14 Ramadhan: Runtuhnya Daulah Umayyah

499

Support Us

(Arrahmah.com) – Khalifah Umayyah, Marwan II, sibuk memadamkan pemberontakan dan pergolakan di berbagai daerah. Namun ia luput dengan apa yang terjadi di Timur. Khususnya wilayah Khurasan yang menjadi markas revolusi Bani Abbasiyah. Pemberontakan menyebar di berbagai daerah. Secara umum, Bani Abbasiyah lah penyulut api pemberontakan itu. Awalnya pemberontakan dilakukan dengan provokasi-provokasi kontra pemerintah. Sampai akhirnya, mereka merasa telah datang waktunya untuk melakukan perlawanan terang-terangan.

Revolusi ini mendapat dukungan dari Ibrahim al-Imam. Seorang yang tinggal di al-Hamimah. Dukungan ini menjadi angin segar bagi Bani Abbasiyah. Perlawanan nyata pun bisa diwujudkan. Mereka mengangkat Abu Muslim al-Khurasani sebagai pimpinan pemberontakan. Ia dibai’at dengan syi’ar: “Untuk ridha dari keluarga Muhammad”. Perlu diketahui bahwasanya Bani Abbasiyah termasuk ahlul bait Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wali Daulah Ummayyah di Khurasan, Nashr bin Yasar, mencium aroma kuat pemberontakan yang dipimpin oleh Abu Muslim itu. Ia segera mengirim surat ke Damaskus (ibu kota Bani Umayyah). Menjelaskan kekacauan yang terjadi di Khurasan. Kian hari, kian bertambah ancaman Abu Muslim. Nashr berharap bantuan dari Khalifah segera datang.

Sayangnya, Khalifah Marwan II tidak mampu memenuhi permintaan Nashr. Ia bahkan tak mampu melakukan apapun. Kecuali menawarkan perjanjian ditambah dengan nasihat-nasihat. Marwan menawarkan kepada Abu Muslim kekuasaan penuh terhadap Khurasan. Sadar tak mendapat bantuan, Nashr bin Yasar dan orang-orang Arab yang bersamanya lari ke Naisabur.

Orang-orang Abbasiyah yang ada di Irak, dipimpin oleh Qahthabah bin Syabib ath-Tha-i segera menysul Nashr. Mereka berhasil mengalahkan pasukan pemerintah itu. Nashr terus berlari. Selanjutnya ia berpindah ke Kota Ray. Orang-orang Abbasiyah terus memburunya. Hingga akhirnya ia wafat di Kota Ray pada tahun 131 H.

Berita Terkait

Keberhasilan mengalahkan Nashr membuat Qahthabah semakin percaya diri. Ia berangkat menuju Irak. Menghadapi kekuatan Daulah Umayyah di sana yang dipimpin Ibnu Hubairah. Qahthabah pun kembali menggapai kemenangan. Setelah itu ia beranjak menuju Kufah. Namun Sungai Eufrat menghentikan aksinya. Ia tenggelam saat melintasi sungai tersebut.

Orang-orang Abbasiyah terus memobilisasi aksi mereka. Pada bulan Rabiul Awal tahun 132 H, pasukan yang dipimpin Hamid bin Qahthabah memasuki Madinah. Setelah tiba di sana, Hamid menyerahkan kepemimpinan kepada Abi Salamah al-Khilal. Ia telah membaiat Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas yang lebih dikenal dengan Abul Abbas (khalifah pertama Abbasiyah) di Irak.

Dari Irak, Abul Abbas mengirim pasukan yang dipimpin oleh sepupunya, Abdullah bin Ali. Pasukan ini berjumpa dengan pasukan Marwan di Sungai Zab (anak sungai Tigris). Orang-orang Abbasiyah berhasil memenangkan perang penting ini. Moral mereka naik. Sementara Umayyah di ambang keruntuhan. Bahkan sebagian sejarawan menganggap Abbasiyah telah berhasil merebut kekuasaan Umayyah melalui perang ini. Walaupun mereka belum memasuki Damaskus.

Akhirnya, orang-orang Abbasiyah berhasil memasuki Damaskus pada tanggal 14 Ramadhan 132 H. Setelah kurang lebih dua bulan mengepung ibu kota tersebut. Runtuhlah Daulah Umayyah.

(fath/kisahmuslim/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Baca artikel lainnya...

Comments are closed.

Berita Arrahmah Lainnya

Anies Raih Penghargaan Gubernur Terpopuler 2020

JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemprov DKI dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meraih penghargaan dalam Anugerah Humas Indonesia (AHI) 2020. Kompetisi tersebut berdasarkan kinerja humas pemerintah di kementerian, lembaga, Pemerintah Daerah,…

Kanada kurangi hukuman teroris penyerang Masjid di Quebec

QUEBEC (Arrahmah.com) – Pengadilan banding di provinsi Quebec, Kanada, telah memutuskan bahwa tersangka penyerang sebuah masjid di kota Quebec pada 2017 akan dapat mengajukan pembebasan bersyarat dalam 25 tahun. Pengadilan menyatakan,…

AS Tutup 10 Pangkalan Militer di Afghanistan

KABUL (Arrahmah.com) – Amerika Serikat (AS) menutup setidaknya 10 pangkalan di Afghanistan, setelah penandatanganan kesepakatan damai dengan Taliban pada Februari lalu. Pejabat Afghanistan dan AS mengonfirmasi penutupan…

Demi keamanan nasional, pemerintah Selandia Baru akan sembunyikan bukti serangan terorisme di…

CHRISTCHURCH (Arrahmah.com) - Bukti-bukti yang diberikan oleh para menteri dan kepala eksekutif sektor publik dalam penyelidikan serangan terorisme di Christchurch tidak akan dipublikasikan hingga 30 tahun ke depan, ujar pihak berwenang…

Militer Turki bersiap untuk mundur dari daerah strategis di Aleppo

ALEPPO (Arrahmah.com) - Pada Selasa pagi (24/11/2020), sejumlah besar kendaraan memasuki area pos pengamatan Turki, yang dikepung oleh pasukan rezim Asad di area Rashideen 5 Aleppo. Menurut laporan dari provinsi Aleppo pada Selasa,…

Pasukan Azerbaijan memasuki distrik baru di Karabakh

KARABAKH (Arrahmah.com) - Pasukan Azerbaijan dilaporkan telah memasuki distrik Kalbajar, Karabakh, setelah penarikan Pasukan Pertahanan Artsakh (ADA). Menurut militer Azerbaijan, masuknya pasukan mereka ke Kalbajar kemarin sore, hanya…

Surya Paloh Positif Covid-19

JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Surya saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. "Betul, setelah…

UEA hentikan visa untuk 13 negara Muslim

DUBAI (Arrahmah.com) –Menurut dokumen yang dikeluarkan oleh negara, Uni Emirat Arab (UEA) telah berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara mayoritas Muslim, termasuk Iran, Suriah, dan Somalia. Dilansir di Daily Sabah,…

Din Syamsuddin dan Tokoh dari 212 Terdepak dari Kepengurusan MUI

JAKARTA (Arrahmah.com) - Din Syamsuddin tidak termasuk dalam kepengurusan baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025 beserta dengan sejumlah tokoh yang kerap berafiliasi dengan aksi 212 seperti Bachtiar Nasir. Yusuf Martak, dan…

Trump soal pembunuhan Fakhrizadeh: Pukulan telak untuk Iran

WASHINGTON (Arrahmah.com) - Presiden AS Donald Trump me-retweet postingan seorang jurnalis "Israel", yang merupakan ahli di dinas intelijen "Israel", Mossad, tentang pembunuhan ilmuwan nuklir Iran Mohsen Fakhrizadeh di Teheran pada hari…

ISIS lancarkan serangan besar di Hama

HAMA (Arrahmah.com) - ISIS telah melanjutkan kampanye mereka di pedesaan timur Hama, ketika pejuang mereka menargetkan posisi pasukan rezim Asad di dekat perempatan Ithriya. Menurut laporan, ISIS menyerang unit Angkatan Darat rezim…

MUI Keluarkan Fatwa Tentang Pemakaian Masker Bagi Yang Ihram

JAKARTA (Arrahmah.com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tentang pemakaian masker bagi orang yang sedang ihram. Dalam fatwa tersebut terdapat empat ketentuan hukum yakni memakai masker bagi perempuan yang sedang ihram…

Iklan