Pernyataan Jaysh al-Islam Untuk Merespon Perintah Austria Yang Menahan Muhammad Shawqi

0 9

(Arrahmah.com) – Pernyataan di bawah ini datang dari Mujahidin Jaysh al-Islam (Palestina) mengenai penahanan salah seorang warga Austria, Muhammad Shawqi. Sepertinya, kaum kafir menangkap saudara kita ini karena ia dituding mengatur penculikan salah seorang wartawan dari Jalur Gaza bernama Alan Jhonston.

Jaysh al-Islam bertanggung jawab terhadap penculikan untuk kemudian ditukar dengan Shaykh Abu Qatadah al-Filistini. Sayangnya, hipokrit Hamas menghancurkan rencana ini. Alan Jhonston pada akhirnya keluar dari penjara dan dengan selamat kembali ke Inggris lewat Israel. Pemerintah Austria menuduh Muhammad Shawqi sebagai bagian dari semua ini, sedang kenyataannya ia tidak terlibat di dalamnya.

Pernyataan ini mengandung kesaksian yang sebenar-benarnya dan sungguh-sungguh dari Jaysh al-Islam karena mereka peduli dan memperhatikan saudaranya bukan hanya di Palestina, tapi juga di Dar al-Kufr (negara kafir) yang berada bermil-mil jauhnya.

Pernyataan dan Klarifikasi Untuk Merespon Perintah Austria Menahan Muhammad Shawqi di Penjara Joseftadt Vienna :

Semoga ketenangan selalu menyertainya yang selalu mengikuti petunjuk Allah

Kami telah mendapat informasi mengenai  beberapa tuduhan yang dipaparkan oleh komite pengacara di pengadilan Austria yang menahan saudara Muhammad Shawqi Mahmoud di penjara Josefstadt di ibukota Austria, Vienna. Kami ingin, sebagai tentara Islam, menjelaskan beberapa isu yang terkait dengan percobaan kekerasan dan tuduhan yang tidak adil, sebagai dukungan terhadap kebenaran dan terhadap salah seorang Muslim yang terdzalimi ini.

Pertama: fakta bahwa pengadilan Austria menuntut Islam, bukan individu Muslim. Hal tersebut sudah sangat diketahui oleh siapapun yang mengetahui jelas bagaimana kejadian rekayasa tersebut terjadi dan bagaimana pemberitaannya. Juga mengenai besarnya paham rasisme yang dipraktekkan ketika memperlakukan seorang Muslim di pengadilan yang bukan hanya sebagai terhukum.

Kedua: barat selalu berdalih untuk menegakkan prinsip kebebasan dan demokrasi. Pada saat yang sama ia mencegah istri dari saudara kita untuk mengenakan kerudung di dalam pengadilan, yang merupakan pakaian agamisnya dan memindahkan mereka ke luar ruangan ketika mereka enggan untuk melepaskannya.  Pada saat yang sama, saksi rekayasa berpura-pura melindungi wajah mereka dengan dalih keamanan personal. Inilah bukti nyata bahwa pengadilan ini tidak menghormati agama Islam.

Ketiga: pengadilan mencoba untuk membesar-besarkan kasus saudara Muslim kita dan memaparkan bahwa kasus tersebut terkait dengan isu keamanan dan perlunya pencegahan terhadap ancaman keamanan yang bisa terjadi lebih lanjut. Kenyataannya, semua itu hanya rekayasa tak berdasar dari media.

Keempat: pengadilan menuduh Muhammad Shawqi Mahmoud, yang masih ada dalam penahanan mereka, mengatur penculikan Alan Johnston di Jalur Gaza. Kami tidak bisa menerima bahwa pengaturan penculikan bisa dilakukan oleh orang yang ditahan di Austria dan tidak pernah berada di Gaza dan mungkin tidak pernah mengunjungi negara Arab untuk beberapa tahun.

Kelima: Austria menuntut Muhammad Shawqi Mahmoud dan menuduhnya mengatur penculikan seorang wartawan di Jalur Gaza yang bukan orang Austria dan bukan juga orang yang ada di wilayah teritorial mereka. Pada waktu yang bersamaan tentara mereka membunuhi kaum Muslim di Afganistan. Alasan macam apa yang melandasi pertimbangan macam ini?

Keenam: kami yakin bahwa Muhammad Shawqi Mahmoud tidak memiliki keterkaitan dengan Laskar atau bagian apapun dalam upaya penangkapan wartawan Alan Johnston. Ia tidak memiliki keterkaitan atau pengetahuan mengenai operasi ini, dan tuduhan yang ditimpakan kepadanya bukanlah kebenaran, dan murni kesalahanpahaman.

Ketujuh: saudara Muhammad Shawqi Mahmoud berhubungan lewat ‘privat inbox’ dalam sebuah forum tertentu di internet yang menunjukkan keinginan dari seorang wartawan Austria untuk mengetahui berita mengenai wartawan Inggris yang ditahan, untuk itu ia menjadi mediator antara Laskar Islam dan wartawan Austria. Tugasnya hanya itu, tidak lebih. Justru ia menasihati kami beberapa kali untuk tidak menyakiti wartawan tersebut. Itulah pandangan khas yang ia miliki sebagai bukti bahwa ia adalah orang baik-baik.

Kedelapan: kami meminta pemerintah Austria untuk mengeluarkan saudara kami sesegera mungkin dan mengganti kerugian atas ia dan istrinya secara finansial maupun secara moral, dan memaparkan bahwa penyebab keguguran yang dialami oleh istrinya adalah akibat dari perlakuan kasar polisi Austria yang mencoba menyerangnya.

Kesembilan: saudara Muhammad Shawqi Mahmoud memiliki hak untuk menggunakan pernyataan ini tanpa pengecualian sebagai bukti ketidakbersalahannya dari tuduhan keliru dan tak adil yang ditimpakan padanya, terutama mengenai tuduhan mengatur penculikan wartawan Inggris Alan Johnston dan juga ketergabungannnya dengan kelompok Laskar Islam di Jalur Gaza.

Semoga ketenangan selalu menyertainya yang selalu mengikuti petunjuk Allah

Pemimpin Tentara Islam

Tanah ‘Garda Depan’-Palestina, Kamis 29 Januari 2009

3 Safar 1430 H

(Althaf/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Leave A Reply

Your email address will not be published.