Operasi Ofensif Afghanistan Selatan Diklaim Untuk Ciptakan Perdamaian, Bukan Hanya Tujuan Militer
Oleh Althaf pada Rabu 10 Februari 2010, 02:16 PM
KABUL (Arrahmah.com) - Pejabat NATO dan Afghanistan pada hari Selasa (9/2) mengklaim bahwa tujuannya melakukan operasi ofensif besar-besaran di Afghanistan Selatan bukan hanya dilakukan untuk keberhasilan militer, namun juga untuk mengembalian keamanan, pembangunan, dan pemerintahan yang baik di wilayah tersebut.
Ungkapan ini seolah-olah memperlihatkan bahwa ada perubahan besar dalam strategi asing dan militer boneka pemerintah Afghanistan melawan mujahidin. Operasi ini rencananya akan dimulai di distrik Marja, provinsi Helmand.
"Tujuan dilakukannya operasi ini adalah untuk mengembalikan keamanan dan membangun peluang, pekerjaan, keadilan, dan pemerintahan yang lebih baik bagi rakyat di wilayah tersebut," kata Mark Sedwill, perwakilan urusan sipil NATO di Afghanistan dalam konferensi persnya di Kabul.
Sebuah tim dari pegawai negeri Afghanistan dan sejumlah ahli dari pemerintah pusat Afghanistan dikirim lebih dahulu ke provinsi untuk memberikan pelayanan pada penduduk setempat, tambah Sedwill.
"Keberhasilan operasi ini tidak hanya ditentukan oleh fase militer," Sedwill menekankan, tapi "Operasi ini akan berakhir dalam beberapa minggu dan beberapa bulan kemudian sampai rakyat merasakan keuntungan dari pemerintahan yang lebih baik, peluang ekonomi, dan melakukan operasi bersama otoritas Afghanistan yang sah."
Gulab Mangal, gubernur provinsi Helmand, mengatakan pada konferensi pers yang sama bahwa operasi militer tersebut hanya fase pertama dari rencana yang bertujuan besar untuk membawa kemajuan, keadilan, pemerintahan yang baik, dan peluang kerja di wilayahnya.
Operasi yang diyakini berbagai pihak sebagai operasi terbesar sejak tahun 2001 saat AS berperang melawan teror di Afghanistan telah memicu kekhawatiran mengenai mengungsinya ratusan keluarga dari distrik Marja.
Mangal mengakui bahwa sejauh ini pemerintah setempat telah menerima dua gelombang pengungsi, sekitar 72 hingga 92 kepala keluarga. Namun ia mengklai bahwa pihaknya telah menyiapkan sebuah komisi yang khusus mengurusi pengungsian.
"Komisi ini telah siap sepenuhnya. Kami telah memiliki tenda, makanan, dan segala hal yang dibutuhkan di tempat pengungsian," ujar Mangal.
Sedwill mengatakan bahwa pemerintah Afghanistan memang telah didesak untuk memindahkan penduduk sipil .
"Pesan ini saya sampaikan pada penduduk setempat agar menjaga diri mereka, tetap berada di dalam rumah selagi operasi berlangsung," uangkap Sedwill. (althaf/xnh/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
sebarkan tebar pesona dengan kata2 keadilan, kedamaian, kemajuan, dst…. hanya orang2 oon yang akan percaya akan bualanmu…
OPERASI MILITER YANG ANDA LAKUKAN DI AFGHANISTAN HANYA UNTUK MENGIRIMKAN TENTARA2 ANDA KE NERAKA..!!!!!!
dasar USA penakut….kenapa pegawai negeri boneka afgan yg maju duluan….supaya di bantai mujahidin….kenapa tdk ente yg duluan kafir USA….spy cepat dikirim ke neraka.
persipkan diri anda semua wahai mujahidin,mental dan hati kalian.waktunya sudah dekat.insyaalah kita kan berjuang bersama.semua tanda telah datang.
eh lupa plus fisik juga.dan ingat tak ada dendam dalam peperangan,dan itu kata kata nabi.ALLAHHUAKBAR
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Satu Lagi Tentara Kafir Perancis Tewas di Afghanistan
- Gates: Anti-Amerikanisme Di Pakistan Adalah Masalah Nyata Bagi AS
- AS Mungkin Akan Sebar Tentara Lebih Banyak di Afghanistan Utara
- Suplai NATO Kembali Dihantam Ledakan di Baratlaut Pakistan
- Swiss : Seorang Politisi Pencaci Islam Akhirnya Memeluk Islam
- Jepang Kembangkan Baterai Tahan 20 Tahun
- Hatta: Demokrasi tak Bermakna Tanpa "Sejahterakan Rakyat"
- Clinton: Islam Adalah Ancaman Nomor Satu
- Tentara AS Siksa Anaknya Yang 4 Tahun Ala Guantanamo
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
Berita Terbaru
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
- Provokasi Anti-Islam Tak Henti Dihembuskan Media Barat
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
. on 10/02/10 07:45 PM said:
percaya deh bos-bos nato-LOL…. anda2 memang patut dikasihani karena dah stres… silakan saja tebar sebanyak mungkin impian2 anda….