Hatta: Demokrasi tak Bermakna Tanpa “Sejahterakan Rakyat”
Oleh Althaf pada Rabu 10 Februari 2010, 06:27 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Ketua Umum PAN Hatta Rajasa mengklaim, demokrasi yang sedang dibangun bangsa Indonesia akan kehilangan makna apabila tidak mampu menyejahterakan rakyatnya. "Demokrasi harus dikawal untuk membawa kesejahteraan masyarakat," ujar Hatta saat menyampaikan pidato politiknya sebagai Ketua Umum PAN 2010-2015 di Jakarta, Selasa (9/2) malam.
Menurutnya, demokrasi akan kehilangan maknanya apabila ternyata tidak mampu membawa rakyat ke pintu gerbang kesejahteraan dan kedamaian. Ditegaskan Hatta yang juga Menko Perekonomian itu bahwa perjalanan berdemokrasi di Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang benar.
Namun demikian, Hatta juga mengakui bahwa demokrasi bangsa Indonesia masih terus mencari kesimbangan baru antara kebebasan dan menaati aturan hukum yang ada. Sejarah, ujarnya lagi, telah membuktikan bahwa para pendiri bangsa ini mempunyai banyak perbedaan pendapat. Tetapi mereka tetap mengedepankan kesantunan dan etika moral.
Dengan demikian, bagi bangsa Indonesia demokrasi itu bukan sekedar alat untuk mencapai tujuan, sehingga berbagai konfrontasi dan konflik harus dihindarkan. Pada bagian lain pidato politiknya, Hatta mengatakan bahwa bangsa ini telah teruji dalam mengatasi terjangan krisis. "Tahun-tahun tersulit saat krisis ekonomi bertaut dengan gejolak politik, telah berhasil dilalui dengan baik," ujarnya.
Dikemukakannya pula bahwa banyak bangsa yang gagal melewati ujian krisis, sementara Indonesia berdasarkan data, pendapatan rakyatnya terus meningkat hingga 2.000 dolar AS per kapita. "Kalau keberhasilan itu tidak terus dikawal, maka yang terjadi adalah kemunduran-kemunduran," katanya.
Tetapi harus pula diingat bahwa masih banyak persoalan besar bangsa Indonesia seperti angka pengangguran dan kemiskinan yang juga masih tinggi. "Atas masalah itu, parpol harus hadir sebagai pembawa solusi," ujarnya, seraya menambahkan bahwa kader PAN harus peka dalam menjawab berbagai aspirasi rakyat dan partai itu juga harus terdepan dalam pemberantasan KKN.
Dalam acara yang dirangkai dengan pelantikan kepengurusan DPP PAN periode 2010-2015 itu, tampak hadir sejumlah tokoh di antaranya Ketua DPD Irman Gusman, Ketua MPR Taufiq Kiemas, Ketua MPP PAN Amien Rais, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, dan sejumlah anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, seperti Menakertrans Muhaimin Iskandar, dan Menhut Zulkifli Hasan. (rep/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
( Demokrasi tak Bermakna Tanpa “Sejahterakan Rakyat” )
ana tambahi dikit bang hatta “Demokrasi tak Bermakna Tanpa Sejahterakan Rakyat sedangkan kesejahteraan rakyat g akan perna ada tanpa syariat islam sbg landasan suatu negri”
klo yg dipakai adalah demokrasi sampai kapan pun rakyat tidak akan pernah sejahtera bung
syariat islam itu lah yg rahmatan lil alaamin. Peace on Universe. Erase democracy.
udah tau ga bermakna masih juga dipakek,ajaran kafir kok di ikut…makan tu demokrasi…mending makan krupuk dr pd makan demokrasi…
demokrasi lagi,,,,demokrasi lagi,,,,prettt…....shit
Usul kepada Admin. Tolong posting artikel Kekafiran demokrasi atau kalau sudah maka diposting ulang agar ini tidak berulang terus.
ternyata mereka Lebih suka jadi keLedai.. mngkin keLedai za Lebih bagus..
klo g senang dgn demokrasi ,,pindah negara aj kalian ,,ke irak sana,,
gt aja ko repot,,,,,udah tendang aja pejabatnya, demokrasinya ko disalahin, senengnya curhat terus lah! @itachi; bener tuh, mending pindah negara aja ke iraq, afgan, pa yaman yg lg perang sana!
@Itachi & Ifinufein: Kepunyaan Allah itu meliputi semua yg ada dilangit & semua yg ada dibumi. kalo ente ga suka dgn hukum Allah, silakan cari Bumi yg bukan milik Allah & tinggalaah kalian disana !!
Democrazylah yg menyebabkan negeri ini jadi hancur, coba kalo syariat Allah ditegakkan, ga akan ada kesempatan buat pejahat seperti ente & tuan² ente berbuat dzolim.
demokrasi itu sebuah agama, Islam itu sebuah agama; tdk muslim seseorg walau dia shalat, zakat, puasa, haji jika dia anut agama demokrasi; dlm agama demokrasi, penguasa manusia tertinggi adlh manusia, dlm Islam, Allaah.
Buktikan aja pak! Jangan byk ngomong! Buktiknya sekarang rakyat makin menderita, makin miskin! Yang sejahtera hanya pejabatnya dan orang-orang kaya!
sumber hkm agama Islam: Quran & Sunnah (Allaah & RasulNya); sumber hukum agama demokrasi adlh parlemen / legislatif; halal-haram ditetapkan Quran dan Sunnah, dlm agama demokrasi, halal-haram ditetapkan perlemen / legislatif
agama demokrasi sangat tdk adil & tdk logis, krn pembuat hkm tdk bs beri pahala & keselamatan di akherat & dunia kpd yg anut agama demokrasi, tp Allaah beri pahala & keselamatan di akherat & dunia kpd yg taati agama Islam
mana ada sejarahnya demokrasi itu bisa mensejahterakan?
ato liat aja sekarang amerika
krisis ekonomi, jumlah penghuni penjara paling banyak di dunia (2 juta orang), pengangguran, pelacuran, perjudian, minuman keras, hidup tanpa rumah
perusahan2 busuk (lehman brothers dll) trus didanai
pd saat yg sama, amerika terus mengeluarkan uang dari pajak rakyatnya untuk membunuh bangsa lain dg alasan “SENJATA PEMUSNAH MASAL”
hanya ISLAM (sistem buatan ALLAH SWT) yg sanggup mensejahterakan
PEMBUAL, PENIPU, PEMBOHONG BESAAAAAAAR…!
SELURUH KETUA PARTAI DAN GOLONGAN MENJERUMUSKAN KONTITUENNYA KE DALAM JAHANAM !!
wahai akhi semua klo misal kita udah kudeta pemerintah negeri ini trus berhasil status PNS bapak gw jngn dicabut ya?klo bisa naikin gajinya,hehehehe
yg ane maksud kudeta,yaitu mengkudeta pemerintah demokrasi ini,dan merubahnya jadi pemerintahan Islam soalnya ane udah mulai enek sama sistem ga adil kyk gini
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Clinton: Islam Adalah Ancaman Nomor Satu
- Tentara AS Siksa Anaknya Yang 4 Tahun Ala Guantanamo
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba'asyir Agar Presiden Tidak Di'kerbau'kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
Berita Terbaru
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
- Sertifikasi Halal LPPOM-MUI Standar Internasional
- Bali Sambut Obama, Jalan Berlubang Mendadak Ditambal
- Internet Heboh Bocoran Catatan Pejabat China
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Tentara Kafir Rusia Tewas dan Terluka dalam Serangan di Chechnya
- Kakak Kandung Dulmatin Masih Ragukan Keterangan Polri
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- 16 Pemuda Kashmir Tak Bersalah Ditangkap Polisi Musyrik India di Chennai
Berita Terkait
- Islam dan Demokrasi Masih Jadi Perdebatan di Kalangan Muslim
- Demokrasi Porno: Demi Pilkada Artis Seronok Rogoh Kocek 10 M
- Demokrasi Porno: Artis ‘Bom Seks’ Boleh Memimpin Ulama dan Umat Islam Sukabumi
- Guttenberg Bersikukuh Minta Taliban Masuk Dalam Pemerintahan Afghanistan
- Anggota DPR: Tidak Pernah Merasa Melawan Suara Rakyat?
- Pernyataan Imarah Islam Afghanistan Mengenai Pembatalan Pemilihan, Melodrama Amerika
- Amin Rais: Indonesia Buktikan Islam Selaras Dengan Demokrasi (?)
- Kontrak Jelas, PKS Persilakan PDIP Masuk Koalisi?
- Isi Email Andi Malarangeng Bocor?
- Majalah Al Muhajirun Edisi Khusus Pemilu Online, Download Gratis!!
. on 10/02/10 07:35 AM said:
sistem demokrasi itu udah perlu ditinjau ato bahkan harus diganti dengan sistem Islam, gk perlu dicari maknanya lage…..gk cukupkah pelajaran 2 abad lebih demokrsi yg sdah dikembangkan barat?(penindasan,perang PD1+2, penjajahan, diskriminasi dll)