Berita Dunia Islam Terdepan

Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 24 Januari 2010

0 0

AFGHANISTAN(Arrahmah.com) – Aksi protes kembali dilakukan oleh penduduk Afghan menentang tentara AS dan sekutunya di Afghanistan pada Minggu (24/1).  Kali ini mereka menggelarnya di distrik Garmsir, provinsi Helmand.

Ratusan orang dilaporkan turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi memprotes ulah tentara kafir yang melecehkan Al-Qur’an saat melakukan serangan ke perumahan sipil.

Seperti biasa, AS menolak tuduhan pelecehan Al-Qur’an yang dialamatkan kepadanya walaupun saat itu banyak saksi mata yang melihat kejadian tersebut.  Mereka menyaksikan, seorang tentara kafir AS membakar sebuah Al-Qur’an.

Dalam peristiwa yang berbeda, di kota Gardiz, ibukota provinsi Paktia, sebuah tank milik musuh berhasil dihancurkan oleh ledakan bom ranjau yang disiapkan oleh mujahidin untuk mereka.  LEdakan ini mampu menghancurkan tank secara sempurna dan membunuh serta melukai seluruh tentara yang berada di dalamnya.

Minggu sore, salah seorang komandan tentara boneka Afghanistan, Zair Gul, dan tiga bawahannya tewas dalam ledakan bom ranjau di distrik Ali Sher provinsi Khost.  Bom meledak saat ketiganya melintas di daerah Jargotai dan bangkai kendaraan mereka hingga kini masih terlihat di lokasi kejadian.

Lebih dari empat tentara kafir Inggris tewas di distrik sangin provinsi Helmand karena ledakan bom tepi jalan pada Minggu pagi.  Ledakan terjadi tepatnya di desa Char Deh, seorang penerjemah ikut tewas dalam ledakan ini.

Sedikitnya 10 tentara kafir AS tewas dalam sebuah aksi martir di distrik Khanshin, provinsi Helmand.  Bom syahid diledakan di daerah Taghaz, distrik Sangin ketika tentara kafir AS berjalan kaki untuk menghadiri sebuah pertemuan dengan penduduk lokal untuk membicarakan “solusi” mengenai permasalahan yang menimpa penduduk lokal tersebut.  Menurut saksi mata, salah seorang petinggi militer AS juga menjadi korban dari ledakan ini.

Empat tentara boneka Afghan tewas ketika patroli mereka dihantam ledakan bom tepi jalan di distrik Surkh Rowd, provinsi Nangarhar. (haninmazaya/alemarah/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...