Berita Dunia Islam Terdepan

NATO Korbankan Lebih Banyak Warga Sipil Selama Tahun Ini

0 0

KABUL (Arrahmah.com) – Kematian warga sipil Afghanistan oleh pasukan NATO dua kali lipat lebih banyak selama tahun ini. Jumlah ini disinyalir akan membahayakan agenda AS untuk merebut ‘kepercayaan’ penduduk lokal.

Berdalih ‘kecerobohan dan ketidaksengajaan’, pasukan salibis NATO telah membunuh 72 warga sipil dalam tiga bulan pertama tahun 2010, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2009 yang berjumlah 29, menurut angka yang diberikan ISAF pada USA Today. Angka ini dibeberkan ke hadapan publik setelah Jenderal Stanley McChrystal, komandan tertinggi AS di Afghanistan, mengumumkan langkah-langkah untuk ‘melindungi’ warga Afghanistan biasa.

Beberapa pejabat Afghanistan mengatakan meningkatnya kematian warga sipil akan berpeluang untuk memenangkan ‘musuh’. “Jika hal ini terus terjadi, banyak orang akan meninggalkan pemerintah dan bergabung dengan Taliban,” kata Malalai Ishaqzai, seorang anggota parlemen.

McChrystal telah membatasi penggunaan serangan udara dan serangan pada kompleks-kompleks perumahan warga sipil. Penekanan untuk melindungi non-kombatan ini merupakan bagian dari strategi untuk mendapatkan dukungan publik atas perang yang dilakukan oleh AS.

Empat orang tewas oleh pasukan NATO pada hari Senin pekan lalu ketika sopir bus mereka mengabaikan peringatan untuk berhenti atau melambat ketika ia menyalip sebuah konvoi NATO. Insiden ini mendorong sebuah protes anti-Amerika.

Selain serangan udara, serangan pada malam hari adalah jenis serangan penuh resiko lainnnya, kata Ahmad Nader Nadery, anggota Komisi Independen Hak Asasi Manusia Afghanistan. Pada 12 Februari, NATO dan pasukan Afghanistan mencari anggota Taliban menewaskan lima warga sipil dalam serangan malam. Sebagai tanggapan atas hal tersebut, McChrystal bulan lalu memerintahkan pasukannya untuk menghindari serangan malam di perumahan penduduk bila memungkinkan.

Kematian warga sipil ini juga diaminkan oleh Seth Jones, spesialis antipemberontakan di Rand Think tank, berpeluang besar untuk melemahkan upaya NATO memenangkan loyalitas Afghanistan. (althaf/ut/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...