Berita Dunia Islam Terdepan

‘Gaya’, Ponsel Bertenaga Surya Pertama di Indonesia

0 3

JAKARTA (Arrahmah.com) – Indosat menghadirkan ponsel bertenaga surya pertama di Indonesia. Ponsel bernama Gaya itu untuk tahap awal direncanakan akan digunakan untuk mendukung program Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) Online Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin)  bagi petani Indonesia.

Ponsel Gaya ini akan menjadi salah satu sarana pendukung untuk mewujudkan RDKK Online bagi petani Indonesia, bekerjasama dengan Induk Koperasi Tani dan Nelayan (INKOPTAN) yang akan diresmikan dalam waktu dekat.

“Nantinya Ponsel Gaya akan menjadi sarana komunikasi untuk petani dengan menggunakan tenaga surya yang ramah lingkungan. Dalam waktu dekat ponsel ini juga dapat dinikmati oleh masyarakat luas,” ujar Direktur Utama Indosat, Johnny Swandi Sjam dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/7).

RDKK merupakan suatu aplikasi IT terintegrasi yang membantu petani untuk memenuhi kebutuhan informasi  dan komunikasi  dalam kegiatan bertani yang  akan dilakukan secara online dengan menggunakan fasilitas jaringan  telekomunikasi nirkabel (GSM) sehingga petani bisa terbantu dengan cepat dan efisien.  Sedangkan untuk masyarakat umum, Ponsel Gaya baru dapat dinikmati pada akhir Juli mendatang.

Ponsel Gaya tidak kalah dengan ponsel umumnya yang bertenaga listrik biasa. Dengan desain yang cukup trendi, ponsel tersebut juga memiliki kelebihan anti-shock dan dust resistance untuk kegiatan luar ruang. Selain itu, ponsel tersebut memiliki power management berupa automatic charge apabila kapasitas baterai kurang dari 90 persen.

Ponsel Gaya dibanderol dengan harga sekira Rp480 ribu dengan bonus SMS kartu Mentari sebanyak 50 SMS  dan setiap akumulasi isi ulang 20 ribu, bonus internetan 220 menit, bonus bicara 120 menit dan juga dapat digunakan untuk menikmati program Obral Obrol Mentari yaitu gratis bicara 60 menit ke sesama nomor Indosat.

Jonny mengharapkan, kehadiran ponsel Gaya ini tak hanya menjadi wujud komitmen untuk memperluas cakupan layanan ke berbagai wilayah terpencil. “Tapi juga memperluas segmen masyarakat yang dapat menikmati layanan telekomunikasi yang murah, terjangkau, ramah lingkungan sekaligus mendukung aktifitas ekonomi dan kegiatan mereka di berbagai aspek,” katanya. (okz)

Baca artikel lainnya...