Berita Dunia Islam Terdepan

Xe Worldwide (Blackwater) Mulai Menjadi Ancaman Bagi Karachi

0 2

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Perusahaan militer swasta AS, Blackwater, mulai menyebarkan keberadaannya di Karachi, dilatarbelakangi oleh kegagalan mereka di Peshawar bulan yang lalu ketika Craig Davis, seorang mata-mata perusahaan AS yang ditangkap karena dicurigai terlibat dalam aktivitas tidak mendapatkan persetujuan pemerintah Islamabad.

Salah satu sumber yang terpercaya mengatakan kepada The Nation pada Senin (14/9) bahwa Blackwater, yang sudah beroperasi di berbagai wilayah termasuk di Afganistan dan Pakistan dengan nama yang berbeda, diyakini sudah menyewa sedikitnya tujuh rumah di wilayah Karachi.

Namun, sumber tersebut tidak bisa memastikan apakah langkah untuk menyewa rumah itu merupakan sebagian strategi jangka panjang ataukah hanya perjanjian tempat tinggal sementara pensiunan agen bantuan hukum Pakistan di wilayah perlintasan laut yang sering digunakan oleh pelayaran internasional, termasuk untuk mengirimkan bantuan logistik perusahaan militer swasta itu.

Informasi lainnya yang diberikan oleh sumber tersebut adalah bahwa Blackwater telah memperoleh ratusan hektar tanah dekat Pataro di Sindh yang diduga akan digunakan untuk membangun Agriculture Research Institute.

Craig Davis bersama dengan warganegara AS lainnya datang di Peshawar sesudah salah seorang tetangga mereka di Pakistan mereka menulis surat kepada Kementrian Dalam Negeri dan meminta dilakukan penyelidikan atas aktivitas mereka.

Baru kemudian tidak lama setelah itu, Craig Davis diketahui merupakan salah seorang yang beroperasi untuk Creative Associates International Inc; salah satu perusahaan AS yang merupakan cabang perusahaan Blackwater, sekarang dinamakan Xe Worldwide.

Davis, yang saat itu harus meninggalkan Pakistan, diperbolehkan untuk kembali lagi dan melanjutkan aktivitas ‘resmi’-nya di Pakistan.

Namun, sejauh ini, meskipun sudah dihubungi dengan berbagai cara, kedutaan besar AS tidak memberikan konfirmasi apapun mengenai status Craig Davis. (althaf/thenation/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...