SINAI (Arrahmah.com) – Mujahidin Jama’ah Anshar Baitil Maqdis, sebuah kelompok jihad yang ditengarai berasal dari Semenanjung Sinai, merilis video sebagian operasi jihad mereka melawan militer sekuler Mesir.

Video berdurasi 8 menit 18 detik tersebut diberi judul “Dan perangilah mereka [orang-orang kafir] sehingga tidak ada lagi fitnah [kekafiran dan penindasan terhadap orang-orang yang beriman] “. Video tersebut dipublikasikan melalui situs-situs jihad internasional.

Dalam video tersebut Jama’ah Anshar Baitil Maqdis melakukan sejumlah serangan terhadap militer dan dinas intelijen Mesir. Serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas kebiadaban junta militer yang membantai ribuan demonstran muslim sipil di Rabiah Square dan Nadhah Square.

Jama’ah Anshar Baitil Maqdis menjuluki militer Mesir “Tentara Kamp David”, merujuk pada perundingan Mesir – “Israel”. Melalui perjanjian tersebut, dictator Mesir Anwar Sadat mengakui kedaulatan negara penjajah zionis “Israel” di bumi Palestina.

Selama lebih dari 40 tahun sejak ditanda tanganinya perjanjian Kamp David, tentara Mesir belum pernah melepaskan sebutir peluru pun kepada tentara penjajah zionis “Israel”. Namun dalam sehari saja, tentara Mesir menembak mati ribuan demonstran sipil Mesir di Rabiah Square dan Nahdah Square. Tidak hanya itu, tentara Mesir membunuhi korban demonstran yang cedera, membakar hidup-hidup mereka dan korban tewas lainnya di rumah sakit lapangan Rabiah Square.

Bahkan lebih biadab lagi, tentara Mesir menembak mati ratusan demonstran muslim sipil Mesir yang menunaikan shalat Shubuh di kota Kairo dan El-Arish, Semenanjung Sinai. Masjid di Rabiah, Ramses dan Syaikh Zuwaid diserang tentara, bahkan dibombardir dari helikopter tempur sehingga masjid di Syaikh Zuwaid, Semenanjung Sinai mengalami kerusakan dan kebakaran.

Serangan mujahidin Jama’ah Anshar Baitil Maqdis hanyalah sebuah reaksi atas kebiadaban junta militer Mesir yang membantai ribuan kaum muslimin yang tak berdosa. Video ini membawa pesan penting kepada junta militer boneka AS dan “Israel” bahwa mujahidin Islam tidak akan pernah membiarkan seorang muslim pun dibantai secara biadab tanpa ada pembelaan dari mujahidin Islam. (muhibalmajdi/arrahmah.com)