Berita Dunia Islam Terdepan

Yaman Bentuk Badan Pembela Rasulullah SAW

0 0

Yaman (arrahmah) – Dampak pelecehan terhadap Nabi Muhammad, Yaman membentuk badan khusus untuk membela Rasulullah SAW. Untuk merespon berbagai pelecehan Rosulullah, katanya. 

Salah satu hasil terpenting pelaksanaan Forum Pembelaan Nabi SAW yang berlangsung di Universitas Al-Iman, Sana`a, Yaman yang dihadiri oleh PM Yaman, DR. Muhamad Ali Al-Mujawar Senin (25/2) adalah pembentukan Al-Haiah Al-Yamaniyah Linushrati Al-Rasul (Badan Yaman untuk Pembelaan Rasulullah SAW).

“Agar forum ini tidak berlalu begitu saja, kami mengusulkan pembentukan badan khusus yang bertugas sebagai badan koordinasi untuk membela Rasulullah SAW,” kata Rektor Universitas Al-Iman, Sheikh Abdul Majid Al-Zindani menjelang penutupan forum yang disambut setuju secara aklamasi oleh peserta.

Sheikh Zindani yang dikenal sebagai salah satu ulama terkemuka di bidang i’jaz ilmi (mukjizat ilmiah) Al-Qur`an dan Hadis itu juga mengumumkan formatur badan tersebut yang diketuai oleh Ketua Majelis Ulama Yaman (MUY), Al-Allamah Mohammed Bin Ismail Al-Hajji beranggotakan sejumlah ulama terkemuka, Ketua dan anggota parlemen, politisi dan pengusaha.

Tim formatur tersebut nantinya yang akan membentuk kepengurusan secara permanen. Badan ini nantinya bertugas untuk memantau sumber-sumber pelecehan secara berkesinambungan selanjutnya memberikan rekomendsi cara mengantisipasi pelecehan dan cara merespon apabila pelecahan terjadi.

“Agar tidak terkesan umat Islam reaksioner sesaat, maka badan seperti ini perlu dibentuk di Yaman dan di dunia Islam pada umumnya. Sangat wajar kita membentuk badan ini sebab Rasulullah adalah junjungan tertinggi kita,” papar Sheikh Zindani.

Forum tersebut antara lain dihadiri para ulama terkemuka Yaman, sejumlah menteri, para petinggi parpol, akademisi, dubes dan perwakilan kedutaan besar negara-negara Islam di Yaman.

Dalam orasinya di hadapan forum itu, mantan Ketua Dewan Shoura Partai Islam Al-Islah itu juga mengingatkan bahwa pelecahan atas diri Nabi merupakan strategi yang telah diatur oleh musuh karena mereka bingung dengan penyebaran Islam yang demikian pesat.

Sementara itu PM Yaman, Muhammad Ali Al-Mujawar antara lain menyatakan bahwa pelecehan yang dilakukan sebagian bangsa menunjukkan mereka masih bodoh terhadap hakikat agama Islam yang penuh kasih sayang.

“Karena itu para ulama dan pakar Muslim dari berbagai disiplin ilmu termasuk pakar media massa perlu mensiasati penyebaran sirah Nabi ke dunia Barat agar bangsa Barat mendapatkan informasi yang akurat tentang Rasulullah dan agama yang dibawanya, ” paparnya.

Atas nama pemerintah Yaman, Mujawar juga menegaskan dukungannya atas pembuatan undang-undang internasional yang menginkriminasi dan melarang pelecehan terhadap seluruh agama.

Boikot

Sejumlah pembicara lainnya dari anggota parlemen, pengusaha, ulama dan tokoh masyarakat menggarisbawahi pentingnya kelanjutan boikot terhadap seluruh produk Denmark dan negara-negara lainnya yang mendukung penyiaran karton Nabi di 17 media massa terkemuka Denmark tersebut.

“Saya ingin menegaskan lagi keputusan Majelis Ulama Yaman pada forum ini agar semua pihak terkait mengawasi pelaksaan boikot semua produk Denmark dan negara manapun yang mendukung penyebaran karton Nabi,” tegas Ketua Majelis Ulama Yaman, Al-Allamah Al-Allamah Mohammed Bin Ismail Al-Hajji.

Al-Hajj juga menyerukan parlemen dan pemerintah agar segera membuat undang-undang berisi larangan bertransaksi dengan negara dan perusahaan manapun yang melecehkan Islam dan agama samawi lainnya.

Ketua Asosiasi Industriawan Yaman, Al-Muqtari yang mewakili pengusaha Yaman menegaskan perlunya strategi berkesinambungan untuk menghadapi pelecehan tersebut sehingga tidak berbentuk reaksi sesaat.

Sementara Sadiq Al-Ahmar yang mewakili tokoh kabilah dan masyarakat menyatakan rasa sedih atas respon umat Islam seluruh dunia menghadapi pelecehan tersebut. “Pada pelecehan pertama reaksi umat demikian besar, sedangkan pada pelecehan kedua terkesan ayem adem”.

Salah satu tokoh masyarakat yang juga anggota parlemen Yaman itu mempertanyakan sikap sebagian dunia Barat yang memandang pelecehan sebagai bentuk kebebasan berpendapat. “Sikap ini dibuat-buat, sebab di Inggris, Perancis atau Jerman terdapat undang-undang yang menginkriminasi pelecehan terhadap pemuka agama,” tegasnya.

Dalam pernyataan akhir forum itu, antara lain merekomendasikan agar KTT Liga Arab dan KTT OKI dapat menjadikan kasus pelecehan itu sebagai sebagai salah satu isu utama untuk menyatukan sikap dalam menghadapi pihak-pihak yang melecehkan Nabi SAW.

Selain itu juga diserukan pembuatan TV-TV satelit di dunia Islam untuk menjelaskan hakikat Islam dan sirah Nabi dalam bahasa Arab dan Inggris agar dapat dijadikan sebagai media informasi bagi non Muslim.

Pernyataan itu juga menyerukan umat Islam seluruh dunia untuk memboikot produk negara manapun yang melecehkan Nabi SAW. Pada pembukaan forum, peserta menyaksikan tayangan tentang mukjizat ilmiah yang ditemukan belum lama ini dari salah satu hadis Nabi yang memperkuat bukti kerasulan Muhammas SAW dengan harapan dapat menjadi pendorong umat Islam agar tidak setengah-setengah membela junjungan tertinggi.

Sumber: Hidayatullah

Baca artikel lainnya...