Flu Babi : Kutukan Allah Atas Amerika

0 24

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Semua hal datangnya dari Allah.  Siapapun yang tidak meyakini akan hal ini, dia bukanlah seorang muslim.

Semua orang yang memiliki mata dapat melihat dengan jelas, bahwa penyakit baru ini muncul karena kutukan dari Allah untuk Amerika.  Mujahidin dan mereka yang mendukung perjuangannya terus-menerus meminta kepada Allah untuk menghancurkan Amerika.  Allah menjawabnya.  Kini, mereka (Amerika) telah dihancurkan secara militer, secara ekonomi, dan kini dihancurkan dengan penyakit baru yang penyebarannya sangat cepat.  Semoga Allah melindungi para Muslim yang berada di negeri-negeri Barat dari virus tersebut dan semoga virus tersebut mampu menghancurkan seluruh musuh Allah sehingga pemerintah Amerika tidak lagi mampu melakukan pergerakan melawan ummat Islam!

Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat tengah bersiap-siap jika flu babi menjadi pandemik di negaranya.

Sekretaris Janet Napolitano mengatakan kepada media, Senin (27/4) bahwa WHO sedang beroperasi pada level tiga, dengan level enam dinyatakan sebagai pandemik.  Dia mengatakan para pejabat WHO melakukan pertemuan untuk meyakinkan kenaikan tingkat.

Napolitano melanjutkan AS sedang dalam proses mempersiapkan diri jika negaranya menjadi pandemik flu babi.

Virus ini muncul di Meksiko lalu menyebar ke Amerika Serikat dan sekitarnya dengan 40 kasus yang telah dilaporkan di AS.

Masyarakat dunia perlu menyadari haramnya mengkonsumsi babi dalam Islam.  Islam adalah satu-satunya jalan yang dapata menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.

Sebagai tambahan, Amerika perlu menyadari bahwa pemerintahannya sedang berperang melawan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam “perang melawan teror” yang mereka operasikan.  Dan siapa saja yang menentang Allah, maka Allah akan memberikan yang setimpal di dunia dan akhirat.

Menurut berita yang kami dapatkan dari Al-Jazeera, virus flu babi ini pun telah menjangkiti Israel.

Kami memohon kepada Allah untuk terus menghukum Amerika, serta sekutu kentalnya, Israel. (haninmazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Leave A Reply

Your email address will not be published.