Tentara AS Siksa Anaknya Yang 4 Tahun Ala Guantanamo
Oleh Althaf pada Rabu 10 Februari 2010, 06:22 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Salah seorang tentara Amerika Serikat menyiksa anak perempuannya yang berusia empat tahun ala penyiksaan di penjara Guantanamo (waterboarding) hanya karena anak tersebut tidak bisa mengeja alfabet.
Joshua Tabor mengaku pada kepolisian setempat bahwa ia menggunakan teknik penyiksaan CIA itu karena ia sangat kesal pada buah hatinya.
Saat anaknya berusaha keras melepaskan diri, Tabor mengatakan ia menenggelam wajah anaknya tiga hingga empat kali sampai air merendam sekitar dahi dan rahangnya.
Tabor (27) yang telah memenangkan hak asuh putrinya empat minggu sebelumnya, mengaku memilih hukuman itu karena putrinya sangat takut air.
Tabor yang merupakan salah seorang prajurit di markas Lewis-McChord di Tacoma, Washington, ditangkap setelah terlihat berjalan-jalan di sekitar rumahnya dengan mengenakan helm militer Kevlar dan mengancam akan memecahkan kaca jendela.
Polisi menemukan dugaan mengenai waterboarding ketika mereka pergi ke rumahnya di pinggiran kota Tacoma Yelm dan berbicara dengan pacarnya.
Perempuan itu memberitahu polisi mengenai dugaan penyiksaan dan ketakutan putri Tabor yang ditemukan bersembunyi di lemari, dengan memar di punggung dan tanda guratan di leher dan tenggorokan.
Saat ditanya mengapa ia memperoleh memar di tubuhnya, gadis kecil itu menjawab: "Ayah yang melakukannya."
Selama introgasi, Tabor mengaku menyeret putrinya, meletakkan di meja dapur dan membenamkan wajahnya ke dalam semangkuk air.
Sersan Rob Carlson mengatakan hukuman itu dilakukan karena gadis tidak bisa melafalkan alfabet.
Polisi tidak mengungkapkan pengalaman militer Tabor, tetapi markas Lewis-McChord merupakan rumah bagi unit-unit yang telah bertugas di Irak dan Afghanistan.
Putri Tabor itu telah dibawa ke rumah sakit setempat untuk memperoleh perawatan. Ibu kandungnya tinggal di Kansas tetapi Tabor telah diberikan hak asuh oleh pengadilan atas putrinya itu setelah ia bercerai dengan istrinya. (althaf/daily/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Dalan AlQuran, Allaah tegaskan bhw Dia turunkan AlQuran yg berisi kebenaran dan keadilan; perhatikanlah, walau mrk tdk berada dlm kebenaran Islam, tp keadilan berlaku antar manusia; zalimi manusia adlh kebangkrutan seseorg diakhirat
tentu saja, bkn zalim jk mujahid perangi kafir sesuai perintah2 Allaah, balas kekejaman mrk dg serupa ato timpakan hukum sesuai syariat; tp dlm hal diluar syariat yg aturnya, tdk boleh zalim kpd manusia baik kafir ato mukmin, spt dlm conto berita ini
buaya dan harimau saja tidak pernah makan anaknya sendiri…
semoga bukan balasan krn membunuh mujahid,anaknya ngga tau apa2,nanti si mujahid amalannya tertolak dong
lulu?????///anak ayam turun 10 mati satu tinggal 2,,,salah
Allah SWT menunjukan pada kita, betapa hancurnya moral mereka para kafirin baik yg masih bertugas maupun yg sudah selesai akibat kekejian mereka dinegara orang.
Tuh sebelum coba menyiksa tawanan, yang lain coba dulu dunk dirumah gimana cara nyiksa yang baik klo yang dirumah dah mati baru coba yang laen…
pantesan sama mujahidin brani, wong sama anaknya aja brani. Inna Quluubahum Quluubusysyayaathiin, Maa fii Quluubihimurrohmah.
mana ajaran Kasih-Mu…???
cm sebatas retorika aja biar dibilang agam yg penuh kasih…!!!
tapi semua itu BULLSHIIIIIIIITTTT,,,,,,,,,,,!!!!!!!!
@vayoe ; kaya g punya dosa aja lu,,
@itachi: yg blg gw ga punya dosa sape…???
kl bs baca, tolong baca dgn benar….!!!!!!
astaghfirullah…...semoga hal itu tidak terjadi lagi kepada anak-anak di manapun di dunia ini.
Bismillah. Dengan ijin Alloh, akan sangat mudah ngalahin Amrik dan Kafirunn lain nya. Karena kita hanya memerangi orang ga punya otak (orang sakit jiwa). Alhamdulillah…!!!
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Clinton: Islam Adalah Ancaman Nomor Satu
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba'asyir Agar Presiden Tidak Di'kerbau'kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
- Tentara Kafir AS Tewas dalam Operasi di Irak
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
. on 10/02/10 08:58 AM said:
Stres lu pade yeh, makanya jangan coba-coba nyiksa Mujahid. ini bisa dijadikan pelajaran juga buat aparat disini, jangan seenak udel aja nahan-nahan orang tuh.