Berita Dunia Islam Terdepan

Muslim Kanada Utara Siap Sambut Hadirnya Masjid Baru

0 0

OTTAWA (Arrahmah.com) – Sebuah masjid bongkar pasang yang berukuran tak terlalu besar sedang melewati 4.000 kilometer (2.486 mil) perjalanan di darat dan perairan mendekati Kutub Utara. Masjid ini diperuntukkan bagi penduduk Muslim di Kanada utara, Middle East Online melaporkan pada Minggu (5/9/2010).

Jumlah Muslim di Inuvik, sebuah kota yang terdiri dari 4.000 penduduk di Northwest Territories, telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir menjadi sekitar 80 orang. Sebab itulah mereka merasa sebuah karavan sepanjang tujuh meter yang dipakai sebagai pengganti masjid, tidak lagi bisa digunakan.

Jamaah tidak mampu untuk membangun masjid baru di kota karena harga tenaga kerja dan bahan bangunan lebih tinggi daripada di bagian selatan Kanada, kata pemimpin proyek, Ahmad Alkhalaf.

Tapi mereka menemukan pemasok bangunan bongkar pasang di Manitoba yang menjanjikan harga yang lebih rendah setengahnya dari harga bangunan permanen.

Salah satu lembaga amal setempat, Yayasan Zubaidah Tallab Thompson, Manitoba, juga menawarkan diri untuk menanggung sebagian besar biaya pembangunan masjid seluas 1.500 kaki persegi, Alkhalaf mengatakan melalui telepon dari Inuvik.

Pada akhir Agustus kemarin, masjid kuning kecil ini mulai diangkut oleh sebuah truk melewati melalui padang rumput yang luas dan hutan Barat Kanada menuju Sungai Hay di tepi Danau Great Slave, Northwest Territories. Untuk sampai di Inuvik, masjid ini harus menyebrangi Sungai McKenzie ke Inuvik yang terletak sekitar 200 kilometer (124 mil) dari utara Lingkaran Arktik.

“Kami memperkirakan untuk tiba pada tanggal 24 September,” kata Alkhalaf.

“Masjid ini akan ditempatkan pada sebidang tanah yang dibeli oleh jamaah di bagian perumahan kota.”

Alkhalaf menambahkan bahwa pada awal November tahun ini, masjid akan siap melayani para jamaah yang sebagian besar merupakan imigran dari Sudan, Libanon, dan Mesir yang pindah ke Kanada utara untuk mencari pekerjaan dan memperbaiki kondisi perekonomiannya. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...