DAMASKUS (Arrahmah.com) – Komandan tertinggi seluruh brigade FSA di propinsi Aleppo, Abdul Qadir Shalih, dalam sebuah wawancara eksklusif dengan stasiun TV Al-Jazeera memuji peranan mujahidin Jabhah Nushrah. Ia menuturkan bahwa FSA dan Jabhah Nushrah bahu-membahu dalam memerangi rezim Asad.

Koordinasi dan kerjasama yang padu antara FSA dan mujahidin Islam dari berbagai kelompok jihad bisa ditemui di hampir semua wilayah Suriah. Beberapa pertempuran besar di propinsi Idlib, Aleppo, Homs, Deir Ezzur dan Damaskus membuktikan hal itu. Hampir semua kemenangan pihak revolusioner atas militer rezim Suriah dalam berbagai pertempuran besar itu melibatkan operasi gabungan FSA dan kelompok-kelompok jihad Islam.

Kebanyakan brigade dan kesatuan dalam FSA sendiri saat ini hampir tidak ada bedanya dengan kelompok-kelompok mujahidin Islam. Panji perang yang mereka angkat adalah bendera hitam atau putih bertuliskan dua kalimat syahdat, sebuah panji yang selama ini menjadi icon mujahidin Taliban, Al-Qaeda dan kelompok-kelompok jihad lainnya. Yel-yel mereka adalah takbir dan kalimat-kalimat dzikir. Shalat dan membaca Al-Qur’an menjadi aktivitas yang tak terpisahkan dari aksi jihad FSA.

Di beberapa wilayah Suriah, anak-anak dan wanita pun telah membentuk kesatuan-kesatuan jihad. Walaupun mereka tidak terjun langsung dalam pertempuran melawan militer rezim Suriah, semangat jihad dan pengenalan senjata sudah menjadi bagian dari keseharian hidup mereka.

Fenomena kembalinya rakyat dan mayoritas mujahidin FSA ke pangkuan Islam inilah yang menggentarkan AS, Barat, Israel dan rezim-rezim Arab boneka Barat. Tak heran apabila pemerintah Washington menekan para oposisi sekuler Suriah untuk menyingkirkan kelompok-kelompok mujahidin Islam dari gerakan revolusi Suriah.

Pada Rabu (31/10) pagi, Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton, menyerukan untuk kembali membentuk kepemimpinan oposisi Suriah dan bahwa pemerintahan Obama mengusulkan nama-nama dan organisasi-organisasi yang harus dimasukkan dalam kepemimpinan baru yang mungkin muncul dalam pembicaraan yang akan diadakan minggu depan di Qatar, lansir Rusia Today.

Clinton menengarai revolusi Suriah sudah disusupi oleh kelompok Al-Qaeda dan “teroris” Islam lainnya. Yel-yel takbir, bacaan Al-Qur’an, shalat berjama’ah, panji perang dan ikat kepala bertuliskan dua kalimat syahadat menjadi acuan tudingan Clinton. Bagi penjajah salibis AS dan Barat, semua fenomena itu merupakan ciri khas teroris dan Al-Qaeda.

(muhib almajdi/arrahmah.com)

Topik: , ,