Hingar Bingar Penggunaan Senjata di Gaza

0 7

GAZA (Arrahmah.com) – Dokter-dokter yang bekerja di Gaza mengutuk Israel karena dicurigai menggunakan “senjata baru” yang mengakibatkan luka-luka yang mengerikan di sekujur tubuh korban.  Mereka mengatakan, kebanyakan ahli bedah belum pernah melihat seperti itu sebelumnya.

Dr. Jan Brommundt, seorang dokter dari Jerman yang bekerja untuk Medecins du Monde, di Yunis Khan, menguraikan luka-luka disekujur tubuh korban yang ia lihat dengan mengatakan “sungguh mengerikan.”

Brommundt mengatakan banyak dari kasus yang ia hadapi sebagian besar tubuh korban sudah tidak lengkap lagi, mereka kehilangan kedua kakinya atau satu tangannya, dll.  Dokter tersebut menyimpulkan Israel menggunakan Dense Inert Metal Explosive (Dime).

Ketika meledak, ledakkan Dime dapat menghancurkan apapun dalam radius empat meter.

Brommundt juga menceritakan awalnya luka-luka hanya terlihat di salah satu bagian tubuh, setelah beberapa jam kemudian luka tersebut menyebar dengan cepat dan menyebabkan kegagalan multiorgan.

“Awalnya segalanya Nampak seperti biasa, seperti luka biasa… tetapi dalam waktu satu sampai lima jam, semua berubah menjadi luka yang akut dan lusinan partikel mini ditemukan dalam tubuh korban.”

“Nampak bahwa bahan peledak menyebarkan partikel-partikel kecil sekitar 1×1 milimeter atau 2×1 milimeter yang dapat menembus semua organ tubuh dan luka-luka ini tidak dapat dihentikan dengan melakukan pembedahan.”

Dr. Erik Fosse, ahli bedah yang bekerja di RS. Al-Shifa di Gaza Utara mengatakan bahwa terdapat peningkatan amputasi di setiap kasus yang ia temui.

“Kami yakin Israel menggunakan Dime, sebab kami melihat kasus-kasus yang serupa di setiap korban, mereka akan kehilangan beberapa bagian dari tubuh mereka dengan cepat.”

Fosse menguraikan luka-luka di tubuh korban sebagai luka yang “ekstrim” dan sangat “dramatis”.  Luka-luka tersebut adalah luka-luka baru yang tidak ia temui sebelumnya, walaupun ia mencatat luka-luka yang terjadi dalam peperangan Israel dengan Lebanon tahun 2006 silam.

Fosse menyatakan kebanyakan pasien yang mengalami kasus ini adalah anak-anak.  “Ini Nampak jelas, senjata-senjata ini diarahkan pada anak-anak.” (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...

Leave A Reply

Your email address will not be published.