KAUKASUS (Arrahmah.com) – Publikasi secara berkala muncul dalam pers negara-negara Barat dan Arab mengenai partisipasi Mujahid Kaukasus termasuk Chechnya dalam pertempuran melawan pasukan rezim Alawiyah pimpinan Assad di Suriah.

Tema ini tidak hanya dipantau oleh dinas keamanan di berbagai negara, tetapi juga oleh pers internasional.

Menariknya dalam hal ini adalah penerbitan sebuah artikel mengenai “Pejuang Islam Chechnya Bertempur di Suriah” dalam harian yang diterbitkan oleh orang-orang Kristen Pakistan, nama surat kabar mereka adalah Pakistan christian Post, lansir Kavkaz Center.

Surat kabar itu menuliskan bahwabanyak relawan dari berbagai negara berperang di Suriah, namun yang paling diperhatikan oleh Barat adalah relawan dari Chechnya karena pengalaman mereka.

“Mengingat ketidakstabilan saat ini di beberapa bagian di Kaukasus, maka mengapa Chechen melibatkan diri di Suriah?”  Tanya Pakistan Christian Post dalam artikelnya.

Tanpa menjawab pertanyaan sendiri, surat kabar itu menulis bahwa Turki dan Georgia telah memberikan persetujuan diam-diam untuk keselamatan warga Chechnya atau kedua negara terlibat dalam operasi rahasia yang ditujukan kepada Federasi Rusia.

Pakistan Christian Post juga mengklaim bahwa “CIA, Ankara dan layanan keamanan Inggris dan Perancis berkoordinasi” melawan rezim Assad di Suriah.
 
Harian itu mengutip sebuah situs Amerika, The Long War Journal (TLWJ) yang melaporkan partisipasi Mujahidin dari Chechnya dan wilayah lain di Imarah Kaukasus dalam perang di Suriah.

“Front Al Nusrah untuk rakyat, sebuah kelompok yang terhubung dengan Al Qaeda, yang memerangi rezim Bshar al-Assad di Suriah, telah mengklaim beberapa serangan bunuh diri serta operasi lain bersama para pejuang chechnya,” tulis TLWJ.

Al Nusrah mengaku telah melancarkan serangkaian serangan syahid yang menargetkan tentara rezim Assad.  Pernyataan disertai dengan gambar dari bom mobil serta ledakan di sebuah rumah sakit.  Mujahidin Al Nusrah meledakkan sebuah bom mobil yang diparkir di luar rumah sakit dan meluncurkan serangan bersenjata.

Surat kabar itu lebih lanjut menulis bahwa pejuang Islam Chechnya dan Front Al-nusrah melancarkan serangan “bunuh diri” terbaru terhadap angkatan bersenjata Suriah yang menggunakan rumah sakit untuk berlindung 9sebagai markas-red) di Aleppo.

Surat kabar tersebut lebih lanjut melaporkan bahwa Federasi Rusia harus sangat khawatir tentang pergerakan ini, karena di masa depan situasi di Chechnya dapat dihidupkan kembali jika mereka memperoleh basis bersama dengan modal dan persenjataan segar.

Mereka juga menunjukkan dengan mengacu pada media Rusia bahwa Moskow telah meminta Turki untuk menutup Fund of the Chechen dan Caucasian Unity, namun Moskow tidak mengharapkan respon positif karena mereka tahu “dukungan Turki ada di tingkatteratas”. (haninmazaya/arrahmah.com)