CALIFORNIA (Arrahmah.com) – Pengindeksan Google terhadap situs “ekstrimis” telah membantu polisi melacak aktivitas mereka dan akan terus berlanjut, ujar ketua eksekutif Google, Eric Schmidt di sebuah festival sastra “The Hay Festival”, tulis Guardian.

Eric Schmidt menjelaskan bahwa perusahaan tidak dapat mengidentifikasi kejahatan dan menjatuhkannya.  Oleh karena itu, Google telah mengambil keputusan bahwa informasi itu jika legal atau bahkan jika hinaan, akan diindeks.

“Ekstrimis tidak cukup pintar untuk tidak ketahuan.  Mereka meninggalkan jejak digital , polisi bisa mengikuti,” ujarnya.

Schmidt berpendapat posisi tersebut faktanya biasanya dapat mendeteksi “ekstrimis” melalui kegiatan internet mereka.  Menurut The Telegraph, Schmidt ketika ditanya tentang pemblokiran materi “ekstrimis” mengatakan : “Ini adalah lereng licin.  Di mana kita bisa berhenti?”

Sebelumnya anggota parlemen Inggris, Paul Flynn pernah menyeru Google untuk menghapus link ke situs seperti situs dari organisasi Al Shabaab.  (haninmazaya/arrahmah.com)