BANDUNG (Arrahmah.com) – Ayu Azhari serius untuk mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Sukabumi. Saat mendaftarkan secara resmi pencalonannya di DPD PDIP jabar kemarin, terungkap dia sudah siap dari segi pendanaan. Ayu sudah menyiapkan dana Rp10 miliar untuk kegiatan kampanyenya.

“Setelah melihat pemaparan tadi, Ayu cukup berkualitas. Termasuk, berpikir panjang menyiapkan dana untuk kampanye,” ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD Jabar Agus Yulianto.

Kedatangan Ayu ke kantor DPD PDIP Jabar kemarin menepis keraguan publik mengenai serius tidaknya dia maju di pilkada Sukabumi. “Saya serius maju dan tidak main-main,” ujar Ayu yang mengenakan stelan jas hitam dibalut celana panjang yang juga hitam.

Ayu mengaku tidak peduli dengan anggapan sebagian kalangan yang mempertanyakan keputusannya maju dalam pilkada di Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, kata dia, selain yang kontra Ayu mengklaim tidak sedikit juga yang mendukungnya untuk maju.

Kakak kandung Sarah Azhari itu  tiba di kantor DPD PDIP Jabar pukul 10.00 dengan mengendarai mobil Mercedes Benz Kompressor dengan Nopol B 600 ZUL berwarna hitam. Ayu disambut dan diterima berkas pendaftarannya oleh Ketua DPD PDIP Jabar Rudy Harsa Tanaya.

Ayu membantah bahwa keputusannya untuk maju untuk meraih popularitas atau kekayaan. Menurutnya, keputusan maju dalam pertarungan politik lebih disebabkan karena keinginannya membangun Sukabumi ke arah yang lebih baik lagi.

Dia pun mengaku sudah cukup mengenal daerah Sukabumi.  “Karena saat main film sering syuting di daerah ini.  Saya melihat Sukabumi memiliki potensi untuk bisa lebih maju lagi,” terang artis yang memiliki nama asli Khadijah Azhari ini.

Ayu mengaku sudah mendapat dukungan dari sebagian kalangan di Kabupaten Sukabumi. Termasuk, dari kalangan pesantren. “Motivasi saya murni untuk memberikan yang terbaik bagi warga Sukabumi,” jelasnya.

Mengenai pencalonannya sendiri, Ayu mengaku sudah berkonsultasi dengan suaminya Mike Tramp. Bahkan, suaminya sangat mendukung. Ditanya program yang akan dikerjakan jika menjadi orang nomor dua di Pemkab Sukabumi, dia menjawab, “Saya ingin memberdayakan potensi perempuan dan anak-anak.”

Ketua DPD PDIP Jabar Rudy Harsa Tanaya menyatakan, Ayu memang sebelumnya tidak sempat diundang. Pasalnya tidak memenuhi undangan saat verifikasi di tingkat DPC Sukabumi. “Ayu memberi alasan karena ada kegiatan sosial yang tidak bisa ditinggalkan,” paparnya.

Dijelaskan, Ayu meminta waktu untuk mengikuti verifikasi terakhir sebelum semua berkas diserahkan pada DPP PDIP untuk mendapat keputusan. “Kita lihat potensinya besar, sayang kalau ditinggalkan,” katanya.

Rudy menyatakan, Ayu mendaftarkan diri maju sebagai Calon Wakil Bupati Sukabumi. Menurutnya, Ayu memiliki kans yang sama dengan calon lainnya. “Selanjutnya semua calon yang mendaftar akan kita laporkan ke DPP PDIP untuk diputuskan,” katanya.

MUI:  Pilih pemimpin yang kuat agamanya sesuai kriteria Islam

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, H. Amidhan menyayangkan adanya kepentingan pihak-pihak tertentu untuk  menangguk suara terbanyak dalam pencalonan pencalonan bomseks Ayu Azhari sebagai Wakil Bupati Sukabumi. Jika hanya berorientasi pada jumlah suara dalam pilkada, maka amat disayangkan bila terjadi kampanye yang kontraproduktif. Amidhan mengimbau umat Islam Sukabumi untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan karakter Sukabumi.

“Sukabumi itu kan kota yang kuat agamanya,” jelasnya.

Amidhan juga mengimbau masyarakat Sukabumi untuk memilih pemimpin berdasarkan kriteria yang sesuai dengan syariat Islam.
“MUI memang punya kriteria atau syarat menjadi pemimpin yakni di antara sebagai pemimpin itu harus beriman, takwa, memperjuangkan kepentingan umat, integritasnya teruji dan memiliki visi misi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkas Amidhan.(voa-islam/arrahmah.com)

Topik: ,