Berita Dunia Islam Terdepan

Serangan terhadap Madrasah di Pakistan atas Informasi Intelijen AS

0 1

Pemerintah Pakistan tidak membantah bahwa Amerika Serikat berada di balik serangan ke madrasah (sekolah) di Desa Chingai, dekat kota Khar, Bajur, Senin lalu. Bahkan, Pemerintah Presiden Pakistan Jenderal Pervez mengaku menerima bantuan informasi dari intelijen AS dalam serangan yang menewaskan 80 orang itu.

Tentu saja menurut informasi intelijen, madrasah yang dibombardir dengan helikopter-helikopter Pakistan tersebut dipakai sebagai kamp pelatihan Al-Qaidah. Tuduhan seperti ini biasa dilakukan untuk menyerang kalangan Muslim.

Karena itu, tempat tersebut pantas dihancurkan. Namun, menurut juru bicara militer Pakistan, dari lima rudal yang ditembakkan pada serangan itu, tak satu pun rudal AS. Juga dilaporkan, tidak ada satu siswa pun menjadi korban serangan subuh tersebut.

Tapi, klaim pemerintah ini dibantah oleh politisi dan beberapa ulama Pakistan. Sebab, mereka mengaku menemukan guru dan siswa yang menjadi korban. “Mereka telah membunuh 80 remaja yang sedang belajar Al-Quran,” ungkap Qazi Hussain Ahmed, ketua partai islam terbesar Pakistan Jamaat-e-Islami.

Dia mengecam serangan tersebut. Menurut Ahmed, serangan ke madrasah itu adalah aksi brutal yang tidak bisa diterima. Bersamaan dengan itu, ribuan penduduk setempat berpawai untuk memprotes serangan tersebut. Sambil berpawai, mereka meneriakkan slogan-slogan anti-AS. “Hancurlah Amerika, Matilah Bush, Matilah Musharraf,” teriak mereka lantang.

Sementara itu, Mayjend Shaukat Sultan, juru bicara angkatan bersenjata, mengatakan, serangan tersebut murni dilakukan oleh militer Pakistan. Meski begitu, ia tidak membantah bahwa intelijen mereka telah melakukan kerjasama dengan kekuatan koalisi. Kerjasama tersebut untuk mendapatkan informasi tentang rencana penyerangan kelompok teroris tersebut.

“Memang ada pertukaran informasi rahasia. Tapi, sangat tidak benar bahwa kelompok koalisi ikut serta dalam serangan tersebut,” ujar Sultan. Hal ini dibenarkan oleh Kolonel Tom Collins, juru bicara militer AS yang berada di Kabul. Dia menegaskan, penyerangan ini merupakan hasil kerjasama antara AS, Pakistan, dan Afganistan. Kerjasama melawan teroris ini sebagaimana kesepakatan yang telah ditandatangani oleh ketiga negara tersebut. Dalam serangan itu, pemerintahan Presiden Jenderal Pervez Musharraf ingin membuktikan kepada AS bahwa mereka bersungguh-sungguh dalam memerangi terorisme.

Distrik Bajaur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kunar, Afghanistan, juga dikenal sebagai jalur berbagai hal. Termasuk jalur senjata maupun pejuang asing. [ap/jp/cha]

Baca artikel lainnya...