Berita Dunia Islam Terdepan

Acara Pengukuhan Tim Pembela Muslim di Kampus Al Azhar Jakarta

0 7

JAKARTA (Arrahmah.com) – Hari Ahad pagi 25 April 2010, pada pukul 09:00 WIB bertempat di Kampus Universitas Al Azhar Lantai 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dilangsungkan acara Tabligh Akbar “Pengukuhan Tim Pengacara Muslim”. Acara ini mengambil tema “Jangan Takut Mengaku Islam”.

Banyak tokoh yang hadir pada acara yang diselenggarakan oleh TPM tersebut. Diantaranya Ustad Abu Bakar Ba’asyir, Mahendradata selaku ketua TPM, Ahmad Mihdan, Ustad Mudzakir dari Solo, Munarman SH, dokter Jose Rizal dari MER-C, dan beberapa tokoh Islam lainnya.

Dalam pembukaanya, bapak Muhammad Mahendradata berbicara mengenai mengapa perlu pengukuhan TPM. Disebutkan jika ada beberapa pihak yang ingin membubarkan TPM, maka jika TPM dibubarkan tidak akan ada lagi pembelaan terhadap kedzoliman yang diderita kaum Muslimin. Namun beliau juga mengatakan, “Sebenarnya cita-cita TPM ini membubarkan diri, sebab mengapa? jika TPM membubarkan diri maka artinya kedzoliman terhadap Muslim sudah tidak terjadi lagi, namun karena kedzoliman terhadap Muslim terus terjadi maka TPM akan terus eksis dan melakukan pembelaan”.

Acara Pengukuhan Tim Pembela Muslim hari ini sekaligus mendeklarasikan dibukanya cabang TPM di hampir seluruh wilayah Indonesia. Beberapa perwakilan TPM daerah yang dibentuk hadir pada hari ini untuk selanjutnya dilantik oleh bapak Mahendradatta dan Ahmad Mihdan.

Mahendradatta juga menyebutkan bahwa saat ini terdapat “Tim Pembela Muslim Palsu” yang juga sedang bekerja “membela” para tersangka terorisme yang saat ini sedang menghadapi sidang. Namun dari keterangan para terdakwa kasus terorisme, mereka mengatakan kecewa terhadap kerja “Tim Pembela Muslim Palsu” tersebut. TPM Palsu yang disebut Mahendradatta ini adalah pengacara yang mengaku berasal dari TPM Palu bernama Asludin Hatjani SH. Mahendradatta mengatakan ia tidak kenal dengan nama Asludin ini, dan beliau menantang jika Asludin berani silahkan datang pada acara hari Ahad tersebut untuk mendeklarasikan “TPM” versi dia, jika berani. Dalam sebuah acara dialog yang ditanyangkan di Metro-TV beberapa waktu lalu, Ahmad Mihdan pernah menyinggung mengenai para pengacara “yang dipasang” pihak-pihak kepolisian dalam hal ini Densus 88, tak lain yang dimaksud Ahmad Mihdan adalah TPM Palsu tersebut.

Cukup banyak pengunjung yang datang pada acara Pengukuhan TPM ini, diantaranya dari kota Solo, Mojokerto, Surabaya, Banten, Malang dan banyak lagi daerah lainnya.

Acara pada Ahad pagi hingga pukul 12:00 WIB ini akhirnya ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Ustad Abu Bakar Ba’asyir. Ustad Abu juga ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pembina Tim Pembela Muslim. (muslimdaily/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...