Mbah Maridjan Meninggal Dunia, Jenazahnya Jalani Tes DNA

0 23

SLEMAN (Arrahmah.com) – Jenazah Juru Kunci Gunung Merapi,Mbah Maridjan menjalani tes DNA yang dilakukan tim dokter forensik Rumah Sakit Dr.Sardjito Yogyakarta, Rabu (27/10/10). “Tes DNA itu untuk memastikan salah satu jenazah korban erupsi Merapi adalah Mbah Maridjan,” kata anggota tim Disaster Victim Identification Kedokteran Kepolisian Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Agung Hadi Wijarnako di RS Dr Sardjito Yogyakarta.

Ia mengatakan upaya melakukan tes DNA tersebut dengan pertimbangan bahwa Mbah Maridjan merupakan tokoh masyarakat setempat yang dikenal luassehingga perlu kepastiaan terhadap jenazah yang diduga juru kunci

Gunung Merapi itu. Dari sejumlah 25 jenazah korban awan panas erupsi Gunung Merapi yang dibawa di RS Dr Sardjito itu, salah satunya memiliki ciri-ciri fisik yang dimiliki Mbah Maridjan di antaranya jempol tangan kanan bengkok.  “Selama ini Mbah Maridjan diketahui memiliki jempol tangan kanan bengkok,”katanya.

Selain tes DNA, kata dia tim kedokteran melakukan pengenalan fisik lewat tinggi badan, berat badan, struktur gigi dan baju dikenakan terakhir kali sehingga tim memastikan bahwa jenazah itu adalah Mbah Maridjan. Menurut dia dari 25 jenazah korban awan panas itu, enam jenazah di antaranya belum terdientifikasi. Kondisi jenazah rata-rata 70 persen masih bisa dikenali.

“Sementara jenazah wartawan vivanews.com Yuniawan Nugroho dan relawan PMI Bantul sudah diambil keluarganya,” tuturnya.

Sementara itu Polda DIY memembuka pos pelayanan orang hilang berkaitan dengan bencana Gunung Merapi, bertempat di di RS Dr Sardjito, Yogyakarta. “Sampai saat ini kami sudah menerima lima laporan orang hilang sehubungan dengan erupsi Merapi tersebut. Dalam menangani orang hilang ini kami bekerja sesuai standar Interpol,”kata Agung.

Sebelumnya tersebar luas berita yang mengatakan bahwa Mbah Maridjan meninggal dunia pada Rabu (27/10) dinihari.  Jasadnya sekitar pukul 06.05 berhasil dievakuasi dari lereng Gunung Merapi tepatnya di Desa Kinahrejo Kecamatan Cangkringan, Sleman atau berjarak sekitar 6 km dari puncak Merapi.

Jenazah Mbah Maridjan ditemukan dalam kondisi bersujud di dalam kamarnya.  Wallahu Alam! (haninmazaya/republika/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Leave A Reply

Your email address will not be published.