YOGYAKARTA (Arrahmah.com) – Peperangan dan konflik antara kaum muslimin sunni dengan kaum Syi’ah Nushairiyyah Rezim Bashar Al-Assad yang terjadi di Suriah sekarang ini memang takkan pernah ada kata berhenti untuk dibincangkan dan menjadi perhatian publik dunia internasional khususnya Dunia Islam.

Ahad pagi 12/8/2012 dimasjid At-Takhim, Forum Komunikasi Aktivis Masjid (FKAM) Cabang Yogyakarta mengadakan kajian “Tinjauan Kritis Konflik Suriah” sekaligus penggalangan dana yang akan diperuntukkan bagi kaum muslimin sunni Suriah yang saat ini mengalami penindasan, penangkapan massal, pembantaian dan pemerkosaan yang dilakukan oleh Rezim Bashar Al-Assad yang menganut sekte Syi’ah Nushairiyyah.

Sedangkan diadakannya kajian tersebut tidak lain adalah sebagai pengingat bagi kaum muslimin di Yogyakarta akan kekejaman dan penindasan yang dilakukan oleh rezim Syi’ah Alawiyah pimpinan Bashar Assad. Hal ini dinilai penting oleh panitia dan pemateri karena sebagian besar kaum muslimin masih memandang acuh tak acuh terhadap konflik atau “Revolusi” yang terjadi di Suriah sebagai bagian dari urusan dalam negeri Suriah.

Sebenarnya apa yang terjadi di negeri Suriah yang sekarang ini diperintah oleh rezim Syi’ah Alawiyah sudah terjadi sejak 40 tahun yang lalu. Dan hal tersebut merupakan Dendam Ideologi dari kelompok atau aliansi Syi’ah kepada kaum Muslimin Sunni.

Kajian dan penggalangan dana yang diisi oleh Ustadz Fahrrurozi Praktisi Da’wah dari Yogyakarta ini di sambut dengan begitu sangat antusias dan baik sekali oleh kaum muslimin khususnya yang ada di Jogja. Hal ini terbukti dengan banyaknya kaum muslimin yang datang dalam kajian ini untuk mengetahui keadaan saudara atau saudarinya sesama muslim yang tertindas di Suriah. Menurut panyauan Kru FAI, lebih dari 300an jama’ah ikhwan maupun akhwat menjejali area dimana kajian berlangusng.

Negeri yang banyak melahirkan banyak ulama Islam itu, hingga kini telah “melahirkan” belasan ribu Syuhada’ pejuang yang syahid disebabkan tujuan mereka semata-mata hanya untuk menegakkan syari’at islam di bumi Syam yang diberkahi tersebut.

Tercatat hingga Mei 2012, sekitar 12.000 muslim sunni telah terbunuh dan insya Allah syahid. puluhan ribu lainya terluka dan menderita di penjara-penjara rezim Bashar Assad, ribuan muslimah diperkosa, anak-anak kecil tak berdosa-pun tak lepas dari lindasan buldoser dan peluru serta meriam para jagal Syi’ah Nushairiyyah .

Dalam kajian ini Ustadz Fahrurozi sebagai pembicara mengatakan bahwa Suriah, negeri yang menderita tersebut adalah salah satu negeri yang diagungkan dalam islam, maka sudah sewajarnya jika kaum muslimin seluruh dunia menaruh perhatian padanya.

“Suriah, negeri yang menderita tersebut merupakan salah satu tempat yang diagungkan dalam Islam. Banyak Ulama yang menulis keutamaan Syiria (Syam-red), terutama ibukotanya Damaskus. Sebagaimana sabda Rosululloh saw, “Jika penduduk Syam telah rusak, maka tiada kebaikan lagi di antara kalian“. (HR.Ahmad)“, ungkapnya.

Dia pun melanjutkan, bahwasanya Rosululloh saw sendiri langsung menyebut kota Damaskus sebagai benteng umat Islam pada perang akhir zaman kelak.

“Harus difahami oleh kaum msulimin bahwa Damaskus yang masuk wilayah Suriah merupakan tempat terjadinya Al-Malhamah Al-Kubro dan tempat terbaik bagi kaum muslimin pada saat itu. Rosululloh saw bersabda, “Di hari perang semesta (Al-Malhamah Al-Kubro atau Armagedon), benteng kaum muslimin  di sebuah tempat yang bernama Ghuthoh, di Ghuthoh itu terdapat sebuah tempat yang disebut Damaskus. Disitulah sebaik-baiknya tempat bagi kaum muslimin pada hari itu. (HR.Abu Dawud)“, tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, diinformasi pula kondisi terbaru dari Suriah, bahwa pada hari Ahad 12 Agustus 2012 pukul 03.00 wib sebanyak 179 kaum msulimin sunni sudah terbunuh kembali dan Insya Allah Syahid dan informasi di dapat dari LSM Hilal Ahmar yang sekarang berbasis di Turki.

Rata-rata kaum muslimin sunni yang terbunuh di Suriah sebanyak 150 hingga 200 jiwa per harinya. Dalam penutup kajian tersebut Ustadz Fahrurozi berpesan bahwa solusi terbaik dan satu-satunya solusi dari konflik dan penindasan yang dialami oleh kaum muslimin di Suriah serta kaum muslimin lainnya di berbagai belahan dunia adalah Jihad.

Karena dengan berJihadnya seluruh kaum muslimin, sesungguhnya dapat menjadi pemersatu dari bersatunya berbagai kaum muslimin yang ada didunia, yang sebelumnya tidak tahu dan tidak mengenal akan menjadi kenal antara satu dengan yang lainnya sehingga terjalinlah ukhuwah islamiyyah yang hakiki sesama muslim. Sesuai dengan firman Allah swt,

“Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka. Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka. dan memasukkan mereka ke dalam jannah yang telah diperkenankanNya kepada mereka.” (QS. Muhammad 47 : 5-6)”, pungkasnya. bilal/FAI/arrahmah.com)