Berita Dunia Islam Terdepan

Penjelasan Resmi Kementerian Urusan Syariah Daulah (Pemerintahan) Islam Iraq

0 1

Iraq (Arrahmah.com) Berikut penjelasan resmi Kementerian Urusan Syariah Daulah (Pemerintahan) Islam Iraq kepada umat Islam atas syahidnya Syekh Abu Umar Al Baghdady & Syekh Abu Hamzah Al Muhajir (Syekh Abu Ayyub Al Misry) yang dirilis oleh Markaz Al Fajr Publishing.

بسم الله الرحمن الرحيم

Penjelasan Resmi Kementerian Urusan Syariah Daulah (Pemerintahan) Islam Iraq

 Kepada Umat Islam

Atas Syahidnya Syekh Abu Umar Al Baghdady & Syekh Abu Hamzah Al Muhajir (Syekh Abu Ayyub Al Misry)

Segala puji milik Allah Robb semesta alam, sholawat dan salam semoga terlimpah untuk pemimpin umat yang putih bersih pada hari kiamat, imam mujahidin Nabi Muhammad, untuk keluarganya dan sahabatnya, seluruhnya…

Wa, ba’du :

Allah Ta’alla berfirman:

وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ * وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Berapa banyak Nabi yang berperang bersama sekelompok banyak (pengikutnya), mereka tidak lemah terhadap apa yang menimpa mereka di jalan Allah, mereka juga tidak loyo dan kendor. Dan Allah mencintai orang-orang yang bersabar. Mereka tidak mengucapkan (sesuatu) melainkan perkataan, ‘wahai Robb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan sikap berlebihan kami dalam urusan kami, teguhkanlah kaki kami dan tolonglah kami dalam (melawan) kaum kafir.” (Alu ‘Imron: 146 – 147)

Wahai Umat Yang Mulia…

Setelah melewati perjalanan panjang yang penuh dengan pengorbanan dan perlawanan terhadap kebathilan beserta golongannya, dua ksatria kalian telah naik untuk menyusul rombongan para pemimpin yang telah meraih syahadah, rombongan para prajurit yang (berani) maju ketika orang-orang pada mundur. Mereka telah bersabar mejalankan perintah Allah ketika manusia tidak sabar. Mereka telah bersabar melawan musuh-musuh Allah. Mereka telah ber-ribath di perbatasan Islam. Padahal kematian telah menanti mereka di bumi maupun di udara, di setiap sudut dan di setiap tempat…

Demi Allah, kami merasa mulia untuk mengumumkan berita kehilangannya umat Islam untuk yang kesekian kalinya, (yakni) dua komandan jihad dan dua perwira yang tidak diketahui mengenai mereka, kecuali sebagai prajurit yang teguh di atas jalan jihad seburuk apapun cobaan, kerasnya ujian dan banyaknya (jumlah) musuh. Sehingga Allah membukakan pintu baru untuk menegakkan diin melalui kedua tangan mereka berdua dan untuk menerapkan syari’ah Robb semesta alam di bumi ‘Iraq.

Allah telah mengangkat nama mereka berdua dan Dia jadikan nama mereka berdua sebagai penyumbat tenggorokan orang-orang kafir. Membunuh mereka adalah tuntutan dalam perang salib. Orang-orang kafir telah menyiapkan rombongan spionase, pasukan agen, gerombolan intelijen dan satelit mata-mata. Hingga Allah menghendaki kepergian dua ksatria ini sebagai syahid di jalan Allah, demikian kami menyangkanya sedangkan Allah yang paling mengetahui mereka berdua.

Meskipun rasa sedih menyelimuti hati kami dengan mengumumkan kabar seperti ini, demi Allah, sungguh kami tidak mengatakan kecuali (untuk) mencari ridho Robb kami, “innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’un.” Kami memohon kepada Allah untuk menerima kedua pemimpin ini sebagai syahid di jalan-Nya, memberi mereka rizki surga firdaus.

وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“dan siapakah yang lebih menepati janjinya daripada Allah? Maka bergembiralah dengan penjualan yang telah kalian lakukan, dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar.” (at-Taubah: 111)

Semoga kami bisa menenangkan Ahli Siddiq (orang-orang jujur) dari kalangan kaum muslimin di belahan bumi timur dan barat, khususnya para masyayikhul ummah, para komandan jihad di bumi Afghan, Pakistan, Jazirah ‘Arab, bumi Shomal, Maghrib Islamiy, dan Syam. Kami juga tidak melupakan penyejuk mata di bumi Qowqaz perwira, demikian juga di Philipina dan Indonesia, dan Nigeria…kami tenangkan mereka bahwa pemerintahan Daulah Islam di ‘Iraq dengan izin Allah telah dipegang oleh tangan-tangan yang kuat.

Dengan karunia Allah perintahnya dapat dilaksanakan. Dan dengan izin Allah, Islam tidak akan diserang dari arah kami. Sungguh kedua syaykh ini -semoga Allah menyayangi keduanya- beserta majlis syuro telah memperhitungkan hari ini dengan baik. Mereka telah menyiapkan persiapan untuk hari itu, dan mereka talah menetapkan urusan itu sebelumnya. Bagaimana tidak, tidak berlalu satu saat pun dalam kehidupan beliau berdua kecuali dalam kancah menghadapi maut dan bombardier musuh, dimana dua hal tersebut tidak pernah luput dari hadapan beliau berdua.

Sungguh di waktu ini, kami ingatkan saudara seagama dan para pembela Daulah Islam disetiap tempat dari kalangan orang-orang yang hatinya tergantung dengan kedua syaykh ini, kami berikan berita gembira kepada mereka; bahwa terbunuhnya para komandan dan gugurnya mereka di medan perang adalah bagian dari hal-hal yang lazim dalam jihad dan bagian dari sunnah Allah terhadap hambanya.

Sebagaimana dengan yakin kami menyangka bahwa hal ini adalah tanda atas benarnya manhaj dan kejujuran orang-orang yang menempuh jalan ini. Sebagaiamana (kami yakin) bahwa darah mereka adalah salah satu sebab (turunnya) barokah, tamkiin dan kemenangan dari Robb semesta alam. Demi Allah, ksatria kami tidak pergi (gugur) di medan perang ini, melainkan (pasti) Allah berikan kemenangan yang tak disangka kepada kami dengan darahnya. Karena barokah jihad kami adalah dengan darah para pemimpin kami.

Maka wahai saudara tauhid, tetaplah teguh terhadap jalan kebaikan yang kalian tempuh untuk membela diin Allah dan wali-wali-Nya. Berjalanlah di atas jalan yang karenanya kedua syaykh ini terbunuh. Jadikan darah kedua amir ini sebagai cahaya dan api… cahaya yang menerangi jalan kalian serta meringankan urusan kalian, dan api bagi musuh-musuh millah dan diin ini.

إِن يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِّثْلُهُ وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاء وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

“jika kalian ditimpa luka, sungguh mereka juga ditimpa luka yang sama. Dan itulah hari-hari yang kami pergilirkan di antara manusia dan supaya Allah mengetahui orang-orang yang beriman dan mengambil sebagian kalian sebagai syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim.” (Ali ‘Imron: 140)

Ingatlah bahwa kalian di sini di Daulah Islam, memiliki saudara-saudara yang telah memecahkan sarung pedang mereka. Mereka meninggalkan keluarga, tempat tinggal dan kenikmatan hidup, sedangkan lisan keadaan mereka mengucapkan sebagaimana yang dikatakan oleh Salim Maula Abu Hudzayfah r.a ketika dikatakan kepadanya : “sesungguhnya kami takut untuk mendahului dalam memperoleh kesyahidan. Maka jawab beliau : “Amat buruk pembawa Al Qur’an jika aku kalian dahului dalam memperolehnya.”

Adapun perincian insiden (wafatnya kedua syaykh) ini, sungguh orang-orang yang menjadikan dusta sebagai agama telah melakukan manipulasi. Kaum salibis dan antek-antek mereka yang memanipulasi berita telah berselisih dan menisbatkan kemenangan pada diri mereka. Padahal hakekat kejadian itu; bahwa Amiirul mu’miniin rahimahullah telah sampai di salah satu tempat persinggahan di distrik itu sembari menerima para tamu untuk memutuskan sebagian urusan daulah. Dan perjumpaan itu juga dihadiri oleh menterinya yang pertama yakni Abu Hamzah al-Muhajir.

Namun, ketika pasukan penyerang telah sampai, terjadilah baku tembak dengan tim penjaga. Hal ini memaksa pasukan penyerang untuk mundur. Mereka tidaklah berani memasuki wilayah dan kaki mereka tidak pula menginjak tempat kejadian, kecuali setelah para pengecut itu membom-bardir sejumlah target dengan pesawat yang di antaranya adalah rumah itu. Mereka pun yakin telah menghancurkan seluruh target dan membunuh siapa saja yang ada di dalamnya. Kemudian mereka terkejut dengan keberadaan dua syaykh rahimahumahumallah.

Dan inilah kebiasaan mereka. Karena sesungguhnya mereka adalah orang yang paling rendah dan paling hina untuk berhadapan dengan Ahli Tauhid sebagai lelaki. Apalagi (jika berhadapan) dengan syaykh yang pemberani, Amiirul Mu’miniin al-Quroysyi al-Baghdadiy dan Singa Islam Abu Hamzah al-Muhajir.

Kami ingatkan kaum muslimiin bahwa aliansi salibis – rofidhah akan terus menerus mengambil keuntungan dari peristiwa ini, mengembangkan peristiwa ini dan menekan media masa untuk memoles gambaran perangkat keamanan yang rusak milik pemerintahan Zona Hijau. Dan pengumuman kemenangan semu melawan mujahidin adalah satu hal yang sangat mereka butuhkan setelah serangan-serangan para mujahidin mengguncang pilar-pilar negara mereka dan menjatuhkan sisa-sisa kehebatan mereka. Sebagaimana pasukan salibis sangat butuh untuk menutupi media massa dan hasil (siaran) dari televisi yang membenarkan penarikan yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika yang memerintahkannya setelah mereka kehilangan keinginan untuk lebih lama berhadapan dengan para mujahidin dan (untuk) memerangi mereka di bumi ini (Iraq). Maka janganlah terepengaru oleh bualan mereka.

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ.

“Janganlah kalian lemah dan janganlah kalian sedih sedangkan kalian adalah orang-orang yang tingg jika kalian beriman.” (Alu ‘Imron: 139)

Sebagai ganti dari kesedihan hati kami setelah membaca penjelasan ini, kami umumkan juga berita gembira yang paling utama yang akan datang selanjutnya -dengan izin Allah-, setelah Allah memberikan karunia kepada para mujahidin dengan sempurna.

Berita gembira ini khususnya mengenai bergabungnya sebagian besar orang-orang yang jujur dengan rombongan Daulah Islam. Dan orang-orang yang memulai dialog dengan mereka sebelum dan sesudah adalah saran Syaikh Abu ‘Umar rahimahullah. Dialog ini menghasilkan bergabungnya beberapa jama’ah dengan Daulah Islam, diawal barisannya adalah Jama’ah Jaisy Abu Bakar As-Salafiy, yang mana banyak dari anggotanya bergabung dengan Daulah Islam.

Sungguh diharapkan dari pengumuman tentang perkara ini supaya kelompok lainnya yang tersisa juga bergabung. Kami memohon pada Allah agar memberikan taufiq kepada siapa yang berselisih di antara mereka dan agar menetapi kebenaran dalam menyatukan kalimat kaum muslimiin, sebagai aplikasi terhadap kewajiban ini dan untuk membuat marah agama orang-orang kafir yang kami katakan kepada mereka;

Demi Allah, bergembiralah dengan apa yang kalian benci wahai para pengecut. Kegembiraan kalian tidak akan berlangsung lama wahai orang-orang najis lagi buruk. Jika Allah memang menetapkan kedua syaykh ini terbunuh di waktu ini, sesungguhnya mereka berdua meninggalkan sebuah generasi yang tidak tertandingi yang tumbuh di atas pengawasan mereka berdua. Berhati-hatilah kalian terhadap mereka pada hari-hari yang menjadikan belahan rambut anak-anak kalian beruban.

Ingatlah selalu bahwa rahim yang telah melahirkan Khatthab, Syamil, al-Mishriy, al-Liibiy, al-‘Uyayriy, Abul Baro’ al-Jazaa-iriy, Abun Nuur al-Maqdisiy, az-Zarqawiy, dan para pahlawan lainnya, masih selalu mengandung orang-orang seperti mereka. Sungguh bumi telah mengeluarkan barokahnya. Umat yang mendapat rahmah ini telah melepaskan buah hatinya dengan ringan di jalan Allah demi meninggikan kalimat-Nya dan demi membela diin-Nya. (Hasil) perang akan terus bergilir dan hasil akhir kemenangan hanya bagi orang-orang yang bertaqwa.

وَتِلْكَ الأيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاء وَاللَّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ * وَلِيُمَحِّصَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ [آل عمران: 140-141].

“Hari-hari itu kami pergilirkan di antara manusia, supaya Allah mengetahui orang-orang yang beriman dan menjadikan sebagian kalian sebagai syuhada’. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zhalim. Dan supaya Allah menyaring orang-orang yang beriman dan melenyapkan orang-orang kafir.” (Ali ‘Imron: 140 – 141)

{وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ}

“Allah maha menang di atas segala urusan-Nya. Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui(nya).”

Hamba yang faqir

Abul Walid ‘Abdul Wahhab al-Masyhadaniy

Kementeri Urusan Syariah Daulah Islam Iraq

Sumber : Markaz Al Fajr Publishing

(Yusuf Al Indunisi/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...