(Arrahmah.com) – Sungguh malang nasib umat Muslim di negara bagian Arakan (Rakhine), Myanmar (Burma), hidup senantiasa di bawah ketakutan ancaman dari para ekstrimis Buddhis setempat.

Sejak bulan Juni lalu kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Arakan memuncak, tragedi berdarah yang merenggut nyawa sekitar 5.000 nyawa Muslim, dan meninggalkan lebih dari 100.000 dari mereka kehilangan rumah karena dibakar oleh orang-orang musyrik Buddha, menurut data dari organisasi-organisasid internasional pro-Rohingya.

Sejak 21 Oktober 2012, kerusuhan kembali terjadi di Arakan, desa-desa Muslim kembali dibakar oleh orang-orang musyrik Rakhine di beberapa wilayah di Arakan, seperti di Kyaupyu, Minbya, Mrauk U, dan Kyauktaw. Ratusan rumah Muslim ludes terbakar dan ratusan Muslim gugur serta puluhan ribu lainnya terpaksa harus mengungsi. Entah berapa jumlah spesifik korban yang meninggal dan luka-luka, sebab banyak dari mereka yang melarikan diri dengan menggunakan perahu-perahu tenggelam, ada yang selamat, sebagian ditemukan sudah tak bernyawa dan sisanya hilang tak diketahui nasibnya.

Ini adalah foto-foto yang dipublikasikan oleh Forum Ansar al-Mujahidin yang menunjukkan sejumlah bukti pada saat kerusuhan terjadi di beberapa bagian di Arakan baru-baru ini, di mana desa-desa Muslim dibakar, sejumlah besar kaum Muslimin gugur dan puluhan ribu terpaksa menjadi tuna wisma dan mengungsi, dan kerusakan materi yang tak terhitung jumlahnya.

Beberapa foto juga menunjukkan warga Buddhis Rakhine membawa senjata untuk menyerang desa Muslim dan pasukan keamanan nampak membiarkan para ekstremis Buddhis melancarkan aksi sadis mereka

Muslim Rohingya di Arakan adalah salah satu kaum yang kondisinya paling kritis di dunia saat ini. Pembantaian yang terorganisir yang didukung oleh elemen-elemen pemerintah membuat kaum Muslimin di Arakan tak berdaya dan semakin menderita.

Di negeri sendiri tak diakui dan dibantai, tertatih mencari tempat yang aman namun apa daya mereka juga dicegah dan tak diterima di negeri tetangga, begitulah nasib Muslim Rohingya. Innalillahi wa innailaihi roji’uun.

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.” (Al-Buruuj: 8-10)

(siraaj/arrahmah.com