Berita Dunia Islam Terdepan

Support Us

10 Fakta tentang Muhammad Mursi yang Jarang Diketahui

4.219

(Arrahmah.com) – Dunia dikejutkan dengan kematian mendadak mantan Presiden Mesir Muhammad Mursi. Ia meninggal dunia pada Senin (17/6/2019) dalam sebuah persidangan.

Kemenangan Mursi pada Juni 2012 lalu dalam pemilihan presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis menarik perhatian dunia. Ia memperoleh suara 51,7 persen. Namun ia digulingkan oleh angkatan bersenjata Mesir pada Juli 2013.

Selain berlatar belakang sebagai warga sipil (bukan dari kalangan militer, seperti para pendahulunya), Mursi juga dikenal akan janjinya membawa Mesir menuju era demokrasi baru lewat agenda Islamis Moderat. Ia pun berjanji menghidupkan kembali kejayaan Mesir yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Namun, keputusan-keputusan yang ia ambil selama memerintah malah membuatnya dituduh memaksakan nilai-nilai Islam konservatif dari Ikhwanul Muslimin dan dinilai keliru mengelola perekonomian Mesir.

Mantan presiden berusia 67 tahun, akhirnya dikurung selama 6 tahun terakhir oleh rezim Abdul Fattah al Sisi, dan menderita berbagai penyakit serius tanpa perawatan memadai. Beberapa penyakit ia derita, seperti; diabetes, penyakit ginjal, penyakit hati dan hanya diizinkan 3 kunjungan dari keluarganya selama bertahun-tahun dikurung di tempat yang tidak diketahui siapapun.

Mursi merupakan sosok yang mendapatkan perhatian dunia. Namun masih banyak yang tidak mengetahui kehidupan pribadinya. Berikut fakta tentang Muhammad Mursi yang jarang diketahui oleh banyak orang:

  1. Hafidz Al-Quran

Salah satu fakta yang sedikit diketahui publik, Muhammad Mursi adalah salah satu presiden Mesir yang hafal Al-Quran. Ketika dia berada di tahanan rezim Al Sisi selama enam tahun, aparat menolak untuk memberinya salinan Al-Quran di dalam sel.

Dalam sebuah wawancara dengan wartawan, dia berkata, “Mereka menolak saya untuk memiliki salinan Al-Quran di sel saya, tetapi apa yang mereka tidak tahu bahwa saya telah menghafalnya selama lebih dari 40 tahun. Saya hanya ingin menyentuh Al-Quran, tidak lebih.”

2. Cerdas dan Berprestasi

Muhammad Mursi lahir di desa El-Adwah pada tahun 1951. Ia berasal dari sebuah keluarga yang sederhana. Ia lahir sebagai anak sulung dari 5 bersaudara, di sebuah keluarga yang sangat sederhana. Ayahnya seorang petani dan ibunya seorang ibu rumah tangga. Dalam sebuah sesi wawancara, Mursi bahkan mengungkapkan ia pernah diantar ke sekolah dengan menaiki seekor keledai.

Ia menyelesaikan gelar BA di bidang teknik dan MS di bidang Teknik Metalurgi dengan penghargaan tinggi dari Universitas Kairo.

Setelah menyelesaikan masternya, ia mendapatkan beasiswa pemerintah yang memungkinkannya untuk belajar lebih lanjut di Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar PhD dalam ilmu material dari University of South California.

Selama di AS,  ia sempat bekerja sebagai asisten profesor di California State University. Dia juga sempat bekerja dengan National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada awal 1980-an, dan ditempatkan di bagian pengembangan mesin untuk program pesawat ulang-alik. Kemudian ia bergabung dengan Universitas Zagazig, Mesir sebagai kepala departemen teknik.

3. Tinggal di Apartemen Kecil

Umumnya presiden Mesir memiliki banyak istana yang tersebar di sekitar Kairo. Ketika Mursi berjalan menuju istana presiden untuk pertama kalinya, ia memutuskan bahwa ia tidak akan tinggal di salah satu dari mereka. Dia mengalah dan memilih untuk  terus tinggal di apartemen yang disewanya untuk beberapa waktu.

Ia tinggal di apartemen kecil selama menjabat. Meski demikian, ia dan keluarga akhirnya pindah ke istana kepresidenan dengan alasan keamanan, akibat rangkaian ancaman yang kerap membayangi selama pemerintahannya.

4. Menolak Perlakuan Khusus

Saat Mursi menjadi Presiden Mesir, saudara perempuannya jatuh sakit parah. Ketika dia pergi mengunjunginya di rumah sakit, para dokter mengatakan kepadanya bahwa dia mungkin mendapatkan perawatan yang lebih baik jika dia dipindahkan ke Eropa atau Amerika.

Para dokter hanya membutuhkan perintah darinya untuk mengirim helikopter atau dan pesawat. Namun Mursi menolak dan menyatakan bahwa keluarganya tidak boleh diunggulkan di atas masyarakat Mesir hanya karena posisi yang dia pegang. Kakak perempuannya tersebut meninggal di rumah sakit pemerintah seperti warga negara Mesir lainnya.

5. Mendahulukan Adzan

Ketika Mursi menyampaikan pidato penting, tiba-tiba dia sadar bahwa telah tiba waktu shalat. Alih-alih mengabaikan Adzan dan melanjutkan pidatonya atau bahkan hanya berdiam selama satu menit – Mursi dengan keras dan bangga mengulangi Adzan. Efeknya menggemparkan dan generasi Muslim Mesir kala itu.

6. Membantu Janda dan Tunawisma

Dalam sebuah video seorang wanita bercerita ketika ia menjadi tunawisma yang biasa tidur di jalanan Kairo. Suatu hari sebuah mobil berhenti dan Mursi keluar dari belakang. Dia bertanya mengapa dia tidur di jalanan? Kepada Mursi, wanita itu mengaku telah menjadi janda, dan tidak dapat meneruskan membayar apartemen mereka. Mantan presiden kelima Mesir ini mengatakan bahwa tidak ada ibu di Mesir yang harus menderita seperti ini dan mengarahkan pejabat untuk memberinya apartemen yang terhormat dan cukup uang saku dari negara untuk membayarnya.

7. Membantu Aceh pasca Tsunami

Sebuah foto yang pernah beredar di media sosial menunjukkan Mursi pernah mengirim bantuan langung ke Aceh, setahun setelah musibah tsunami, tepatnya tahun 2005.

8. Pemimpin dengan Bayaran Terendah di Dunia

Tidak banyak yang tahu bahwa Mursi dulu adalah presiden dengan honor terendah di seluruh dunia. Gaji tahunannya hanya $10.000, atau sekitar Rp 142 juta. Sangat kecil jika dibandingkan dengan perolehan pemimpin negara maju lainnya.

9. Zionis “Israel” berada di balik Jatuhnya Mursi

Enam tahun setelah kudeta, seorang jenderal dari “Israel” membuka suara lewat koran Maariv, Jumat, 5 April  2019. Brigadir Jenderal Aryeh Eldad mengatakan dengan jujur, “Israel” ada di balik penggulingan Morsi karena satu alasan. ZIonis cemas Perjanjian Camp David yang diteken Presiden Mesir terdahulu, Anwar Sadat, dengan Perdana Menteri “Israel” Menachem Begin pada tahun 1978 dibatalkan.

“Bermaksud membatalkan perjanjian perdamaian dengan ‘Israel’ dan mengirimkan lebih banyak pasukan militer Mesir ke Semenanjung Sinai,” kata Eldad.

“Israel” akhirnya menyiapkan Jenderal Abdul Fattah Al-Sisi untuk menggulingkan Mursi.

“Pada tahap itu, ‘Israel’ segera dan bersedia mengaktifkan cara-cara diplomatik, dan mungkin cara-cara yang lebih hebat, untuk menjadikan Abdel Fatah al-Sisi berkuasa di Mesir, dan meyakinkan poemerintahan AS di bawah Presiden Barack Obama untuk tidak menentang langkah ini,” kata Eldad dikutip Middle East Monitor (MEMO).

10. Tidak Memajang Fotonya di Istana

Mursi merupakan satu-satunya presiden yang tidak ingin foto dirinya terpasang; baik di perkantoran, di jalanan, maupun tempat publik lainnya. Hal ini berbeda dengan budaya Mesir yang kerap mengglorifikasi pemimpin-pemimpinnya, dengan memasang foto mereka di berbagai tempat. Alih-alih memajang foto diri, Mursi memerintahkan agar kaligrafi bertuliskan Allah-lah yang dipasang.

(fath/arrahmah.com)

Iklan

Iklan

Iklan

Banner Donasi Arrahmah