Berita Dunia Islam Terdepan

Dokter Kepala Militer AS Mundur

0 0

Pejabat tertinggi urusan kesehatan militer Amerika, Dokter Kepala, Letnan Jendral Kevin Kiley, menyatakan pensiun ditengah skandal yang melibatkan Rumah Sakit Tentara Walter Reed.

Letjen Kiley adalah pejabat tinggi ketiga yang kehilangan pekerjaan karena kondisi di RS Walter Reed, yang dibeberkan bulan lalu oleh surat kabar The Washington Post.

Presiden Bush mengatakan, dia “sangat terganggu” setelah mendengar laporan adanya kecoa dan tikus di sebagian gedung rumah sakit.

Letjen Kiley telah mengajukan “permohonan pensioun” hari Minggu, demikian menurut militer Amerika.

Sekretaris Angkatan Darat dan kepala rumah sakit itu sebelumnya mengundurkan diri akibat skandal tersebut.

Situasi perang

“Saya mengajukan permohonan pensiun karena saya pikir ini adalah jalan yang terbaik bagi angkatan bersenjata,” kata Letjen Kiley, selama ini mengelola pelayanan kesehatan militer, dalam pernyataan tertulis.

“Departemen kami adalah Departemen Kesehatan Angkatan Bersenjata yang sedang dalam situasi perang, mendukung militer dalam perang, jadi ini bukan hanya mengenai seorang dokter.

Letjen Kiley adalah salah seorang bekas komandan di Rumah Sakit Walter Reed di Washington.

Dia selama ini dituduh mengesampingkan laporan Washington Post itu dan mengabaikan peringatan-peringatan dini mengenai buruknya fasilitas kesehatan di rumah sakit itu.

Skandal RS Walter Reed mengemuka bulan Februari 2007. Minggu lalu, dia mengatakan kepada sebuah komite Konggres bahwa dia bertanggung jawab untuk membenahi berbagai masalah dalam fasilitas medis terkemuka militer Amerika itu, yang dia akui cukup mengejutkannya.

Ada kecurigaan bahwa Letjen Kiley, yang awalnya mengesampingkan laporan mengenai kecoa, tikus dan jamur di gedung-gedung rumah sakit bagi veteran perang yang terluka itu didesak untuk pensiun, sebagaimana dikutip BBC di Washington.

Ini merupakan sebuah skandal yang sangat mempermalukan, namun masalah ini semakin signifikan ditengah upaya pemerintahan Bush untuk mengirim tentara tambahan ke Irak, kata wartawan kami. [bbc]

Baca artikel lainnya...