Syekh Anjem Choudary : Rezim Inggris Belum Belajar Dari Peristiwa 7/7

0 6

LONDON (Arrahmah.com) Syekh Anjem Choudary, ulama kharismatik, pendiri sekaligus pimpinan Al Muhajirun Inggris dan situs Islam ‘Islam4UK’, kembali mengeluarkan rilis resmi berkenaan dengan peristiwa 7/7. Pada tanggal  7 Juli 2005 tersebut, kota London diguncang beberapa bom yang dibawa oleh 4 orang pemuda Inggris dengan ranselnya. Berikut rilis resmi lengkapnya.  

REZIM INGGRIS DAN MASYARAKATNYA BELUM BELAJAR DARI PERISTIWA  7/7

Pada peringatan tahun ke 5 dari serangan terhadap Inggris pada tanggal 7 Juli 2005, jelas bahwa rezim Inggris dan masyarakatnya secara umum tidak membuat kemajuan untuk menghindari bencana lain seperti yang menimpa mereka. Sebaliknya lebih banyak bahan bakar yang dituangkan ke api dan bibit masih terus ditaburkan untuk serangan potensial lebih lanjut yang bisa mengakibatkan kerusuhan sipil yang serius tumpah ke jalan-jalan di Britania, Inggris.

Alasan mengapa serangan pada 7/7 berlangsung dengan jelas digariskan dalam surat wasiat Sidique Mohammad Khan dan Shehzad Tanweer yaitu kebijakan luar negeri pendudukan tanah Muslim di Irak dan Afghanistan dan pembunuhan orang muslim, wanita dan anak-anak di negara-negara Muslim . Oleh karena itu, jika rezim Inggris tidak menarik semua pasukan mereka dari Irak dan Afghanistan dan berhenti mendukung negara bajak laut Israel, tak diragukan lagi kejadian serupa akan terjadi lagi. Solusi untuk menghindari serangan lebih mengerikan di daratan Inggris berada di tangan publik Inggris dan pemerintah bahwa mereka telah memilih untuk melakukan penawaran mereka, serta masyarakat Muslim untuk memperingatkan massa tentang konsekuensi dari tindakan mereka.

Terbukti, bahwa kehadiran pasukan Inggris di Afghanistan adalah penyebab ketidakamanan di dalam negeri Inggris. Hal yang disampaikan oleh semua analis yang serius ini tadinya hanya dianggap sampah, dan kini terbukti harus diterima sebagai sebuah kenyataan. Sebaliknya pendudukan tanah muslim dan kekejaman yang dilakukan terhadap umat Islam atas nama kebebasan dan demokrasi merupakan penyebab ketidakstabilan di negara-negara Muslim dan penyebab ketidakamanan di Inggris.

Tindakan seperti perintah-perintah pengawasan, penghentian aksi dan  pencarian mereka yang diduga teroris, dan amandemen UU Terorisme  tidak akan mencegah orang-orang yang telah memutuskan untuk melakukan operasi militer melawan Inggris, akan tetapi semakin memprovokasi mereka lebih lanjut. Oleh sebab itu  tindakan yang dapat membantu Inggris untuk menghindari korban lebih banyak adalah melakukan hal rasional dan  menarik pasukan mereka dari negara-negara Muslim dan berhenti mendukung ‘perang melawan terorisme’, yang setiap Muslim tahu bahwa perang tersebut adalah perang melawan Islam dan kaum Muslimin.

Laporan oleh Pusat Kohesi Sosial (The Center for Social Cohesion) tentang terorisme dalam negeri dalam berita terkini menunjukkan bahwa mayoritas dari mereka yang telah dikaitkan dengan serangan teroris di Inggris adalah mereka warga negara asli yang lahir di Inggris. Fakta kedua, menunjukkan mereka terkait dengan Al Muhajirun. Meskipun  kenyataannya, kebijakan luar negeri rezim Inggris-lah yang  merupakan faktor utama di balik ketidakamanan negara ini. Keterkaitan khusus dengan Al Muhajirun tidak memiliki bukti kuat untuk mendukung laporan dia atas. Sebagai pendiri dan pemimpin Al Muhajirun Inggris, saya bisa tegaskan bahwa tidak ada anggota organisasi yang pernah terlibat dalam operasi militer di negeri ini. Sebaliknya kami selalu menekankan bahwa umat Islam tinggal di Inggris di bawah perjanjian keamanan di mana kehidupan dan kekayaan non-Muslim adalah aman sebagai imbalan atas hidup kita dan kekayaan yang dilindungi. Apa yang kaum muslimin lakukan setelah mereka meninggalkan gerakan ini atau yang telah mengembangkan pandangan Islam berbeda tidak dapat dikaitkan dengan gerakan ini.  

Pemerintahan Cameron/Clegg, memiliki kesempatan setelah terpilih sebagai Perdana Menteri Inggris yang baru, untuk menjelaskan kebohongan yang disampaikan kepada publik oleh rezim Brown dan Blair tentang alasan perang yang dilakukan Inggris di Irak dan Afghanistan. Dengan menyampaikan kebohongan rezim sebelumnya, maka mereka melindungi warga negara mereka sendiri dari kematian lebih lanjut dan aniaya.

Namun kita  melihat bahwa mereka malah memutuskan untuk tenggelam lebih dalam ke kubangan dengan meningkatkan jumlah pasukan di Afghanistan dan mengulangi retorika tidak logis dari para pendahulu mereka. Penambahan pasukan ini justru menjadi propaganda perang dan menjadikan kaum muslimin lebih gigih melawan kejahatan Inggris dan Amerika yang dilakukan terhadap saudara-saudara mereka, mulai dari penyiksaan dan penahanan palsu dari ratusan umat Islam tak bersalah di Teluk Guantanamo hingga operasi bawah tanah yang dilakukan oleh agen CIA dengan target sasaran warga sipil di Pakistan.

 

Mr Anjem Choudary

Hakim Mahkamah Syariah Inggris

Pendiri & Pimpinan Al Muhajiirun Inggris, dan Situs Islam ‘Islam4UK’ 

Source : almuhajirun.net/anjemchoudary.com

Baca artikel lainnya...

Leave A Reply

Your email address will not be published.