Berita Dunia Islam Terdepan

Rehman Malik: Pimpinan Taliban Di Swat Akan Ditangkap Dalam Waktu Dekat (???)

0 2

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Menteri dalam negeri Pakistan, Rehman Malik, terlalu yakin. Ia mengatakan pasukannya akan mampu menangkap pimpinan mujahidin Taliban di lembah Swat, barat laut Pakistan, dalam beberapa hari ini.

Berbicara pada Geo News di Islamabad, Malik menyatakan bahwa Maulana Fazlullah seharusnya sudah menderita luka akibat serangan yang diluncurkan oleh angkatan perang keamanan Pakistan di Swat. Malik pun mengatakan bahwa ia telah menemukan tempat persembunyian Fazlullah yang terletak di desa Peochar, Lembah Swat.

Malik seperti ingin menegaskan bahwa pihaknya berhasil membuat pemimpin Tehreek-E-Taliban Pakistan dan beberapa kaki tangannya tidak bisa kabur dari daerahnya dan bahwa angkatan perang keamanannya akan dapat mengepung dan menangkapnya dalam beberapa hari yang akan datang.

Sementara itu, Malik menekankan operasi melawan mujahidin sedang menjangkau mencapai tahapan terakhirnya dengan mengklaim telah mencapai keberhasilan luar biasa.

Menurut sumber militer, angkatan perang keamanan boneka pemerintah telah menyerang tempat persembunyian Maulana Fazlullah di Shah Dherai di wilayah Swat, dimana mereka mengklaim, Fazlullah telah menderita cedera berat.

Namun, tentu saja hal tersebut tidak lain adalah kebohongan yang sengaja dibuat oleh pemerintah Pakistan beserta militernya. Mujahidin Taliban menolak tuduhan tanpa dasar ini.

Maulana Fazlullah merupakan orang yang sangat kuat dan tegas. Ia menyeru pengimplementasian undang-undang Islamiyah di Provinsi Batas Barat Laut Pakistan.

Tentara boneka Pakistan sudah melawan mujahidin Taliban selama kurang lebih dua bulan untuk mengusir para mujahidin dari lembah Swat dan sekitarnya dan mendapatkan kembali kontrol atas daerah-daerah tersebut. Militer mengklaim sudah membunuh lebih dari 1.600 mujahidin Taliban selama serangan tersebut. Namun, lagi-lagi, hal itu adalah kebohongan yang dilakukan oleh pemerintah munafik Pakistan yang salah satunya ditujukan untuk meraih simpati dari negara kufur Amerika Serikat. (Althaf/prtv/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...