JAKARTA (Arrahmah.com) - Dukungan solidaritas untuk muslim Rohingya di Myanmar terus menuai simpati masyarakat. Sympathy of Solidarity (SOS) Rohingya yang diisiasi ACT (Aksi Cepat Tanggap) mengajak agar masyarakat Indonesia juga peduli lewat aksi unjuk rasa di bundaran Hotel Indonesia (HI), Sabtu pagi (4/8).Ibnu Khajar, Executive Director ACT, menegaskan masyarakat Indonesia untuk lebih peduli mengingat peran sentral Indonesia di Asia Tenggara (ASEAN).

“Kita bangsa terbesar di ASEAN. Penduduk muslim terbesar di dunia,” ujar Ibnu saat ditemui di bundaran HI pagi ini.

Pemerintah, lanjut Ibnu, harus juga memainkan perannya lebih aktif dan jangan terkesan lambat.

“Indonesia terkesan lambat merespon. Pengurusan visa saja dihalang-halangi,” lanjut Ibnu.

Keterangan Ibnu, pihaknya sejatinya memberangkatkan tiga orang relawan ke Myanmar. Itu pun hanya satu yang bisa memperoleh visa ke negeri Aung San Suu Kyi itu.

“Bantu logistik. Di perbatasan Bangladesh-Myanmar,” ujarnya.

“Kita minta pemerintah Indonesia memberikan presseure ke perdana menteri Myanmar membuka akses internasional,” katanya.

Aksi tersebut diikuti kurang lebih sekitar 100 orang, mereka menggelar spanduk dan berorasi mengajak warga Jakarta peduli akan nasib muslim Rohingya.

Para peserta aksi mengajak warga Jakarta untuk menyalurkan bantuan dan doa bagi muslim rohingya yang tengah dilanda kekerasan. Ada ribuan muslim yang menjadi pengungsi di Myanmar. (bilal/dbs/arrahmah.com)