Syamina. Artikel ini merupakan pokok-pokok pikiran dari seorang dengan nickname Engineer Al Qaeda dalam sebuah forum jihad online.

(Arrahmah.com) - Saudaraku, sebagaimana kalian ketahui, tujuan tema ini adalah upaya mengombinasikan sebanyak mungkin ide – ide dan usulan – usulan yang mungkin bermanfaat bagi saudara – saudara kita (mujahidin) dan para penolong mereka, terkhusus berbagai front (unit perlawanan) yang sekarang tumbuh marak di syam dan sekitarnya. Disini kami bermaksud menjadikan forum berharga kita ini – seirama dengan peran utamanya untuk memberikan dukungan , publikasi, mobilisasi, provokasi, dan juga edukasi sebagai salah satu sentral riset dan studi yang dinamis guna memberikan keputusan, rekomendasi dan juga kebijakan – kebijakan yang nanti insyaAllah akan kami sebutkan.

Melalui strategi jitu dan studi (pengalaman) berharga dalam perjalanan panjang kita menuju khilafah rasyidah, hingga kita – dengan pertolongan dan taufiq Allah – sampai pada tujuan yang diharapkan dengan secepatnya dengan biaya yang tidak seberapa. Persis sebagaimana pusat riset dan studi kebijakan miliki musuh kita yang terdiri dari beberapa staf ahli dan cendekiawan yang secara continue meneruskan rekomendasi dan keputusan yang akan diterapkan oleh pemerintah negeri mereka.

Oleh sebab itu, kami disini berusaha mengombinasikan diskusi terlebih dahulu dan lainnya yang memungkinkan diringkas, kemudian dirangkum menjadi beberapa poin strategi penting dan kompeherensif guna mengarahkan kita dan saudara – saudara kita di syam dan sekitarnya. Itu terangkum dalam beberapa poin yang jelas; yaitu mengenai strategi yang dilancarkan musuh kepada kita, memprediksikan sikap yang harus kita ambil, bahkan memastikan sikap kita pada saat sekarang maupun akan datang. Sebagai usaha memaksa musuh kita berjalan selaras dengan strategi yang kita rancang, bukan strategi mereka.

Ada 2 (dua) benang merah penting yang tidak diperdebatkan oleh siapapun yang berada di Syam atau tempat lainnya:

Pertama, berhukum dengan syari’at islam atau berusaha menegakkan negara islam yang berhukum dengan kitabullah dan sunnah nabiNya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang selaras dengan pemahaman generasi salafus shalih dan ijtihad generasi khalaf yang shalih dari umat ini.

Kedua, batalnya segala jenis perbatasan (yang ditetapkan) sykes-picot antara negeri – negeri islam kita; baik yang dekat maupun yang jauh, kecuali sekedar formalitas aktivitas islami yang tidak membahayakan, seperti formalitas safar, tukar – menukar logistik yang dapat membantu kita dalam proses – proses rekrutmen militer, konsolidasi dan sebagainya.

Dari dua poin diatas, akan kami paparkan beberapa rekomendasi, selain juga beberapa (prediksi) yang akan terjadi insyaAllah.

Peristiwa – peristiwa mutakhir dan yang akan terjadi dalam waktu dekat

Pertama, kebanyakan cendekiawan kita memprediksi bahwa konflik yang terjadi di syam akan berlangsung dalam rentang waktu yang panjang, oleh sebab itu, kesiap siagaan merupakan suatu keniscayaan.

Dua, sekarang ini sedang terjadi perlombaan dan adanya usaha – usaha salibiyah, israiliyah, iraniyah, untuk mengusai atau menghancurkan gudang – gudang persenjataan kimia Suriah sebelum berpindah tangan (direbut mujahidin). Aliansi kriminal tersebut meyakini bahwa hal itu dapat menimbulkan masalah bagi mereka. Yaitu, direbut oleh front jihad atau hizbullah menurut perspektif yahudi dan salibis, dan oleh front – front jihad menurut versi majusi – iraniyah, dan salibis.

Tiga, dengan berbagai argumen seperti “menjaga keamanan”, “melindungi orang – orang yahudi”, “melindungi minoritas nushairiyah yang tak berdosa lagi teraniaya” dan lain – lain, kekuatan salibis sudah pasti akan ikut bercokol di Syam.

Empat, akan ada usaha – usaha atau bahkan mungkin kepastian pembagian negara suriah yang bertujuan melindungi kelompok nushairiyah agar menjadi “duri” salibis – yahudi – majusi dalam daging ahlussunnah di wilayah Syam, ini dipastikan akan menyebabkan terjadi pembunuhan dan pembantaian siapapun yang masuk dalam konspirasi ini; baik para aktivitis muslim yang mengetahui konspirasi tersebut maupun masyarakat awam yang tidak mengerti sedikitpun.

Lima, sekarang telah terjadi pemblokadean terhadap revolusi dan mujahidin agar mereka tidak bisa merebut senjata, yang dalam waktu bersamaan konsolidasi militer, logistik dan finansial akan diberikan kepada pada pemerintahan nushairiyah. Tentu, beberapa tujuan itu seluruhnya dapat memberikan “maslahat” bagi aliansi yang disebutkan sebelumnya, (di antaranya):

  • Memperpanjang rentang pertempuran hingga sebagian surat – surat perjanjian dan jaminan keamanan selesai dibuat
  • Menguras gudang finansial milik pemerintah dan memeras setiap aset (bashar assad) si dedengkot suriah
  • Mentransfer seluruh aset harta tersebut menjadi cadangan persenjataan bagi pemerintah yang seluruhnya akan digunakan untuk meluluh lantakkan dan membumi ratakan rakyatnya, atau sebagai ghanimah yang jatuh di tangan pasukan revolusi.
  • Menggunakan persenjataan pemerintah yang di rebut pasukan revolusi untuk menghancurkan sisa (kekuatan) rezim.
  • Bersamaan dengan hancur dan luluh lantaknya seluruh persenjataan dan simbol – simbol peradaban disyam, otomatis akan mengembalikannya pada kondisi sebelum era batu
  • Dari sini, intervensi di syam baik secara langsung maupun tidak dan berbagai usaha untuk mengubah peta (revolusi) selaras dengan keinginan kekuatan aliansi zionis – salibis – majusi akan mudah dilakukan.

Enam, akan ada beragam intervensi disyam yang penuh dengan berbagai kontradiksi sehingga menyebabkan jurang perselisihan yang begitu besar dalam unit kekuatan oposisi, begitu juga dengan berbagai unit brigade dimedan perang yang terkait erat dengan kekuatan di luar suriah yang tidak terhitung jumlahnya.

Tujuh, hasil dari peralihan arah revolusi kepada “kelompok islamis yang berpegang teguh pada syari’at Allah dan menghendaki tegaknya hukum Allah di muka bumi” adalah penyerahan tampuk kekuasaan kepada aktivis “islamis – liberal” yang merupakan maksud dan tujuan utama mereka dari sponsor kekuatan konspirasi internasional, dengan syarat; mengarahkan seluruh kekuatan yang ada guna menghadang gelombang jihad islami yang merindukan kekhilafaan rasyidah. Artinya memukul umat islam dengan “muslim imitasi”dan melindungi kekuatan kafir dari kerugian perang.

Delapan, setelah hancur atau jatuhnya rezim, aliansi salibis – zionis – majusi yang berada di negeri syam sebisa mungkin akan mengubah arah kebijakan baru, berupa pemblokadean seluruh perbatasan untuk mencegah mobilisasi militer mujahidin dan setiap usaha suplai logistik bagi mereka, dengan tujuan pengepungan, kemudian dimulailah penggempuran terhadap mereka (mujahidin) yang berada didalam.

Sembilan, kepentingan bersama dalam poin sebelumnya akan semakin meluas hingga mencakup rezim ikhwan di Turki, agen anak salibis diYordan dan saudara – saudaranya ikhwaniyyin (Ikhwanul Muslimin), Hizbullah di Lebanon, rezim safawi di Iraq, rezim keluarga salul di Hijaz, rezim ikhwan di Mesir, dan rezim lain yang jelas bersama mereka.

Sepuluh, singkatnya saudara – saudara kita disyam mungkin akan menghadapi berbagai tekanan, permusuhan, celaan dan sebagainya. Yang luar biasa sekali. Namun, dengan izin Allah swt, itu termasuk ujian besar saat proses tamhish (penyeleksian iman) dan tanggung jawab berat yang dipikulkan pada orang yang mengarahkan dengan kesungguhan 1,5miliar muslim menuju kegemilangan. Sayangnya, alangkah sedikitnya mereka yang mengetahui keistimewaan orang tersebut.

Saran dan rekomendasi

1). Bersabar dan bersabarlah. Serahkan usaha hanya kepada Allah swt dan gantungkanlah harapan hanya padaNya, karena Dialah dzat yang maha pemberi petunjuk da maha mengetahui kondisi setiap hambaNya.

2). Ingatlah selalu tujuan utama kita di setiap saat, berhadapan dengan berbagai rintangan atau tidak, yaitu untuk membantai nushairiyah, kemudian menegakkan syari’at Allah di negeri syam sebagai persiapan menegakkan khilafah rasyidah utama di setiap jangkal bumi, serta membersihkan setiap rintangan yang mungkin menghalanginya

3). Bersiap siagalah dan atur berbagai administrasi yang semestinya. Setelah jatuh atau tumbangnya rezim, kita akan lebih disibukkan mengurus administrasi itu dibandingkan dengan peperangan yang terjadi saat ini, baik itu bagi mujahidin di syam maupun penolong – penolong mereka di seluruh penjuru dunia.

4). Kumpulkanlah sebanyak mungkin persenjataan berat dan non kovensional serta simpan dengan pengaman ketat. (persenjataan) itu akan sangat diperlukan pada waktu yang akan datang.

5). Perbesar jumlah rekrutmen militer dalam negeri dan telitilah tingkat keamanannya. Maksudnya dengan memungkinkan perekrutan pasukan besar guna membantu pasukan utama. Dengan personel – personelnya telah di didik dengan aqidah dan manhaj yang benar, telah dipoles/disaring secara periodik, serta memilih personil yang sempurna penggemblengannya untuk digabungkan bersama pasukan garda depan. Begitulah seterusnya, demikian juga usaha pendekatan dan pembentukan aliansi dengan mayoritas kekuatan yang berpengaruh di suriah selama tidak menyelisihi syari’at Allah. Seperti dengan organisasi – organisasi islam, pemuka – pemuka suku dan sebagainya.

6). Perbesar pertambahan arus mobilisasi perekrutan militer kesyam lantaran keperluan saudara – saudara kita disana. Ini karena terbukanya perbatasan tidak akan berlangsung lama, bahkan cenderung akan segera ditutup. Arus mobilisasi ini bukan berarti mengosongkan medan pertempuran lain dari kader – kader dan pemuda yang diperlukan front perlawanan lainnya, namun berupa surplus dari keperluan lokal dan itupun jika saudara – saudara kita disyam lebih membutuhkannya.

7). Untuk seluruh penolong syari’at disluruh penjuru dunia (Tunisia, Mesir, Libya, lebanon, Yordan, Yaman bahkan Eropa) gencarkanlah 2 (dua) hal berikut:

Satu, memperbanyak muhadharah (seminar, diskusi, ceramah) dan kegiatan – kegiatan dakwah, penyadaran ummat, dan informasi. berkenaan dengan informasi; saat ini terjadi perang informasi yang begitu gencar terhadap saudara kita disyam, terkhusus melalui saluran ikhwanul muflisin (saudara yang bangkrut) al – jazeera, akhir – akhir ini, saluran pendusta ini menisbatkan seluruh operasi dan berbagai gerakan pada “Free Syrian Army” (tentara pembebas syari’ah). Ini adalah usaha kriminal terprogram brain washing pemirsa untuk menjadikan secara sempurna arsip dan masa depan revolusi tanpa menyebutkan jasa dan tempat bagi front perlawanan islam.

Fungsi kegiatan ini menginformasikan kepada ummat fakta dan globalitas peperangan. Peperangan yang tidak khusus terjadi di syam saja, tidak sekedar melawan rezim yang zholim saja. Namun, perlawanan terhadap nushairiyah yang telah menumpahkan darah ummat islam, perlawanan terhadap majusi yang berangan – angan menegakkan kembali imperium persia yang membekingi mereka, dan perlawanan terhadap aliansi salibis – yahudi – yang mendukung tanpa hentinya setiap yang mewakilinya untuk memberangus ummat islam.

Dua, menggalang dana dan dukungan moril untuk saudara kita disyam serta memastikan hal itu sampai ditangan mereka. Juga perbaikan mekanisme yang semestinya guna keberlangsungan proses rekrutman pasukan yang sangat penting, melakukan demontrasi diseluruh penjuru dunia yang mengidentifikasi keterkaitan problematika kita. Bahwa kita adalah satu ummat yang tidak terpisahkan oleh batas geografi apapun atau batasan lainnya. Biar seluruhnya tahu bahwa problematika sentral bagi kita, dan bahwa konspirasi berbentuk apapun terhadap saudara kita disana tidak akan pernah luput dari keikut sertaan kita didalamnya, meski letaknya berjauhan.

8). Front jihad internasional baik militer maupun sipil di wilayah Yordania, Iraq, Lebanon,         Palestina agar bersiaga satu untuk siap di mobilisasi jika diperlukan. Artinya, seyogjanya diwilayah itu pada tahap awal berlangsung gerakan damai sebagaimana yang kami singgung, tetapi diberangi dengan catatan bahwa seluruh wilayah itu siap menghadapi perang secara total jika saudara kita disyam mulai di blokade, atau dimulainya konspirasi terhadap mereka baik oleh kekuatan asing maupun kelompok revolusi. Dari sini akan tampaklah kepentingan kelompok apapun yang terlibat disana, sedang jari telunjuk telah berada di pada trigger.

Poin ini sangat urgen sekali guna mengimbangi rasa gentar yang menyelimuti saudara kita di Syam, sebagai salah satu bentuk dukungan penting lantaran kesibukan mereka didalam. Disini, peran saudara kita di daulah islam iraq semoga Allah memuliakannya yang merupakan bentuk strategi mendalam dan konkrit bagi saudara disyam untuk menghalangi rezim safawi dari setiap upaya mereka menguasai perbatasan timur suriah agar suplai logistik sampai kesana, dan menghalangi keterlibatan apapun rezim safawi dalam memblokade saudara disyam pada waktu mendatang. Juga demi memutus setiap bantuan darat atau usaha rezim safawi untuk mengurangi tekanan terhadap saudara nushairi mereka dibarat suriah.

9). Unit – unit perlawanan dan aliansi mereka semoga Allah menolong mereka hendaknya berusaha mengarahkan serangan dan roket mereka ke kota – kota nushairiyah dengan gencar. Hal ini akan mengganggu keamanan mereka dan mendesak mereka untuk hengkang, terkhusus miliader mereka. Hasil selanjutnya, salah satu gudang harta rezim didalam negeri akan direbut. Gudang ini merupakan dukungan finansial yang diberikan kepada pagawai alawiyyin dan sudah pasti untuk operasional finansial kelompok syabihah.

10). Unit perlawanan dan aliansinya hendaknya segera membentuk majelis syura, baik masing – masing disetiap unit maupun mencakup seluruh unit. Lalu menghasilkan dewan pelaksana yang berfungsi sebagai pemerintah yang mengisi kekosongan pemerintah dan bekerja meringankan kondisi rakyat diwilayah yang dikuasai. Seperti mempermudah bantuan dan pertolongan, pendidikan dan penyadaran rakyat sekitar tema aqidah dan ajaran islam, serta mengingatkan mereka masalah konpirasi internasional.

11). Membentuk kantor atau badan informasi yang luas guna bekerja secara maksimal dibawah payung arus jihad untuk jabhan nusrah dan unit – unit yang berafiliasi bersamanya disyam, juga bekerja menyediakan informasi bagi masyarakat tentang fakta – fakta yang dibutuhkan setiap saat. Karena pada era ini, informasi sama seperti setengah pasukan, dan terkadang perang internasional hanya dikendalikan melalui perang informasi saja. Dari sini, jika memungkinkan bahkan harus, kantor ini melakukan siaran – siaran lokal agar dapat diakses seluruh penduduk syam, dan agar suara mujahidin yang sebenarnya bisa sampai ketelinga masyarakat tanpa ada penyimpangan.

12). Untuk setiap da’i dan ulama’ yang berkewajiban mengemban tanggung jawab syar’i, hendaknya membimbing ummat dan memberikan pencerahan pada mereka. (ketahuilah) saudara – saudara kalian disyam sangat memerlukan kalian pada masa mendatang.

13). Membentuk badan intelijen professional yang menjalankan operasi khusus, yaitu menjalankan sterilisasi setiap rintangan yang mungkin menjadi batu sandungan dalam upaya menegakkan daulah islam.

14). Saudara kita di jabhan nushrah hendaknya gencar untuk menguasai tempat geografi strategis demikian juga terhadap pangkalan – pangkalan yang menyimpan persenjataan berat untuk menambah persediaan material militer yang sangat berarti pada masa mendatang.

Catatan akhir:

Secara pribadi, saya tidak merekomendasikan menyerang negara israel saat ini karena akan memperlebar wilayah dan kelompok permusuhan bagi saudara kita, selama mereka masih dalam batas unjuk kekuatan dan tetap dalam posisinya. Terkecuali jika mereka turun langsung dimedan perang bersama kelompok nushairiyah melawan mujahidin, atau kondisi ketidak setujuan kita terhadap campur tangan yang dilakukan negara kecil (israel) saat mujahidin berhasil atau akan menguasai syam secara total.

Hanya poin – poin dan rekomendasi yang dapat kami kumpulkan, kami mohon kepada Allah swt yang maha agung agar menjadikan usaha ini bermanfaat bagi kami dan juga bagi saudara kami yang berada disyam, semoga Allah Subhanahu wata’ala juga menolong mereka serta dengan izinnya melalui perantaraan mereka berkenaan menegakkan khilafah rasyidah. Harapan kami para saudara – saudara sekalian agar memberikan masukan yang luput dari tulisan kami sehingga dengannya kami dapat menuntaskan tujuan tulisan ini, insyaAllah

 

(lasdipocom/arrahmah.com)