Berita Dunia Islam Terdepan

Tanpa AS dan Inggris, Timur Tengah Akan Aman

0 0

Arrahmah.Com–Jubir Pemerintah Iran, kemarin dalam Konferensi Pers mingguannya di depan para wartawan mengatakan, tanpa Amerika dan Inggris, dipastikan kawasan Timur Tengah akan benar-benar aman. “Kawasan Timur Tengah akan mampu mengembangkan kebebasan, keamanan, serta mencapai kemajuan di bidang kebudayaan dan peradaban,” ujar Elham.

Elham juga menekankan bahwa AS harus mengakhiri kehadiran ilegalnya di Iraq. Apalagi setelah terbentuknya pemerintahan sah dan lembaga-lembaga hukum serta disahkannya konstitusi Iraq, maka ilegalitas kehadiran AS di negara ini semakin nyata.

Seraya menekankan bahwa AS harus menebus berbagai kekeliruannya di Iraq, ia berkata,”Jika AS angkat kaki dari Iraq maka rakyat Iraq akan mampu mengelola segala urusan negaranya sendiri. Sementara itu, seharusnyalah para pejabat AS menunjukkan komitmen terhadap kaedah-kaedah politik dan moral.”

Berkenaan dengan vonis pengadilan Iraq untuk Saddam, Elham mengatakan, pihaknya berharap tak akan ada tekanan-tekanan untuk mencegah pelaksanaannya.

Seraya menekankan bahwa AS merupakan pendukung Saddam yang terbesar dalam melaksanakan berbagai kejahatannya, Elham menyatakan harapannya bahwa hukuman yang adil dan sah akan diberlakukan terhadap penjahat Iraq, dan hendaknya Saddam dan AS sama-sama dibuang dari kehidupan rakyat negara tersebut.

Elham juga menyampaikan sikapnya menyangkut energi nuklir sipil. Menurutbnya,”Tehran memiliki logika dan argumentasi yang kokoh, dan dalam membela sikap-sikapnya, Iran berdiri di atas peraturan-peraturan yang berlaku. Untuk itu Iran sama sekali tidak mengkhawatirkan reaksi dunia terhadap sikap-sikapnya ini.”

Elham juga menekankan bahwa AS harus menghindari penyalahgunaan lembaga-lembaga hukum sebagai alat penekan dan ancaman. Katanya, dunia tengah bergerak ke arah perilaku legal dan adil. Untuk itu, Iran berada di atas jalan yang lurus, sama sekali tidak memerlukan langkah-langkah ilegal.

Jubir Pemerintah Iran juga menyinggung kemenangan Daniel Ortega, tokoh yang memiliki kebijakan bertentangan dengan politik AS, dalam pemilu di Nikaragua. Tambahnya,”Kami berharap AS, dan siapa pun yang berniat memaksakan kekuasaannya di dunia dengan segala cara, akan mengambil pelajaran dari sikap dan cara berpikir bangsa-bangsa lain.” [irib]

Baca artikel lainnya...