Berita Dunia Islam Terdepan

Sebuah Bom Hantam Masjid di Waziristan

0 1

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Setidaknya 16 orang dilaporkan tewas dalam ledakan di sebuah masjid di kompleks sekolah Islam di daerah perbatasan Waziristan Selatan, lansir Al Jazeera pada Senin (23/8/2010).

Pejabat intelijen setempat mengatakan seorang pemimpin agama terkemuka menjadi target ledakan yang terjadi di kota Wana, di dekat perbatasan Afghanistan pada hari Senin (23/8).

“Tampaknya ini adalah serangan bunuh diri dan Maulana Noor Mohammad Noor adalah targetnya,” ungkap pejabat intelejen dikutip Reuters.



Noor Mohammad adalah seorang mantan anggota parlemen yang juga merupakan pemilik sekolah. Noor sedang menghadiri shalat berjamaah di masjid saat pembom menyerang.

Masjid rusak parah dalam ledakan itu, dan penduduk lokal berusaha mengevakuasi korban yang terjebak di reruntuhan. Seorang pejabat medis di rumah sakit paramiliter Wana menyatakan beberapa orang mengalami luka kritis.

“Kami telah menerima 14 korban cedera dan kondisi mereka sangat kritis,” kata pejabat pada AFP.

Sejauh ini belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas insiden pemboman itu.

Di tempat lain di daerah perbatasan Pakistan, tujuh orang tewas akibat terkena ledakan ranjau saat sejumlah tokoh masyarakat bertemu di desa Khumas distrik Kurram.

Saat ini masih belum jelas apakah ledakan tersebut merupakan serangan yang disengaja atau meledak tanpa sengaja.

Pada hari yang sama, serangan rudal dari pesawat tanpa awak AS menghantam desa Danda Darpa Khel, di pinggiran Miramshah, Waziristan Utara. Serangan ini merupakan serangan pesawat tak berawak AS ke-53 di Pakistan selama tahun 2010.

Pemerintah AS mengklaim tidak tahu-menahu seputar penyerangan ini, meskipun sejumlah laporan membuktikan bahwa CIA ada di balik beroperasinya pesawat predator yang haus darah ini.

Serangan yang terjadi pada Senin (23/8) ini diyakini sejumlah kalangan merupakan operasi yang ditargetkan pada jaringan Haqqani yang berbasis di provinsi tersebut dan dianggap sebagai ancaman terbesar bagi pasukan NATO di Afghanistan. (althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...