Tiga Ledakan Bom Guncang Baghdad, 63 Orang Tewas, Ratusan Luka-Luka

22

Support Us

Operasi keamanan besar-besaran yang dilakukan pasukan gabungan AS dan Irak di Bahgdad, ternyata tidak menjamin keamanan kota itu. Hari Minggu, tiga bom mengguncang Baghdad, menewaskan 63 orang dan melukai lebih dari 139 orang lainnya.

Ledakan terjadi di sebuah kawasan yang didominasi Muslimin Syiah di ibukota Irak dan terjadi hanya dua hari setelah PM Irak Nuri al-Maliki mengatakan bahwa operasi keamanan besar-besaran dan penegakkan hukum di kota Baghdad “brilian dan sukses” karena berhasil mengurangi tindak kekerasan di kota tersebut.

Aparat kepolisian Irak mengungkapkan, dua ledakan pertama terjadi di sebuah pusat perbelanjaan New Baghdad sebelah timur Baghdad. Ledakan di tempat ini menewaskan 62 orang dan melukai 129 orang.

Tak lama setelah itu, sebuah bom mobil yang diduga bom bunuh diri diarahkan ke sebuah pos polisi di kota Sard, basis kelompok pejuang Laskar Mahdi pimpinan Muqtada al-Sadr. Bom mobil tersebut menewaskan satu orang dan sepuluh orang lainnya luka-luka.

PM Irak Nuri al-Maliki mengutuk aksi ledakan bom tersebut. Dalam pernyataannya, al-Maliki mengatakan, para pelakunya merasa frutasi atas operasi keamanan yang digelar untuk memberangus aksi-aksi terorisme.

Berita Terkait

Tiga ledakan yang mengguncang Baghdad ironis, karena beberapa jam sebelumnya, salah seorang petinggi militer Irak, Letnan Jenderal Abboud Qanbar baru saja mengajak sejumlah wartawan berkeliling dekat pusat perbelanjaan tersebut dan berjanji akan mengusir apa yang disebutnya teroris keluar dari Baghdad.

Aksi-aksi kekerasan belum berhenti di Irak. Sepanjang Sabtu kemarin terjadi sejumlah insiden yang di antaranya menewaskan dua tentara AS. Kedua tentara itu tewas akibat ledakan granat dan tembakan yang terjadi di utara Baghdad.

Polisi Irak juga melaporkan menemukan lima mayat di kota Baghdad, setelah sebelumnya melaporkan mayat yang mereka temukan berjumlah 40 sampai 50 mayat.

Pada hari Minggu (18/2), Irak membuka kembali perbatasannya dengan Iran dan Suriah yang sebelumnya ditutup. Truk-truk dan kendaraan lainnya mulai masuk melalui perbatasan Shalamachen, perbatasan antara Iran dan wilayah Irak utara.

Pada hari yang sama, Wakil Presiden Irak yang juga tokoh Partai Islam Sunni, Tariq al-Hashemi menyampaikan desakaannya pada militer AS agar menetapkan Laskar Mahdi sebagai kelompok teroris. Oleh Hashemi, kelompok itu dinilai sebagai ancaman besar bagi keamanan Irak,

Hashemi juga menyalahkan negara-negara Arab yang dianggapnya gagal dalam upaya membantu mengatasi krisis di Irak.

Sementara itu, secara resmi pemerintah Iran membantah pernyataan AS dan pemerintah Irak, yang mengatakan bahwa pemimpin Laskar Mahdi, Muqtada al-Sadr kini berada di Iran. (ln/aljz/eram)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Berita Arrahmah Lainnya

Pompeo akan temui negosiator Taliban di Qatar

DOHA (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan bertemu dengan negosiator dari Taliban dan pemerintah Afghanistan di tengah tanda-tanda kemajuan dalam pembicaraan mereka saat Amerika Serikat mempercepat penarikan pasukannya.…

Jerman Waspadai Penyebaran Islam

BERLIN (Arrahmah.com) – Organisasi bantuan Islamic Relief Deutschland (IRD) di Jerman saat ini sedang tersudut. Pernyataan sebagian anggota dewan eksekutif yang berempati kepada Ikhwanul Muslimin memaksa IRD melakukan pembersihan di jajaran…

Satu tentara tewas dalam serangan bom ranjau di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Ledakan ranjau di wilayah Karabakh Atas menewaskan satu tentara Azerbaijan dan juga melukai seorang tentara Rusia, kata pejabat militer Rusia, Senin (23/11/2020). Ledakan itu terjadi di wilayah Suqovusan di…

Usai umumkan kemenangan, Aliyev katakan siap jalin hubungan dengan Armenia

BAKU (Arrahmah.com) - Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan pada Jumat (20/11/2020) bahwa Baku siap untuk menjalin hubungan normal dengan Yerevan jika "kekuatan yang sehat" berkuasa di Armenia. "Sekarang ada krisis internal yang…

Turki telah selesaikan persiapan tuk pengerahan pasukan di Karabakh

ANKARA (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengumumkan pada Sabtu (21/11/2020) bahwa pasukan darat Turki telah menyelesaikan persiapan mereka dan segera menuju ke Azerbaijan untuk memantau gencatan senjata di Karabakh.…

PBB Desak Irak Batalkan Eksekusi Massal Puluhan Tahanan

BAGHDAD (Arrahmah.com) – PBB mendesak Baghdad untuk menghentikan semua eksekusi massal terhadap tahanan, seperti dilansir Al Jazeera (20/11/2020). Bulan Oktober lalu, Irak telah tercatat melakukan eksekusi yang tidak fair terhadap 40…

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. "Betul, setelah…

Pompeo tegaskan negara Arab lain yang 'normalkan' hubungan dengan "Israel"

DUBAI (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan negara-negara Arab lainnya juga akan menormalisasi hubungan dengan "Israel", TV Al-Arabiya melaporkan pada hari Minggu (22/11/2020). Washington akan terus bekerja untuk…

Terkait Acara Habib Rizieq, Wagub DKI Diperiksa 8 Jam dengan 46 Pertanyaan

JAKARTA (Arrahmah.com) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengaku dicecar 46 pertanyaan oleh penyidik polisi terkait kerumunan di kediaman pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab, kawasan Petamburan, Jakarta…

Sejarah militer Australia di Afghanistan

SYDNEY (Arrahmah.com) - Penyelidikan independen telah menemukan informasi yang dapat dipercaya bahwa pasukan khusus Australia diduga membunuh 39 tahanan tak bersenjata dan warga sipil di Afghanistan, dimana komando senior memaksa tentara…

Berdalih dihujani roket Palestina, Zionis lancarkan serangan udara di Gaza

TEL AVIV (Arrahmah.com) - "Israel" telah melancarkan serangan udara di Jalur Gaza sebagai balasan atas roket yang ditembakkan dari Palestina ke dalam wilayahnya, militer Zionis mengklaim pada Minggu (22/11/2020). Tidak dilaporkan adanya…

FPI Heran TNI Urus Baliho, Itu Tugasnya Satpol PP

JAKARTA (Arrahmah.com) - Front Pembela Islam (FPI) mengaku heran dengan pernyataan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang menyebut penurunan baliho Imam Besar Habib Rizieq Syihab yang dilakukan personel TNIatas perintahnya.…

Iklan