Berita Dunia Islam Terdepan

Puluhan Tewas Dalam Pertempuran Sengit di Somalia

0 1

MOGADISHU (Arrahmah.com) – Sedikitnya 38 orang tewas dan puluhan terluka dalam pertempuran sengit terakhir yang terjadi antara Mujahidin Al-Shabaab dengan tentara pemerintah transisi Somalia.

Pertempuran meletus di ibukota Somalia, Mogadishu pada Senin (23/8/2010) setelah Mujahidin Al-Shabaab menyerang posisi tentara Somalia yang didukung tentara Uni Afrika, lapor Press TV.

Saksi mata mengatakan tembakan mortar tak henti dilakukan.

“Tembakan mortar dari kubu tentara pemerintah menghancurkan bangunan di sekitar pasar.  Lima sipil tewas dalam tembakan ini,” ujar Rukiya Ahmed yang tinggal di dekat lokasi kejadian.

Rumah Sakit Medina di Mogadishu melaporkan menerima 75 korban terluka.

Keterangan dari kelompok militan bayaran, ahlu sunnah menyalahkan Al-Shabaab atas jatuhnya korban sipil.

“Mereka menyerang basis kami di Dabka namun kami mundur hingga membawa mereka ke Bakara dimana serangan semakin sengit dilakukan,” klaimnya.

“Jurubicara Al-Shabaab mendeklarasikan perang besar-besaran melawan pemerintah Somalia pada Senin (23/8),” ujar statetem Menteri Informasi.

Pertempuran terkahir terjadi setelah Al-shabaab mengumumkan akan melakukan perang besar-besaran melawan pemerintah Somalia yang didukung PBB dan Uni Afrika yang enggan menegakkan syariat Islam sebagai aturan hidup.

“Kami akan melancarkan serangan besar menargetkan tentara asing dan pendukung mereka secepatnya,” ujar Sheikh Ali Mohamud Rage, jurubicara Al-Shabaab.

Sementara itu, Wakil Kepala Misi Uni afrika di Somalia, Wafula Wamunyinyi mengumumkan bahwa Uganda telah mengirimkan banyak pasukan tambahan ke Mogadishu dan menambahkan bahwa pasukan tambahan tersebut akan membuat langkah besar dalam memerangi Al-Shabaab.

“Dengan 2000 tentara baru, kami berharap kami akan mengembangkan pergerakan dan menekan ‘pemberontak’ di Mogadishu,” ujarnya.

Mujahidin Al-Shabaab tengah berjuang mengalahkan pemerintah transisi Somalia yang dipimpin oleh munafikin Sharif Ahmed dan didukung oleh negara-negara Barat termasuk AS. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...