Berita Dunia Islam Terdepan

Operasi AS Di Helmand Ternyata Mendestabilisasi Afghanistan Barat

0 0

FARAH (Arrahmah.com) – Usaha sang ‘polisi dunia’ untuk mengamankan provinsi paling ‘berbahaya’ di Afghanistan ternyata menekan perlawanan provinsi tetangganya, memperburuk situasi menjelang pemilihan presiden, kata pejabat AS dan Afghan.

Operasi besar-besaran dengan penyebaran ribuan anggota Marinir AS ke dalam setiap sudut provinsi Helmand sudah memperburuk keamanan di provinsi barat Afghanistan, Farah, kata mereka.

Operasi Helmand ialah salah satu operasi yang paling besar yang pernah dilakukan oleh Marinir AS, tetapi tetap mengakibatkan timbulnya pernyataan apakah situasi tidak aman berpindah ke wilayah sekitarnya.

“Pasti ada perpindahan,” kata Kapten angkatan laut Larry Vasquez, yang juga menjabat panglima Tim Rekonstruksi di provinsi Farah.

Tim AS tersebut ditugaskan untuk membantu membangun infrastruktur dan melakukan pelayanan di berbagai wilayah di Afghanistan dalam rangka merangkul penduduk setempat agar tidak memberikan bantuan bagi Taliban.

Gubernur Farah, Ruhol Amin, mengatakan bahwa ia juga melihat adanya peningkatan pengaruh mujahidin Taliban di provinsinya setelah operasi Khanjar atau Serangan Pedang, yang dimulai pada 1 Juli dan melibatkan 4.000 marinir.

Munafikin Amin mengatakan pemberontakan dilakukan untuk mengambil alih kontrol atas berbagai wilayah.

“Namun dengan kerja sama yang kami lakukan dengan pasukan koalisi dan pasukan asing kami berharap, bisa memerangi ini semua,” kata Amin.

Kekhawatiran atas meningkatnya perlawanan mujahidin di Afghanistan juga ditimbulkan akibat semakin dekatnya ajang perhelatan demokrasi, yakni pemilihan presiden 20 Agustus mendatang. Apalagi mujahidin Taliban bersumpah untuk mengacaukan jalannya pemilu dan meminta rakyat Afghanistan agar tidak menggunakan hak pilihnya.

Namun, kafirin Vasquez dan munafikin Ruhol Amin yakin bahwa rakyatnya akan ikut memilih di Farah.

“Saya mentargetkan 300.000 orang untuk memilih dan sejauh ini sudah ada 50.000 orang yang terdaftar,” kata Ruhol Amin. “Jadi saya berharap, semoga Allah merestui, akan ada pengamanan yang cukup ketat menjelang pemilu ini….kami akan lakukan yang terbaik,” (Althaf/rtrs/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...