Berita Dunia Islam Terdepan

5 Prajurit Sekuler Pakistan Tewas Dalam Serangan Bom Syahid

0 3

ISLAMABAD (Arrahmah.com) – Lima prajurit Pakistan tewas Senin (17/11), dalam serangan bom syahid di sebuah pos pemeriksaan militer di lembah Swat.

“Seorang penyerang bom bunuh diri yang naik mobil Datsun Mazda berwarna merah menabrak pos itu pagi ini di dekat desa Gashkor. Lima prajurit tewas, sementara lima prajurit lain cedera dalam serangan itu,” kata kepala kepolisian wilayah itu, Dilawar Bangash.

Kolonel Nadeem Ahmad, jurubicara militer di daerah itu, mengonfirmasikan insiden tersebut dan mengatakan, ledakan itu menghancurkan sepenuhnya pos keamanan tersebut.

Dalam insiden terpisah, beberapa helikopter meriam menyerang posisi-posisi mujahidin di daerah Kabal di Swat, dimana pasukan pemerintah memerangi para pengikut Maulana Fazlullah selama lebih dari setahun.

“Kami menerima laporan-laporan mengenai korban di pihak militan dalam serangan itu namun jumlahnya masih belum dipastikan,” ujar Ahmad.

Swat menjadi ajang pertempuran sejak Maulana Fazlullah, yang memiliki hubungan dengan gerakan Taliban Pakistan, meluncurkan kampanye pada akhir 2007 dalam upaya memberlakukan syariat Islam.

Kawasan suku Pakistan, terutama Bajaur, menjadi sasaran militer AS dan sekutunya sejak ratusan Taliban dan Al-Qaeda diduga berada di sana.

Mujahidin menggunakan daerah perbatasan tersebut sebagai tempat untuk melakukan pelatihan, penyusunan kembali kekuatan dan peluncuran serangan terhadap pasukan kafir di Afghanistan.

Pakistan mendapat tekanan internasional yang meningkat agar menumpas kelompok-kelompok Jihad di wilayah baratlaut dan zona suku di tengah meningkatnya serangan-serangan lintas-batas mereka terhadap pasukan kafir di Afghanistan.

Pakistan menempatkan sekitar 120.000 prajurit di sepanjang perbatasan itu dan menekankan bahwa tanggung jawab menghentikan penyusupan juga bergantung pada pasukan keamanan yang berada di Afghanistan.

Hubungan antara AS dan Pakistan, dua sekutu utama dalam perang melawan terorisme yang pada faktanya merupakan perang melawan Islam, mengalami ketegangan akibat peningkatan serangan udara AS akhir-akhir ini dan serangan darat di kawasan suku tersebut. (Hanin Mazaya/arrahmah.com)

Baca artikel lainnya...