BUNER (Arrahmah.com) – Militer boneka Pakistan mengklaim berhasil menewaskan lebih dari 50 pejuang Taliban di distrik Buner, Jumat (1/5) namun penduduk lokal menolak klaim tersebut dan mengatakan, yang tewas adalah warga sipil.

“Kami diperintahkan untuk tidak meninggalkan rumah,” ujar Abdul Bakht, 40, seorang petani dari Ambela, yang berusaha melarikan diri ke wilayah selatan.  “Namun masalahnya, tembakan mereka tidak hanya ditujukan untuk taliban.  Yang mereka lakukan seluruhnya adalah menghantam rumah-rumah kami.”

Ia dan sipil lainnya terperangkap dalam operasi yang dilancarkan militer Pakistan, dalam empat hari belakangan, dimana telah banyak keluhan yang datang karena taktik militer Pakistan yang acak-acakan.

Namun jurubicara militer Pakistan mengklaim mereka memiliki kemajuan yang signifikan dalam operasi memberantas “militan”.

Antara keluhan warga sipil dan meningkatnya gerakan Taliban menunjukkan militer Pakistan memiliki tugas sulit di wilayah Buner.

Pemerintah Pakistan mencoba membujuk Taliban agar meletakkan senjatanya, namun di sisi lain, militer Pakistan semakin memperhebat gerak mereka walau pada faktanya apa yang mereka lakukan lebih mengancam warga sipil.

Di suatu rumah yang mendapat serangan, dua anak perempuan menjadi korban dan ibu mereka kehilangan kedua kakinya, ayah mereka mengalami luka yang sangat parah.

Tiga pemuda yang mencoba memberikan tanda kepada militer Pakistan dengan mengemudikan mobil mereka, agar menghentikan tembakan ke rumah mereka, juga tewas ketika helikopter militer boneka Pakistan menembakkan roket-roket ke mobil mereka.  Empat orang lainnya ikut terluka.

“Kami berpikir, seharusnya para tentara tersebut melindungi rakyat, jika begitu, kami akan bahagia, tapi kenyataannya, mereka menghantam rumah-rumah kami,” ujar Hakim Noor, salah seorang buruh.

Pamannya, Jabal Noor, mencoba melarikan diri dari tempat tinggalnya saat roket-roket menghantam rumahnya.

Selanjutnya, apa yang akan dikatakan Pakistan untuk menutup-nutupi kebohongan mereka di mata dunia? (haninmazaya/arrahmah.com)