Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 5 September 2009

0 14

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Seorang mujahid pemberani dari distrik Chardar, provinsi Kunduz melaksanakan operasi syahid menargetkan konvoy militer tentara kafir Jerman di distrik Khan Abad daerah Bagh Mili.  Dua tank musuh berhasil dihancurkan dalam serangan ini dan 12 tentara kafir Jerman tewas di tempat.

Setelah penyerangan, tentara musuh menutup daerah dimana serangan terjadi dan tak satupun orang boleh mendekatinya.  Serangan ini dilakukan sang mujahid untuk membalaskan dendam atas meninggalnya 150 sipil tak berdosa dalam serangan udara yang dilakukan tentara penjajah AS beberapa hari lalu.

Sabtu tengah malam, di daerah Shah Kalyana di provinsi Laghman tentara musuh mendapat serangan dari mujahidin dengan hasil 10 tentara penjajah NATO tewas.  Serangan yang meletuskan pertempuran langsung ini juga menggugurkan lima mujahid Imarah Islam Afghanistan (Insha Allah syahid).  Tidak dilaporkan rincian peristiwa dalam serangan kali ini.

Sabtu pagi sekitar pukul 11.00, di daerah Bandako, distrik Sark, provinsi Logar, mujahidin menembakan roket menargetkan konvoy militer tentara penjajah.  Mujahidin berhasil menghancurkan satu tank dan membunuh seluruh tentara penjajah di dalamnya.  Setelah melancarkan operasi ini, meletus pertempuran langsung antara mujahidin dan tentara musuh, namun tidak ada korban yang terjatuh.

Sabtu tengah malam, di daerah Shah Joey, provinsi Zabil, mujahidin Imarah Islam Afghanistan menyerang basis militer tentara penjajah.  Dalam serangan kali ini, delapan tentara penjajah tewas dan banyak dari mereka mengalami luka-luka.  Kubu mujahidin tidak mengalami kecelakaan.

Sabtu pagi, di daerah Tairkando dekat distrik Gardaiz, provinsi Paktia, mujahidin melakukan serangan menargetkan patroli rutin tentara boneka Afghan.  Dalam serangan, tujuh tentara boneka tewas dan sebuah kendaraan militer berhasil dihancurkan mujahidin. (haninmazaya/tum/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Leave A Reply

Your email address will not be published.