Arrahmah.com – Menyambut kedatangan hari raya Idul Fithri 1432 H, pimpinan Imarah Islam Afghanistan, Amirul Mukminin Mulla Muhammad Umar hafizhahullah menyampaikan penjelasan resmi melalui majalah bulanan Ash-Shumud edisi 64 tahun VI, Syawwal 1432 H / September-Oktober 2011 M.

Dalam penjelasannya, Mulla Umar menguraikan perkembangan terakhir jihad di Afghanistan. Ia juga menjelaskan sikap resmi pemerintahan Imarah Islam Afghan terhadap beberapa persoalan yang tengah aktual dalam kancah politik di Afghan. Dari isu penarikan mundur tentara AS dan NATO dari Afghan, status pangkalan-pangkalan militer AS di Afghan, perundingan dengan aliansi penjajah salibis, masa depan Afghan, hingga tata kelola pemerintahan yang hendak diberlakukan.

Selain itu, penjelasan itu juga berisi beberapa seruan kepada pemerintahan boneka Afghan, mujahidin, rakyat Afghan dari kalangan awam dan terpelajar, serta kaum muslimin di seluruh dunia. Mengingat pentingnya penjelasan resmi tersebut, arrahmah.com menerjemahkannya agar kaum muslimin memahami realita aktual bumi jihad Afghanistan.

 

PENJELASAN DARI AMIRUL MUKMININ MULLA MUHAMMAD UMAR

PADA IDUL FITHRI 1432 H

 

بسم الله الرحمن الرحيم

الله أكبر… ألله أكبر… لا إله إلا الله… ألله أكبر…ألله أكبر …ولله الحمد

 

Segala puji bagi Allah yang telah membela hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya dan mengalahkan pasukan sekutu dengan diri-Nya sendiri. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad SAW di mana tidak ada lagi Nabi setelahnya. Wa ba’du:

Saya sampaikan ucapan selamat bagi bangsa mujahid, bangsa Afghanistan dan juga kepada semua umat Islam atas datangnya Idul Fithri yang penuh berkah ini, yang datang bersamaan dengan berbagai kemenangan yang terus berlangsung bagi mujahidin. Saya memohon kepada Allah SWT agar menerima puasa dan jihad kita semua serta berbagai kepenatan yang kita alami di jalan-Nya. Dalam kesempatan yang baik ini kami ingin menyampaikan pandangan kami seputar masalah-masalah penting berikut:

Pertama: Kondisi jihad

Sesungguhnya musuh-musuh Islam di Afghanistan telah menganggap tahun ini sebagai sebuah tahapan genting untuk menghancurkan mujahidin dan mencapai misi busuk mereka. Mereka telah berjanji kepada rakyat dan pemerintahan mereka untuk mengadakan perubahan yang mendasar pada tahun ini mengenai situasi pertempuran yang tengah berlangsung di negeri ini. Akan tetapi atas karunia dan bantuan Allah SWT kepada mujahidin semua rencana mereka gagal total, bertolak belakang sama sekali dengan apa yang mereka impikan. Pada tahun ini saja mereka telah menderita kerugian besar berupa korban jiwa dan harta melebihi kerugian yang mereka derita pada tahun lalu. 

Sementara mujahidin kini lebih memahami lagi cara-cara perang yang digunakan oleh musuh daripada waktu-waktu sebelumnya. Seiring dengan berjalannya hari mujahidin mendapatkan berbagai persenjataan dan peralatan, sehingga dapat menjadikan musuh menderita kerugian lebih besar lagi. Sebagai hasil dari kemajuan ini, dunia kini dapat menyaksikan semakin bertambahnya korban di pihak musuh dan jatuhnya pesawat-pesawat mereka.

Di sisi lain semakin kuatnya dukungan masyarakat kepada mujahidin, keberhasilan mujahidin dalam menyusup ke barisan musuh yang terus meningkat, semakin luasnya medan jihad yang efektif di berbagai penjuru negeri, semakin berkualitasnya operasi-operasi mujahidin yang semakin sering dilakukan, dilancarkannya serangan-serangan gemilang terhadap markas-markas penting dan vital milik musuh, pembunuhan terhadap personal-personal penting dan petinggi-petinggi pemerintah boneka di bagian utara dan selatan negeri ini, semua ini memberikan sinyal baik kepada kita akan datangnya kemenangan dalam waktu dekat dan masa depan yang indah, insya Allah.

Jika kita bandingkan hasil-hasil yang dicapai pada operasi Badar pada tahun ini dengan hasil-hasil yang dicapai pada tahun-tahun yang lalu, dan jika kita cermati berbagai kekalahan musuh yang bertubi-tubi dan kekacauan yang luar biasa dialami pemerintah boneka, semua ini memberikan gambaran yang jelas bagi semua orang atas kuatnya tekad mujahidin dan tingginya mental mereka dari satu sisi, dan di sisi lain memberikan gambaran kehancuran musuh yang merebak di berbagai bidang.

Selain itu, situasi global tidak menguntungkan Amerika sebagaimana sebelumnya, karena krisis ekonomi yang dihadapinya kini lebih mencekik daripada yang sudah-sudah. Sementara semakin hari rakyat negara-negara yang menjadi anggota NATO semakin memahami fakta-fakta baru tentang perang di Afghanistan, dan opini publik di negara-negara tersebut semakin berseberangan dengan perang yang tidak memiliki tujuan ini. Semua negara yang tergabung dalam persekutuan jahat ini satu persatu berusaha menarik pasukannya dari negeri ini. Negara-negara kawasan pun semakin tercekik dengan jeratan Amerika dan telah habis kesabaran mereka terhadap kondisi semacam ini. Secara umum semua apa yang terjadi belakangan ini dan situasi semacam ini memberikan kabar gembira kepada kita atas kemenangan jihad kita terhadap musuh.

Kedua: Penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan

Sebelumnya harus saya jelaskan bahwa penarikan pasukan Amerika saja, sama sekali tidak akan bisa menjadi solusi bagi Afghanistan. Jihad akan terus berkobar dengan hebatnya. Karena kebijakan simbolik semacam ini akan semakin memperumit masalah dan akibatnya pun akan sangat tragis. Oleh karena itu seharusnya selain seluruh pasukan penjajah harus ditarik secapatnya dari Afghanistan, mereka juga harus mencari solusi yang memuaskan dan permanen untuk permasalahan Afghanistan ini.

Ketiga: Pangkalan-pangkalan militer permanen milik Amerika yang ada di Afghanistan

Sesunguhnya bangsa Afghanistan tidak akan pernah menerima keberadaan pangkalan militer permanen bagi Amerika dalam bentuk apapun di Afghanistan. Bangsa Afghanistan menganggap keberadaan pasukan musuh di bumi mereka — sedikit maupun banyak — adalah penjajah asing.

Jika Amerika bersikukuh dalam masalah ini dan tidak menggubris tuntutan mujahidin dan tuntutan rakyat Afghanistan, maka silahkan perhitungkan sendiri akibat dari sikap keras kepalanya sebagaimana akibat penjajahannya terhadap negeri ini selama sepuluh tahun terakhir ini. Di mana bangsa Amerika tidak bisa merasa aman di kota Kabul meskipun hanya sejenak saja, padahal mereka telah menggelontorkan biaya yang sangat besar dan ribuan tentaranya terbunuh dalam perang ini.

Sedangkan bagi rakyat, para ulama, ahli politik, dan para pemuka suku di negeri Afghanistan ini hendaknya mereka mereka membangun satu kesepahaman dengan Imarah Islam sebagai satu negara kesatuan dan menolak adanya pangkalan-pangkalan militer Amerika di Afghanistan. Mereka hendaknya juga membuktikan kepada Amerika bahwa bangsa Afghanistan secara keseluruhannya bersepakat untuk menolak adanya pangkalan militer asing di negerinya.

Dan sesungguhnya ikut-ikutan dalam berbagai usaha yang bertujuan untuk menerima keberadaan pangkalan militer asing di bumi ini, baik melalui dewan Jarghah maupun melalui parlemen, akan dianggap sebagai suatu pengkhianatan terhadap agama dan negara oleh anak-anak bangsa yang tulus dan berbakti terhadap agama dan negara.

Keempat: Masa depan Afghanistan dan tata pemerintahan yang akan dibangun di sana

Sesungguhnya langkah poitik kami mengenai tata pemerintahan Afghanistan untuk ke depan adalah kami menginginkan pemerintahan Islam yang sebenar-benarnya yang dapat dipercaya oleh semua penduduk Afghanistan, hendaknya semua suku yang tinggal di Afghanistan memperoleh posisi di negeri ini, hendaknya urusan pemerintahan diserahkan kepada para ahlinya, memiliki hubungan timbal balik dengan seluruh negara internasional dan negara-negara kawasan dalam bingkai saling menghormati, yang dibangun di atas kepentingan Islam dan negara, dan hendaknya seluruh perhatian difokuskan kepada pembangunan kembali dari sisi materi dan maknawi bagi Afghanistan yang telah hancur akibat perang selama lebih dari tiga dasawarsa.

Oleh karena Afghanistan memiliki tanah pertanian yang luas, kekayaan tambang dan sumber-sumber energi alam yang besar, maka ketika dalam situasi aman kami akan dapat mengelola potensi-potensi tersebut sehingga kami akan terbebas dari bencana kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan dan kebodohan yang semua itu menjadi faktor dari berbagai problematika sosial dan ekonomi di negeri ini.

Bertolak belakang dari apa yang diisukan oleh media-media musuh, kami Imarah Islam Afghanistan sama sekali tidak pernah punya doktrin untuk memonopoli kekuasaan atau membangun sistem otoriter. Afghanistan adalah kampung halaman bagi seluruh rakyatnya maka semua rakyat berhak untuk menjalankan tanggung jawab mereka dalam mengatur dan mempertahankan negara mereka. Tidak sepantasnya kemajuan pada masa yang akan datang sama dengan apa yang terjadi pasca tumbangnya komunisme di negeri ini. Di mana pada saat itu terjadi penjarahan terhadap aset-aset negara dan semua administrasi pemerintahan dihancurkan. Akan tetapi semua akan diatur secara ketat ketika mujahidin mendapat kemenangan demi menjaga aset-aset negara, administrasi pemerintahan, dan segala kekayaan yang dihasilkan dari bidang-bidang khusus, serta mendorong para kader profesional dan usahawan Afghanistan untuk terus berkhidmat kepada negara tanpa pandang bulu.

Kelima: Perundingan

Imarah Islam Taliban memandang bahwa faktor utama krisis berkepanjangan di Afghanistan adalah adanya pasukan asing yang menjajah negeri ini. Pasukan asing yang membombardir secara membabi buta, menggerebek rumah-rumah pada malam hari, menganiaya dan menyiksa penduduk sipil dan memaksakan kekuasaan dengan kekuatan. Imarah Islam Taliban juga memandang bahwa solusi dari krisis ini adalah dengan menghentikan semua penganiayaan dan penindasan ini. Selain itu Imarah Islam memandang bahwa cara untuk menjamin kepentingan agama dan negara adalan dengan menegakkan sistem Islam yang sebenar-benarnya dan independen. Untuk mencapai tujuan ini kita bisa memikirkan dan mencermati semua cara yang sah menurut syariat Islam.

Semua perundingan yang terlaksana mengenai pertukaran tawanan dengan pihak-pihak tertentu sampai saat ini, sama sekali bukanlah sebuah perundingan universal untuk membicarakan solusi untuk krisis yang tengah berlangsung di negeri ini. Harus dipahami bahwa Imarah Islam Taliban sebagai sebuah kekuatan politik dan militer, memiliki ketentuan yang jelas dan independen mengenai perundingan. Hal ini telah saya jelaskan dari waktu ke waktu.

Keenam: Konferensi Bonn yang akan datang

Sesungguhnya konferensi murahan yang akan dilaksanakan di Bonn, Jerman yang membahas mengenai krisis Afghanistan pada akhir tahun ini, hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan konferensi Bonn pertama yang dilaksanakan sepuluh tahun yang lalu. Karena dalam konferensi tersebut tidak dihadiri oleh pihak-pihak yang benar-benar mewakili rakyat Afghanistan dan juga tidak membahas solusi mendasar dan realistis untuk krisis Afghanistan. Konferensi ini juga memiliki misi-misi propaganda dan simbolis sebagaimana kongres-kongres dan konferensi-konferensi yang diadakan sebelumnya. Dengan konferensi ini mereka ingin memainkan opini dunia dari solusi yang sebenarnya untuk krisis Afghanistan kepada perkara yang lainnya.

Dalam konferensi tersebut akan didiktekan apa yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Gedung Putih dan Pentagon.

Kami sarankan kepada semua pihak yang memiliki kaitan dengan persoalan Afghanistan, hendaknya mereka mencari solusi yang kongkret dan aplikatif daripada sibuk mencari solusi-solusi semu dan mengada-ada. Oleh karena itu maka pihak-pihak tersebut haruslah memahami fakta-fakta yang terjadi di Afghanistan.

Bangsa Afghan memiliki sejarah kejayaan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan intern mereka dan memiliki kesepahaman antar mereka, dengan syarat tidak ada intervensi asing.

Imarah Islam Taliban akan terus melanjutkan perjuangan mereka yang sah sebagai hak asasi mereka untuk membela agama dan negara. Imarah Islam Taliban sebagai sistem yang damai dan k omit siap untuk menjalin hubungan positif dengan semua negara kawasan dan internasional.

Kami meminta kepada seluruh negara tetangga agar jangan sampai menjadi bagian dari sandiwara penjajahan yang memiliki hubungan dengan masa depan Afghanistan. Karena perbuatan ini tidak akan ada manfaatnya sama sekali bagi siapa pun.  Imarah Islam Taiban sebagai pewaris dari dua juta orang Afghan yang gugur bertekat untuk membuat ketetapan-ketetapan yang independen dan terbebas dari intervensi-intervensi pihak lain, yang kaitannya dengan masa depan Afghanistan. Imarah Islam akan menjamin terealisasinya cita-cita para syuhada’ , dan menjamin akan menjaga kepentingan Islam dan negara. Hal itu sebagai penghormatan kami kepada bangsa Afghanistan. Dan kami ingin jelaskan kepada semua pihak bahwa bangsa Afghan tidak akan pernah menerima sebuah pemerintahan yang dipaksakan kepada mereka, dan pemerintahan semacam ini tidak akan langgeng di negeri ini.

Ketujuh: Para pegawai boneka di Kabul

Kami sampaikan seruan sekali lagi kepada orang Afghan yang bekerja di pemerintahan boneka di Kabul, kami katakan kepada mereka: Berhentilah membantu penjajah! Bekerja samalah kalian dengan mujahidin Imarah Islam dalam melawan musuh agama dan Negara! Jika kalian bergabung dengan mujahidin, hal itu akan memaksa para penjajah untuk meninggalkan bumi kita dengan lebih cepat. Dengan begitu seluruh pengorbanan bangsa kita yang teraniaya ini akan menampakkan buahnya. Negara kita akan menjadi makmur dan dihiasi dengan kemerdekaan, kekayaan dan sistem Islam, dan ini adalah kebaikan bagi kita semua.

Kedelapan: Seruan buat Mujahidin sebagai benteng pertahanan jihad.

  1. Mengingat gentingnya situasi yang ada, maka hendaknya kalian semua memperhatikan betul tanggung jawab jihad kalian lebih dari perhatian kalian terhadapnya pada masa-masa yang lalu. Atas karunia Allah SWT, kemudian juga atas jerih payah kalian, kini telah banyak sekali wilayah Afghanistan yang berhasil dibersihkan dari para penjajah yang najis. Kerahkan lebih banyak lagi kemampuan kalian untuk membebaskan wilayah Afghanistan yang masih tersisa dari musuh-musuh yang masih bercokol. Jangan sekali-kali bersikap lamban dalam urusan jihad. Laksanakanlah operasi-operasi jihad kalian dengan semangat yang membara, pengendalian yang ketat, dan perencanaan yang rapi. Hendaknya dalam setiap amal kalian, fokus kalian adalah mencari ridlo Alloh SWT.

  2. Taat kepada amir termasuk faktor terpenting dalam jihad. Maka kalian harus melaksanakan ketaatan secara total kepada amir kalian jika arahan-arahan yang diberikan kepada kalian berupa amal ketaatan. Para penanggung jawab jihad yang telah kami tunjuk di seluruh penjuru negeri ini merupakan amir yang sah atas diri kalian, maka kalian wajib mentaati mereka secara penuh.

  3. Setiap saat kalian harus melaksanakan dengan sungguh-sungguh sistem pengamanan yang telah di tetapkan oleh para pemimpin kalian. Jika kalian meremehkan hal tersebut dan tidak bersikap waspada semaksimal mungkin, maka di dunia kalian bisa tertimpa hal-hal yang tidak baik dari musuh, dan di hadapan Allah SWT kalian akan dimintai pertanggung jawaban.

  4. Kalian harus pandai-pandai dalam berinteraksi dengan masyarakat, raihlah simpati mereka dengan akhlaq yang mulia dan hubungan yang baik. Karena bangsa kita adalah bangsa muslim dan mujahid. Mereka telah berkorban untuk membela Islam, dan untuk itu mereka telah mengalami penganiayaan lebih dari pada bangsa lain. Pandanglah masing-masing masyarakat umum, baik orang tua, orang muda, wanita dan anak-anak dengan penuh penghormatan dan penghargaan. Jika kalian menerima berita dari seseorang, maka pertama kali kalian harus memastikan kebenaran berita tersebut. Jangan kalian menyakiti orang berdasarkan informasi yang salah atau memiliki misi terselubung. Terimalah usul yang baik dan pendapat yang benar dari masyarakat. Ketika kalian bergaul dengan masyarakat, maka bayangkanlah bagaimana seandainya kalian  tidak bersenjata dan menjadi masyarakat awam, bagaimana kiranya kalian bersikap terhadap mereka? Atau bayangkanlah bagaimana seandainya yang kalian hadapi itu adalah bapak atau saudara atau salah satu dari kerabat kalian, bagaimana kiranya sikap kalian kepada mereka? Hendaknya pada setiap kondisi, mujahidin selalu bersikap simpatik kepada masyarakat, jangan sekali-kali bersikap sombong kapada mereka.

  5. Selama tidak ada instruksi dari dewan pimpinan Imarah Islam mengenai sesuatu, atau tidak ada ijin dari para penanggung jawab wilayah, maka jangan kalian paksakan masyarakat dengan perintah-perintah atau larangan-larangan dari diri kalian sendiri. Karena hal ini bisa memperburuk citra jihad dan mujahidin, dan akan memberikan peluang kepada musuh untuk membuat isu-isu jelek terhadap kalian, serta akan membuat jurang pemisah antara kalian dengan masyarakat. Selain itu segala perintah yang dibebankan kepada kalian hendaknya kalian laksanakan dengan bermusyawarah dengan masyarakan dan para ulama’ yang terhormat di wilayah setempat.

  6. Tidak diperkenankan kepada seorang pun dari anggota Imarah Islam untuk meminta uang secara paksa kepada masyarakat. Jika kalian melihat ada orang yang mengaku mujahid atau mengaku apa saja memungut uang dari masyarakat atau pedagang atau petani atau orang-orang kaya dengan senjata, atau menculik orang untuk meminta tebusan maka kalian harus halangi dengan sekuat tenaga. Jika kalian berhasil menangkapnya, maka jatuhkanlah hukuman kepadanya sesuai dengan ketentuan syariat. Karena menjamin keamanan nyawa dan harta masyarakat merupakan misi mulia dari jihad ini.

  7. Pesan kami yang terakhir untuk mujahidin, hendaknya mereka memanfaatkan sebaik mungkin waktu untuk lebih mengefektifkan jihad dengan belajar, mengkaji, dakwah, melazimi dzikir dan doa yang ma’tsur. Kami juga berpesan agar selalu menjaga fisik dan latihan jihad. Hendaknya mereka meluangkan waktu khusus untuk masalah ini. Kami juga pesankan agar mereka berpenampilan dan berpakaian sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Kami berharap agar mereka hidup di tengah-tengah masyarakat sebagai orang baik, rabbani, reformis dan penyeru kebaikan dan reformasi.

  8. Semua arahan yang diberikan kepada mujahidin telah sampai ke front-front jihad di seluruh wilayah negeri, maka masing-masing penanggung jawab wilayah harus meyakinkan bahwa masing-masing mujahidin telah memahami poin-poin dari arahan tersebut dan melaksanakannya.

Kesembilan: Untuk para dosen, penulis, pemikir dan pelajar baik di dalam maupun di luar negeri

Wahai orang-orang yang terhormat, sesungguhnya masa depan kita sangat tergantung dengan kemerdekaan kita secara total. Jika kita tidak memiliki negara yang merdeka maka di masa depan kita akan menjadi budak, padahal majikan itu tidak akan rela selain budaknya harus mengikuti kemauannya. Bahkan ia akan memanfaatkan budak tersebut sebagai alat dan sarana untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Oleh karena itu selama sepuluh tahun yang telah berlalu ini musuh tidak pernah menggelontorkan dana untuk membuat proyek-proyek mendasar seperti bendungan, membangun proyek-proyek untuk kepentingan umum untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional atau kebutuhan pbrik-pabrik besar yang dianggap sebagai infrastruktur negara. Akan tetapi sebaliknya, mereka justru berusaha memperuncing fanatisme suku, bangsa dan daerah baik secara diam-diam maupun terang-terangan. Mereka mendorong para pemuda agar mengobarkan fanatisme tersebut. Usaha ini adalah usaha untuk menghancurkan masa depan negeri kita.

Sesungguhnya kewajiban kita untuk Islam kemudian juga kepada Negara adalah menjaga generasi muda dari pengaruh-pengaruh rusak dari pihak musuh. Sebagaimana bangsa kita sebagai bangsa mujahid, dengan jihadnya yang penuh berkah telah berhasil menyelamatkan negara dari penjajahan politik dan militer Barat. Maka sudah pasti juga kita harus membendung penyebaran budaya Barat dan pengaruh-pengaruh pemikirannya yang destruktif di negeri muslim dan bermartabat ini. Hendaknya kita bekerja secara totalitas, ikhlas dan semangat khas bangsa Afghan yang tinggi, untuk menjamin kehidupan generasi kita yang akan datang dalam bimbingan budaya Islam yang suci. Jika tidak, maka akan terputuslah bangsa muslim kita yang bermartabat ini dengan generasi Islam pendahulunya yang berjaya, lantaran pengaruh budaya Barat yang penuh racun.

Maka para dosen, penulis, pemikir dan pelajar, mereka semua baik secara individu maupun kolektif harus berjuang untuk kemerdekaan negeri ini, menjaga nilai-nilai Islam dan bangsa, dan menyatukan rakyat Afghanistan. Mari kita singkirkan semua sekat yang dibuat dan dipaksakan kepada kita. Sesungguhnya nilai-nilai Islam itu saja sudah cukup untuk menyingkirkan semua bentuk fanatisme suku, golongan dan lain-lain. Namun ini semua menuntut dari kita pengorbanan dan usaha kongret.

Kesepuluh: Kepada Bangsa Afghanistan dan seluruh bangsa di dunia

Kami berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Afghanistan yang memandang bahwa jihad yang tengah  berlangsung sekarang ini adalah sebuah kewajiban agama, meski mereka harus memikul berbagai kesulitan dan kepenatan dalam menjalankan jihad dan perjuangan selama sepuluh tahun belakangan ini, di mana mereka memberikan dukungan secara menyeluruh kepada mujahidin dan melaksanakan kewajiban jihadnya. Supaya buah dari pengorbanan selama sepuluh tahun ini tidak sia-sia, mereka haruslah terus melanjutkan dukungannya kepada jihad dan mujahidin.

Barangsiapa memiliki kemampuan untuk berjihad secara fisik dengan senjata maka hendaknya ia melaksanakan kewajibannya. Barangsiapa memiliki kemampuan untuk berjihad dengan pena, maka hendaknya memanfaatkan penanya untuk membela dan mempertahankan Islam. Demikian halnya dengan orang-orang kaya dan berkecukupan, mereka haruslah menginfakkan harta mereka untuk memenuhi keperluan-keperluan jihad.

Saya juga serukan kepada kaum muslimin seluruh dunia untuk memberikan bantuan kepada mujahidin baik dukungan materi maupun dukungan moril. Sebagaimana saya juga berharap kepada setiap individu dan bangsa yang berjiwa perwira di seluruh dunia untuk membela jihad defensif yang dilakukan oleh bangsa Afghanistan, jangan biarkan para tiran diktator menjadikan bangsa yang lemah sebagai korban kediktatoran mereka.

Terakhir saya sampaikan ucapan selamat hari raya Idul Fithri 1432 H sekali lagi kepada seluruh kaum muslimin di seluruh dunia, seluruh bangsa Afghanistan yang teraniaya, mujahidin di front-front pertempuran, para mujahidin yang tertawan, keluarga syuhada’, anak-anak yatim dan para janda, dan juga seluruh orang yang menderita. Saya juga serukan kepada orang-orang kaya di tengah-tengah masyarakat agar menyedekahkan harta mereka kepada orang-orang fakir dan miskin pada hari ini.

Sebagai penutup saya memohon kepada Allah SWT agar mempertemukan kami dengan Idul Fithri yang akan datang dalam udara kemerdekaan dan keamanan di bahwa naungan sistem Islam. Dan hal itu bukan sesuatu yang berat bagi Allah SWT.

 

Pelayan Islam, Amirul Mukminin

Al Mulla Muhammad Umar Mujahid

28 Ramadhan 1432 H – 28 Agustus 2011 M

 

Penerjemah: Unwanul Falah

International Jihad Analysis
http://www.arrahmah.com
filter your mind, get the truth

Topik: , , , ,