Berita Dunia Islam Terdepan

Pakistan, Bentrokan Terjadi dan Sebuah Tanker NATO Meledak

0 2

PESHAWAR (Arrahmah.com) – Sebuah bentrokan terjadi melawan mujahidin di Pakistan dan sebuah tanker yang mengangkut persediaan minyak bagi angkatan perang NATO meledak di dekat perbatasan pada bentrokan yang baru saja terjadi pada hari Selasa (14/7).

Bentrokan tersebut terjadi sewaktu pejabat mengumumkan jumlah rumah yang hancur di lembah Swat dan daerah-daerah sekitarnya di barat laut. Propaganda hitam pemerintah telah menyebabkan penduduk di daerah suku tersebut marah pada mujahidin.

Bentrokan maut tersebut melibatkan para penduduk desa di daerah  perbatasan, kata pejabat.

Kekerasan yang paling mengerikan terjadi pada Senin (13/7) dan semalam di desa Anbar, daerah Mohmand, 15 kilometer (9 mil) sebelah barat daya Khar, kota utama daerah Bajaur–daerah pertahanan mujahidin lainnya.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, lashkar (milisi dari kalangan penduduk) telah membunuh 23 militan dan beberapa orang lainnya mengalami cedera,” kata Asad Ali Khan, pejabat administrasi setempat.

Ratusan mujahidin Afghanistan telah memasuki daerhah pedalaman Pakistan yang dekat dengan perbatasan, untuk dijadikan tempat pertahanan pasca invasi yang dipimpin AS yang telah meruntuhkan kekuasaan Taliban di Kabul pada akhir 2001.

Pemerintah munafik Pakistan berusaha untuk memanfaatkan penduduk lokal (lashkar) untuk melawan mujahidin di beberapa wilayah di barat laut.

Pada saat yang sama, di wilayah Kyber, mujahidin berhasil meledakkan sebuah tanker yang membawa persediaan minyak untuk angkatan perang kafir NATO di Afghanistan, sebagaimana dituturkan oleh pejabat setempat, Rehan Gul Khattak.

Serangan tersebut terjadi di dekat kota Landi Kotal di jalan raya yang menghubungkan Pakistan dengan Afghanistan.

“Militan pertama kali menembakkan mortar ke arah tanker minyak itu. Sementara itu, baku tembak terjadi antara mujahidin dengan pasukan paramiliter,” kata Khattak.

“Kami akan menyerang siapa saja yang ingin melanjutkan peperangan,” kata Umar Farooq, juru bicara Tahrik-e-Taliban Pakistan di Khyber pada AFP melalui telepon. (Althaf/afp/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...