Untuk Mencetak Penghafal Al Qur'an 30 Juz, Indonesia Harus Perang?

0 7

PALEMBANG (Arrahmah.com) – Ribuan umat muslim di Palembang meramaikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1431 Hijriah yang digelar pengurus Masjid Agung Palembang,tadi malam (26/7/2010).

Peringatan Isra Mi’raj kali ini diisi tausyiah yang disampaikan Syeikh Ali Shaleh Muhammad bin Ali Jaber, seorang guru Tahfidz Quran di Masjid Nabawi dan imam shalat di salah satu masjid Kota Madinah. Dalam taushiahnya, Syeikh Ali menyampaikan Isra dan Mikraj memiliki nilai yang sangat penting dalam aqidah umat muslim.

Peristiwa yang sulit diterima akal tersebut merupakan ujian bagi aqidah setiap muslim. Seorang muslim yang kuat aqidahnya akan mengimani peristiwa tersebut tanpa ragu sedikitpun. Namun bagi mereka yang tidak,tentu sulit menerima keabsahan peristiwa itu.

Bahkan tidak menutup kemungkinan di zaman sekarang masih ada orang-orang yang berusaha mengaburkan hakikat Isra dan Mikraj dengan berbagai alasan, seperti logika dan yang semacamnya. “Kalau bukan karena keimanan yang kuat kepada Allah SWT dan rasul-Nya, maka kejadian Isra Mikraj itu tidak dapat diterima akal sehat manusia,” tegasnya.

Oleh karena itu nilai yang harus ditanamkan kepada umat muslim saat ini yaitu harus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sebab tanpa kuasa dan izin Allah niscaya suatu perbuatan tidak akan bermanfaat baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Di jalur Gaza itu, Israel terus menerus melakukan pembantaian terhadap warga Palestina. Tapi karena ibadah umat muslim Palestina begitu kuatnya sembari terus melakukan perlawanan kepada Israel, maka Allah SWT izinkan angka kelahiran di Palestina demikian besarnya. Itulah yang membuat pejuang-pejuang Palestina tidak berhenti silih berganti,” katanya.

“Dengan kondisi keterbatasan seperti itu umat muslim di Palestina tetap mau beribadah dan mereka punya 15.000 lebih penghafal Alquran 30 juz. Di Indonesia dengan kondisi yang lebih kondusif dan fasilitas yang lebih baik kok kalah sama mereka. Apa Indonesia mesti diserang dulu biar banyak yang hafal Alquran. Marilah bangkit. Tidak ada yang tidak bisa, yakin itu,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin yang rencananya menghadiri peringatan ini batal datang karena tengah dinas luar kota. Alex diwakili Asisten III Setda Pemprov Sumsel Aidit Aziz. Dalam kata sambutannya, gubernur meminta maaf tidak bisa hadir pada peringatan Isra Mikraj kali ini. Lalu ia menyampaikan Isra Miraj bisa dimaknai pada kehidupan modern saat ini adalah tidak ada usaha atau upaya yang dilakukan seorang hamba manusia yang tidak mungkin diwujudkan. Kuncinya adalah keyakinan dan kesabaran.

“Sebagai hamba Allah SWT, kita harus mengimani segala peristiwa terjadi di bawah kuasa-Nya. Oleh karenanya kita manusia harus selalu optimistis dan tidak pernah berhenti berusaha. Yang tidak kalah penting adalah ber-munajat kepada penguasa alam dan kehidupan yaitu Allah SWT,” ujar gubernur yang disampaikan Aidit. (voi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Leave A Reply

Your email address will not be published.