Berita Dunia Islam Terdepan

Shabaab al-Mujahidin : Klarifikasi Mengenai Berita Palsu yang Disebarkan Al-Jazeera

0 2

SOMALIA (Arrahmah.com) – Setiap orang menyadari usaha-usaha Media Barat pengikut perang salib untuk memfitnah para Mujahidin dan dengan liciknya mereka menuduhkan kejahatan-kejahatan yang tidak dilakukan Mujahidin.

Media-media ini secara langsung membantu tentara perang salib untuk menghancurkan negeri-negeri muslim.  Media-media Arab juga mengekor alur media Barat yang terus-menerus memberantas mujahidin. Padahal dahulu mereka bekerja di bawah satu panji, saling menghormati, dan transparan dalam menyajikan berita.

Beberapa hari lalu, Al-Jazeera menerbitkan sebuah berita yang sepenuhnya palsu, di mana menuduh pergerakan Shabaab al-Mujahidin mengancam para perompak di Somalia dan menawarkan jaminan untuk melepaskan kapal minyak Arab Saudi.  Kami mempertanyakan ketelitian dari laporan tersebut dan mempertanyakan sumber berita yang digunakannya.  Apakah Al-Jazeera pernah mengonfirmasikan laporan-laporan tersebut dengan kantor media Shabaab al-Mujahidin, yang telah mereka ketahui?

Isu aneh lainnya adalah keterlibatan Al-Jazeera yang tidak diminta di dalam Jihad di Somalia.  Al-Jazeera telah berdiri berdampingan dengan media anti Islam, yang melindungi barisan tentara pengikut perang salib. Setiap orang telah mengetahui peran Al-Jazeera yang merugikan, seperti menyebarkan berita palsu yang mengatakan Hizb-ut-Tahrir Somalia menyerah dalam negosiasi-negosiasi dengan pemerintah.

Al-Jazeera juga dengan liciknya menerbitkan informasi yang mereka klaim sebagai pernyataan resmi dari Shabaab al-Mujahidin bahwa Shabaab al-Mujahidin bertanggung jawab atas operasi serangan di Hargesia dan Busaso dengan bom bunuh diri.  Padahal shabaab al-Mujahidin tidak pernah menerbitkan statemen apapun tentang serangan-serangan tersebut.

Shabaab al-Mujahidin menginformasikan, bahwa mereka memiliki situs resmi, www.kataaib.net untuk menangkal pemberitaan palsu.  Semua pernyataan resmi, pesan audio, video dikeluarkan di sana di bawah Sada al-Jihad Media Center milik Global Islamic Media Front (GIMF).

Dengan begitu, Shabaab al-Mujahidin dapat menyangkal statemen apapun yang diterbitkan dari sumber manapun selain sumber resmi mereka.  (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...
Comments
Loading...