah sampai terbukti Muslim. HAM tidak berlaku untuk umat Islam, dan hanya berlaku terhadap hewan, kucing dan anjing-anjing…”

Rencananya, pihak berwenang akan mengawasi setiap gerakan Abu Izzadin dan ia harus melaporkan ke polisi jika dia meninggalkan negara itu.

“Aku harus memberitahu polisi jika aku pernah meninggalkan negara itu dan aku akan memberitahu Anda mengapa itu. Di sini, mereka tidak melibatkan diri secara langsung dalam penyiksaan. Mereka menggunakan pengganti untuk melakukannya.. Jika saya pergi ke Maroko, mereka akan memberitahu pihak berwenang di sana dan di sanalah aku akan disiksa. Jika saya pergi ke Libanon aku akan disiksa di sana, begitulah bagaimana pemerintah ini bekerja.”

Wallahu’alam bis showab!

(M Fachry/arrahmah.com)

Lihat videonya : http://www.izharudeen.com/

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...