Berita Dunia Islam Terdepan

Bengis, Masjid Somalia Jadi Sasaran Peledakan, 30 Tewas

0 9

MOGADISHU (Arrahmah.com) – Dua bom meledak di sebuah masjid di pasar utama Mogadishu pada hari Sabtu (1/5). Setidaknya 30 orang tewas dan 70 lainnya luka-luka, kata para pejabat.

Ledakan di pasar Bakara ini terjadi saat banyak orang sedang duduk di dalam masjid Shideye Abdala untuk menunggu shalat dzuhur. Kebanyakan korban adalah jamaah masjid tersebut, kata pengusaha Abdulle Ahmed yang menyaksikan insiden.

“Yang pertama terjadi di belakang masjid dan yang lainnya di depan. Saya melihat ada sekurangnya 11 mayat dan 18 luka-luka,” kata seorang pengusaha, Ismail Dahir.

“Percikan darah dan serpihan daging manusia menodai dinding dan tercecer di sekitar masjid,” dia menambahkan.

Menurut Ali Muse, kepala layanan ambulans Mogadishu, mengatakan sedikitnya ada 30 orang tewas dan 70 luka-luka. Sementara itu, Abdullahi Haji Ilmi, salah seorang saksi yang lain mengatakan dia menghitung terdapat 32 orang yang tewas.

Bahkan, menurut pemberitaan media nasional Somalia, salah seorang petinggi al-Shabab berada di dalam masjid saat ledakan. Sejauh ini masih belum diketahui apakah Mohamed Fuad Qalaf selamat dari pemboman ataukah tidak.

Muhammad Fuad Qalaf adalah salah satu di antara 11 orang yang asetnya baru-baru ini dibekukan oleh Amerika dengan dalih keterlibatannya dalam ‘terorisme’.

“Syaikh Fuad sering menjadi rujukan bagi masyarakat setempat dan selalu mengadakan kajian di masjid setiap hari Sabtu,” kata yang saksi lain, Farhan Alin.

Juru bicara al-Shabab, Syaikh Ali Rage Mohamad, mengutuk insiden tersebut dan mengatakan dengan lantang bahwa serangan terhadap tempat suci umat Muslim itu sudah bisa dipastikan dilakukan oleh perusahaan keamanan asing yang hendak membantai Muslim.

Pasar Bakara merupakan pasar utama di Somalia. Meskipun kondisi semakin menegang, pasar Bakara menjadi pusat aktivitas ekonomi dan menjadi tumpuan hidup masyarakat Mogadishua. Daerah ini dikuasai oleh al-Shabab dan Hizbul Islam.

Pada saat yang sama, pemerintah Somalia yang didukung PBB, menilai pasar tersebut sebagai kubu ‘pemberontak’ dan menjadi salah satu tempat dimana tentara bayaran Somalia dan AMISOM melakukan baku tembak dengan mujahidin. (althaf/ap/shbl/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...