SOLO (Arrahmah.com) – Meski BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) menarik ide dan usulannya soal adanya sertifikasi terhadap para ulama dengan berkilah bahwa sertifikasi ulama yang dimaksud BNPT itu ingin mencontoh Negara seperti Arab Saudi, Mesir dan Singapura, namun nasi sudah menjadi bubur, dan  umat islam serta para ulama memandang “ide gila” BNPT tersebut sebagai langkah awal untuk perbuatan yang patut diwaspadai.

Menanggapi ide tersebut, tokoh masyarakat kota Solo Ustadz Sholeh Ibrohim S.Th.I, menyatakan bahwa ide BNPT tersebut tidak bisa “gol” sebagaimana keinginan BNPT. Sebab, masyarakat tidak sebodoh yang dibayangkan oleh BNPT. Beliau berkeyakinan seperti itu karena mengacu pada penolakan PBNU atas usulan sertifikasi ulama yang digagas oleh BNPT.

“Saya kira hal itu (sertifikasi-red) takkan terjadi. PBNU kan menolak hal itu kan? Kalau PBNU yang biasanya digandeng oleh BNPT dalam setiap seminar Deradikalisasi saja tidak setuju, maka saya secara pribadi yakin usulan dan ide tersebut gak akan berhasil”, katanya saat ditemui Kru FAI selasa siang (11/9) dirumahnya.

Lebih lanjut, ustadz yang sehari-hari beraktifitas sebagai pengajar di Ponpes Al Mukmin Ngruki Solo ini  menyatakan sertifikasi ulama tersebut merupakan bentuk “program kerja lama” yang dulu pernah dibuat pada masa orde baru. Jika memang niatan BNPT seperti itu, berarti mereka telah memposisikan dirinya sebagai musuh umat Islam.

“Apakah BNPT mau menjadi musuh umat islam dan ulamanya (secara nyata dan terang-terangan-red)? Setelah sebelumnya mereka menangkapi aktivis islam secara semena-mena, apa akan dilanjutkan kepada para ulamanya? Jika emang betul seperti itu, maka BNPT telah memposisikan dirinya sebagai musuh islam”, tegasnya.

Akhirnya, dia menitip pesan kepada umat islam dan para ulama agar jangan mau menjadi partner BNPT dalam segala kegiatan apapun. Disamping itu beliau juga berpesan kepada aktivis islam untuk melihat lebih detail setiap geraknya.

“Jangan sampai kesalahan kecil yang diperbuat itu malah dimanfaatkan musuh islam untuk memukul tubuh umat islam sendiri, kata ustadz Sholeh.

Selain itu ustadz sholeh pun meminta para ulama agar saling bersinergi dan jalin silaturahmi untuk selalu berkoordinasi dalam menghadapi makar musuh-musuh Islam yang mulai terang-terangan “menyerang” para ulama. (bilal/FAI/arrahmah.com)